trendsberita.com – Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) di seluruh SPBU Indonesia tetap stabil per 16 April 2026. Kebijakan ini langsung memberi kepastian bagi masyarakat di tengah fluktuasi harga minyak dunia.
Pemerintah mengambil langkah tersebut untuk menjaga daya beli masyarakat. Selain itu, pemerintah juga ingin menahan laju inflasi agar tetap terkendali. Oleh karena itu, harga BBM baik subsidi maupun non-subsidi tidak mengalami perubahan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa keputusan ini merupakan arahan langsung dari Presiden. Ia menyebut pemerintah ingin menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global.
Daftar Harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina
Berdasarkan data terbaru, harga BBM di SPBU Pertamina masih mengacu pada penyesuaian sebelumnya. Berikut rinciannya:
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Solar subsidi: Rp6.800 per liter
- Pertamax (RON 92): Rp12.300 per liter
- Pertamax Green (RON 95): Rp12.900 per liter
- Pertamax Turbo: Rp13.100 per liter
- Dexlite: Rp14.200 per liter
- Pertamina Dex: Rp14.500 per liter
Harga tersebut berlaku di sejumlah wilayah, termasuk DKI Jakarta, dan menjadi acuan di berbagai SPBU nasional.
Pemerintah Utamakan Stabilitas Ekonomi
Pemerintah sengaja menahan harga BBM untuk menjaga keseimbangan ekonomi. Di satu sisi, kebijakan ini membantu masyarakat menghadapi tekanan biaya hidup. Di sisi lain, langkah ini juga menahan lonjakan inflasi.
Selain itu, pemerintah mempertimbangkan kondisi global yang masih belum stabil. Harga minyak dunia yang fluktuatif berpotensi memengaruhi biaya energi dalam negeri. Karena itu, pemerintah memilih langkah aman dengan tidak menaikkan harga BBM.
SPBU Swasta Ikut Menyesuaikan
Sejumlah SPBU swasta seperti Shell, BP, dan Vivo juga menyesuaikan harga mereka mengikuti kondisi pasar. Namun demikian, harga di beberapa wilayah tetap relatif stabil.
Di sisi lain, ketersediaan BBM di beberapa SPBU sempat menjadi perhatian. Meski begitu, pemerintah memastikan distribusi BBM tetap berjalan normal di berbagai daerah.
Masyarakat Diminta Tidak Terpengaruh Isu
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya. Banyak isu terkait kenaikan BBM beredar di media sosial tanpa konfirmasi resmi.
Oleh sebab itu, masyarakat sebaiknya mengacu pada informasi dari pemerintah atau lembaga resmi. Dengan begitu, masyarakat tidak mudah panik dan tetap tenang dalam menghadapi situasi.









