Trendsberita – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, merespons viralnya video dua bocah yang mengkritik kondisi jalan rusak di wilayah Sepauk, Kabupaten Sintang. Video tersebut menarik perhatian publik karena disampaikan dengan bahasa polos namun tajam.
Dalam tanggapannya, Ria Norsan menegaskan bahwa dirinya tidak anti terhadap kritik. Ia bahkan menyambut baik masukan dari masyarakat terkait kondisi infrastruktur. Namun, ia menyayangkan pelibatan anak-anak dalam penyampaian kritik tersebut.
Menurutnya, anak-anak seharusnya tidak dilibatkan dalam isu yang bersifat politis atau kritik terhadap pemerintah. Ia juga menilai ada indikasi pihak tertentu yang memanfaatkan situasi tersebut untuk membentuk opini negatif terhadap pemerintah provinsi.
Ria Norsan menyebut bahwa kritik yang disampaikan dalam video tidak hanya membahas soal jalan rusak, tetapi juga mengandung pesan yang cenderung menyudutkan dirinya sebagai gubernur. Ia menduga ada “pemain” di balik viralnya video tersebut.
Selain itu, ia menegaskan bahwa jalan yang dikeluhkan dalam video bukan merupakan kewenangan pemerintah provinsi. Jalan tersebut berstatus jalan kabupaten, sehingga menjadi tanggung jawab pemerintah Kabupaten Sintang.
Ia menilai kritik yang diarahkan kepadanya kurang tepat sasaran. Menurutnya, jika jalan tersebut merupakan jalan provinsi, maka perbaikan sudah pasti dilakukan oleh pemerintah provinsi.
Video dua bocah yang berdiri di jalan berlumpur dan licin itu sebelumnya viral di media sosial. Kepolosan mereka dalam menyampaikan keluhan menuai simpati publik, sekaligus memicu diskusi mengenai kondisi infrastruktur daerah dan etika pelibatan anak dalam kritik terhadap pemerintah.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memastikan tetap terbuka terhadap kritik. Namun, mereka menekankan pentingnya penyampaian aspirasi secara tepat dan sesuai dengan konteks kewenangan.









