Trendsberita – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memulai pemeriksaan maraton terhadap biro travel haji pada pekan depan. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penyidikan kasus dugaan korupsi kuota haji tahun 2023–2024.
Pemeriksaan akan menyasar Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) sebagai saksi dalam perkara tersebut. KPK berencana melakukan pemeriksaan tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di berbagai daerah sesuai lokasi biro travel yang terlibat.
Juru Bicara KPK menyebutkan, metode pemeriksaan langsung di lokasi diharapkan membuat proses pengumpulan bukti lebih efektif. Selain itu, pendekatan ini juga memudahkan penyidik untuk menjangkau pihak-pihak yang berkaitan dengan kasus tersebut.
KPK juga mengimbau seluruh pihak yang dipanggil untuk bersikap kooperatif. Hal ini penting agar proses penyidikan berjalan lancar dan dapat segera mengungkap keseluruhan konstruksi perkara.
Kasus ini merupakan pengembangan dari dugaan korupsi dalam pengelolaan kuota haji. Sebelumnya, KPK telah menetapkan beberapa tersangka, termasuk mantan Menteri Agama serta pihak swasta yang diduga terlibat dalam praktik tersebut.
Dalam proses penyidikan, KPK juga memperpanjang masa penahanan salah satu tersangka guna mempermudah pemeriksaan lanjutan. Langkah ini dilakukan agar penyidik dapat menggali informasi secara lebih mendalam.
KPK menegaskan bahwa penyidikan kasus ini akan terus dikembangkan. Pemeriksaan terhadap biro travel haji diharapkan dapat membuka aliran dana serta mengungkap pihak lain yang terlibat.









