Skema Kerja ASN Berubah! Kini Kinerja Jadi Penentu Utama, Bukan Lagi Jam Datang

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 6 April 2026 - 22:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Dok. KemenPAN-RB

Foto: Dok. KemenPAN-RB

Trendsberita – Kabar gembira sekaligus tantangan bagi para ASN. Pemerintah resmi mengubah skema kerja pegawai negeri. Kini, ukuran kesuksesan seorang ASN bukan lagi dilihat dari seberapa pagi mereka datang, melainkan dari kinerja nyata yang dihasilkan.

Zaman “asal absen yang penting hadir” tampaknya mulai ditinggalkan.

Apa yang Berubah di Kantor Pemerintah?

Perubahan ini bertujuan agar birokrasi kita tidak kaku dan lebih produktif. Inilah poin-poin pentingnya:

  • Hasil di Atas Absensi: Yang dihitung adalah target kerja. Jika pekerjaan beres dan berkualitas, nilai pegawai akan tinggi.

  • Kerja Lebih Fleksibel: Pegawai didorong untuk bekerja lebih cerdas (work smarter), bukan sekadar lama-lama duduk di meja kantor.

  • Pantauan Digital: Semua hasil kerja wajib dilaporkan lewat sistem aplikasi kinerja agar lebih jujur dan transparan.

Baca Juga :  DJP Terbitkan PER-6/PJ/2026, Atur Teknis Pelaporan Pajak Minimum Global

Kenapa Aturan Ini Dibuat?

Pemerintah ingin menghapus citra ASN yang lambat. Dengan skema baru ini, diharapkan:

  1. Pelayanan Masyarakat Makin Sat-Set: Karena setiap pegawai punya target waktu yang jelas.

  2. Pegawai Rajin Dapat Reward: ASN yang berprestasi akan lebih mudah terlihat dibandingkan mereka yang hanya titip absen.

  3. Birokrasi Modern: Menyamakan standar kerja pemerintah dengan perusahaan profesional atau startup.

Baca Juga :  Pemkab Gowa Siapkan 16 Titik Lahan untuk Pembangunan KDMP Kodam XIV/Hasanuddin

Singkatnya, pemerintah ingin ASN lebih fokus pada solusi bagi masyarakat, bukan sekadar urusan administrasi kehadiran.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal
Pemkot Sungai Penuh Raih Apresiasi Pemimpin Daerah Award 2026 Berkat Inovasi Program 3S
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Mencapai 2.500 Meter
Energi Monyet Air Bawa Keberanian Menghadapi Perubahan
Banjir Bandang Mematikan Terjang Nepal-Tibet
Ramalan Shio Rabu 26 Agustus 2026
Komisi II DPRD Kota Sungai Penuh Bahas Pengawasan Distribusi LPG 3 Kg
Indonesia Belum Gunakan Pesawat Water Bombing Malaysia untuk Karhutla
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:26 WIB

Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Pemkot Sungai Penuh Raih Apresiasi Pemimpin Daerah Award 2026 Berkat Inovasi Program 3S

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:59 WIB

Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Mencapai 2.500 Meter

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:25 WIB

Energi Monyet Air Bawa Keberanian Menghadapi Perubahan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:47 WIB

Banjir Bandang Mematikan Terjang Nepal-Tibet

Berita Terbaru

Oplus_131072

Daerah

Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal

Jumat, 28 Agu 2026 - 08:26 WIB

Oplus_131072

Internasional

Energi Monyet Air Bawa Keberanian Menghadapi Perubahan

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:25 WIB

Oplus_0

Internasional

Banjir Bandang Mematikan Terjang Nepal-Tibet

Kamis, 27 Agu 2026 - 10:47 WIB