KPK Panggil Pengusaha Rokok Jatim Terkait Kasus Suap Bea Cukai

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 1 April 2026 - 12:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ilustrasi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Trendsberita – Komisi Pemberantasan Korupsi (Komisi Pemberantasan Korupsi) kembali memanggil saksi dalam kasus dugaan suap terkait pengurusan impor di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Seorang pengusaha rokok asal Jawa Timur, Martinus Suparman, dijadwalkan menjalani pemeriksaan sebagai saksi. Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK guna mendalami alur pengurusan cukai yang diduga melibatkan praktik suap.

Nama Martinus sebelumnya juga pernah disebut dalam perkara lain yang berkaitan dengan gratifikasi pejabat Bea Cukai. Hal ini membuat penyidik menilai keterangannya penting untuk mengungkap jaringan kasus yang lebih luas.

Baca Juga :  KPK Mulai Maraton Periksa Biro Travel Haji Pekan Depan

Selain itu, KPK juga telah memeriksa sejumlah pengusaha rokok lainnya dalam perkara yang sama. Mereka dimintai keterangan mengenai mekanisme pengurusan cukai serta kemungkinan adanya praktik pelanggaran dalam proses tersebut.

Kasus ini sendiri bermula dari operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK. Hingga kini, lembaga antirasuah telah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka, termasuk pejabat Bea Cukai dan pihak swasta.

Baca Juga :  Skema Kerja ASN Berubah! Kini Kinerja Jadi Penentu Utama, Bukan Lagi Jam Datang

Tak hanya itu, penyidik juga menyita barang bukti bernilai lebih dari Rp40 miliar, yang terdiri dari uang tunai berbagai mata uang, emas, hingga kendaraan mewah.

KPK menegaskan akan terus mengembangkan perkara ini untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat dalam dugaan suap di sektor kepabeanan.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JK Sebut Kasus Ijazah Berlarut-larut, Ini Respons Pihak Jokowi
WFH Perdana ASN Dimulai, Layanan Imigrasi Tetap Berjalan Normal
Diperiksa KPK, Haji Isam Ngaku Tak Kenal Tersangka Kasus Bea Cukai
Gibran Rakabuming Raka Soroti Kasus Air Keras Andrie Yunus, Minta Libatkan Hakim Ad Hoc
Wamensos Agus Jabo Soroti Sekolah Rakyat, Tekankan Pentingnya Tenaga Kependidikan Berkualitas
Megawati Bertemu Dubes Arab Saudi, Soroti Pentingnya Perdamaian Dunia
Gerindra Miris Ada Pihak Dorong Prabowo Naikkan Harga BBM
Prabowo Subianto Singgung Kelompok yang Tak Mau Kerja Sama
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 10:30 WIB

JK Sebut Kasus Ijazah Berlarut-larut, Ini Respons Pihak Jokowi

Jumat, 10 April 2026 - 08:27 WIB

WFH Perdana ASN Dimulai, Layanan Imigrasi Tetap Berjalan Normal

Kamis, 9 April 2026 - 22:00 WIB

Diperiksa KPK, Haji Isam Ngaku Tak Kenal Tersangka Kasus Bea Cukai

Kamis, 9 April 2026 - 21:30 WIB

Gibran Rakabuming Raka Soroti Kasus Air Keras Andrie Yunus, Minta Libatkan Hakim Ad Hoc

Kamis, 9 April 2026 - 21:00 WIB

Wamensos Agus Jabo Soroti Sekolah Rakyat, Tekankan Pentingnya Tenaga Kependidikan Berkualitas

Berita Terbaru

Foto: Getty Images/iStockphoto/insjoy

Kesehatan

Jebakan Hidden Sugar di Minuman Manis, Warga RI Rentan Diabetes

Jumat, 10 Apr 2026 - 12:30 WIB

Foto: Trump dan Netanyahu (REUTERS/Kevin Mohatt/File Photo Purchase Licensing Rights).

Internasional

Trump Telepon Netanyahu, Minta Kurangi Serangan ke Lebanon

Jumat, 10 Apr 2026 - 12:00 WIB