JAKARTA, trendsberita.com – Presiden Prabowo Subianto kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan kunjungan kenegaraan ke Prancis. Lawatan tersebut menghasilkan berbagai kesepakatan komersial baru dengan nilai mencapai Rp61,25 triliun atau sekitar 3,5 miliar dolar Amerika Serikat (AS).
Pemerintah menilai capaian tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat hubungan ekonomi bilateral antara Indonesia dan Prancis. Selain meningkatkan investasi, kerja sama tersebut juga membuka peluang kolaborasi pada sejumlah sektor strategis yang menjadi fokus pembangunan nasional.
Kunjungan itu juga mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu mitra utama Prancis di kawasan Asia Tenggara di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah.
Empat Kesepakatan Komersial Bernilai Triliunan Rupiah
Pemerintah mengungkapkan bahwa hasil lawatan tersebut melahirkan empat kesepakatan komersial baru dengan total nilai mencapai Rp61,25 triliun. Nilai tersebut berasal dari berbagai kerja sama investasi dan pengembangan sektor ekonomi strategis antara kedua negara.
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM Rosan Roeslani menyambut positif capaian tersebut.
Menurutnya, kerja sama yang terjalin tidak hanya memperkuat hubungan diplomatik, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi dunia usaha dan perekonomian kedua negara.
“Forum ini menjadi mesin penggerak investasi, perdagangan, dan kerja sama strategis yang memberi manfaat bagi kedua negara,” kata Rosan.
Dewan Bisnis Tingkat Tinggi Resmi Dibentuk
Salah satu agenda utama dalam kunjungan tersebut adalah peluncuran France–Indonesia High Level Business Council.
Forum bisnis tingkat tinggi itu mempertemukan para pemimpin perusahaan dan pelaku industri besar dari Indonesia maupun Prancis untuk memperluas peluang investasi dan kolaborasi ekonomi jangka panjang.
Peresmian dewan bisnis tersebut berlangsung pada 28 Mei 2026 dan disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden Emmanuel Macron.
Pemerintah menilai forum tersebut akan mempercepat berbagai proyek kerja sama ekonomi yang melibatkan perusahaan besar dari kedua negara.
Libatkan Puluhan Perusahaan Besar
Forum bisnis Indonesia–Prancis tersebut melibatkan sekitar 30 perusahaan dan pelaku industri utama dari kedua negara.
Total kapitalisasi pasar perusahaan yang terlibat mencapai sekitar 1,3 triliun dolar AS. Angka tersebut menunjukkan besarnya potensi investasi dan kerja sama yang dapat berkembang dalam beberapa tahun ke depan.
Forum tersebut dipimpin bersama oleh CEO Antoine de Saint-Affrique dan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Anindya Bakrie.
Kedua pihak berharap forum tersebut mampu mempercepat realisasi investasi dan memperluas kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Prancis.
Fokus pada Sektor Strategis
Pemerintah menyebut sejumlah sektor strategis menjadi fokus utama dalam kerja sama tersebut.
Sektor energi menjadi salah satu bidang yang mendapat perhatian besar karena kedua negara ingin memperkuat kolaborasi dalam pengembangan energi berkelanjutan.
Selain energi, kedua negara juga membahas pengembangan industri manufaktur, perdagangan internasional, sumber daya manusia, pendidikan, kesehatan, hingga kerja sama pertahanan.
Pemerintah berharap kolaborasi tersebut dapat mempercepat hilirisasi industri dan meningkatkan daya saing ekonomi nasional.
Perdagangan Indonesia-Prancis Terus Tumbuh
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Anindya Bakrie mengungkapkan bahwa hubungan dagang Indonesia dan Prancis terus menunjukkan tren positif.
Menurutnya, nilai perdagangan kedua negara pada kuartal pertama 2026 telah mencapai sekitar 1 miliar dolar AS.
Ia menilai angka tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan dunia usaha Prancis terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Karena itu, pemerintah optimistis nilai investasi dan perdagangan bilateral masih dapat meningkat dalam beberapa tahun mendatang.
Dorong Lapangan Kerja dan Transfer Teknologi
Pemerintah tidak hanya mengejar peningkatan investasi melalui kerja sama tersebut.
Indonesia juga mendorong transfer teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penciptaan lapangan kerja baru melalui berbagai proyek yang akan dijalankan bersama investor Prancis.
Pemerintah berharap perusahaan-perusahaan Prancis dapat berkontribusi dalam pengembangan industri nasional melalui investasi jangka panjang dan kerja sama teknologi.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat daya saing Indonesia di tengah persaingan ekonomi global.
Perkuat Hubungan Strategis Indonesia dan Prancis
Selain agenda ekonomi, kunjungan Presiden Prabowo Subianto juga memperkuat hubungan diplomatik dan strategis antara Indonesia dan Prancis.
Pemerintah menilai kedua negara memiliki peluang besar untuk meningkatkan kerja sama dalam berbagai bidang, termasuk pertahanan, pendidikan, budaya, dan teknologi.
Kehadiran Presiden Emmanuel Macron dalam berbagai agenda pertemuan juga menunjukkan komitmen kedua negara untuk mempererat kemitraan jangka panjang.









