Komnas HAM Gali Keterangan TNI soal Kasus Air Keras Andrie Yunus, Ini Hasilnya

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 3 April 2026 - 09:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Komisioner Komnas HAM, Saurlin P Siagian di Kantor Bawaslu Jateng, Kecamatan Semarang Selatan, Selasa (26/11/2024) (Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng)

Foto: Komisioner Komnas HAM, Saurlin P Siagian di Kantor Bawaslu Jateng, Kecamatan Semarang Selatan, Selasa (26/11/2024) (Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng)

Trendsberita – Komnas HAM telah meminta keterangan dari sejumlah pejabat TNI terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendalami proses penanganan perkara serta memastikan penegakan hukum berjalan transparan.

Dalam pemeriksaan yang berlangsung di kantor Komnas HAM, beberapa pejabat TNI hadir, termasuk dari unsur hukum, polisi militer, dan penerangan. Proses pendalaman dilakukan melalui sejumlah pertanyaan terkait kronologi, penanganan awal, hingga penetapan tersangka.

Dari hasil pemeriksaan sementara, Komnas HAM menemukan adanya persoalan koordinasi dalam penanganan kasus tersebut. Informasi yang diperoleh menunjukkan tidak adanya koordinasi yang jelas antara satuan internal TNI sebelum proses penahanan dan penyidikan dilakukan.

Baca Juga :  Panglima TNI Perintahkan Prajurit Masuk Bunker di Lebanon, Situasi Memanas

Selain itu, Komnas HAM juga mendalami peran Badan Intelijen Strategis (BAIS) dalam penanganan awal kasus. Diketahui, para tersangka sempat diamankan oleh BAIS sebelum akhirnya diserahkan ke Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI untuk diproses lebih lanjut.

Komnas HAM juga menyoroti progres penyidikan yang telah berjalan cukup signifikan. Berdasarkan keterangan yang diterima, proses penyidikan di internal TNI telah mencapai sekitar 80 persen dan kini menunggu hasil visum serta keterangan tambahan dari korban.

Meski demikian, Komnas HAM menekankan pentingnya transparansi dalam penanganan kasus ini. Lembaga tersebut mendorong agar proses hukum dibuka kepada publik serta memungkinkan adanya pengawasan independen.

Baca Juga :  3 Prajurit TNI Terluka Akibat Ledakan di UNIFIL Lebanon

Sebagai langkah lanjutan, Komnas HAM berencana meminta akses untuk memeriksa langsung empat prajurit TNI yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Selain itu, keterangan dari para ahli di bidang pidana, militer, dan intelijen juga akan dilibatkan untuk memperkuat analisis kasus.

Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus sendiri menjadi sorotan publik karena diduga melibatkan aparat. Komnas HAM menegaskan akan terus mengawal proses hukum agar berjalan objektif dan memberikan keadilan bagi korban.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pakai Mercy dan Fortuner Pinjaman, Remaja 17 Tahun Tipu Puluhan SPBU di Bogor
200 Ribu Korban Maling Password di Indonesia, Rekening Warga Terkuras Tanpa Sisa
Rey Bantah Sembunyikan Identitas demi Nikah Sesama Wanita, Ini Versi Intan
Rey Pelaku Nikah Sesama Wanita di Malang Bantah Janjikan Rumah ke Eks Istri
MK Putuskan Hanya BPK yang Berhak Hitung Kerugian Negara, Begini Respons KPK
KPK Mulai Maraton Periksa Biro Travel Haji Pekan Depan
5 Fakta Dude Harlino dan Alyssa Soebandono Jadi Saksi Kasus PT DSI
Komnas HAM Akan Minta Keterangan 4 Prajurit TNI Tersangka Kasus Andrie Yunus
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:00 WIB

Pakai Mercy dan Fortuner Pinjaman, Remaja 17 Tahun Tipu Puluhan SPBU di Bogor

Selasa, 19 Mei 2026 - 22:17 WIB

200 Ribu Korban Maling Password di Indonesia, Rekening Warga Terkuras Tanpa Sisa

Senin, 13 April 2026 - 11:30 WIB

Rey Bantah Sembunyikan Identitas demi Nikah Sesama Wanita, Ini Versi Intan

Jumat, 10 April 2026 - 09:00 WIB

Rey Pelaku Nikah Sesama Wanita di Malang Bantah Janjikan Rumah ke Eks Istri

Senin, 6 April 2026 - 22:30 WIB

MK Putuskan Hanya BPK yang Berhak Hitung Kerugian Negara, Begini Respons KPK

Berita Terbaru

(NurPhoto via Getty Images/NurPhoto)

Internasional

Diserang Rudal Iran, Pangkalan Udara Utama Israel Mengalami Kerusakan

Kamis, 11 Jun 2026 - 13:00 WIB