Kepala BGN Akan Review 27 Ribu SPPG, Kaji Enam Dapur MBG per Kecamatan

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

JAKARTA, trendsberita.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Nugraheni menyatakan pihaknya akan meninjau kembali target pembangunan 27 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi bagian dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). BGN juga mengkaji kebutuhan pembangunan enam dapur MBG di setiap kecamatan untuk memperkuat distribusi makanan bergizi kepada masyarakat.

Nanik menjelaskan evaluasi tersebut bertujuan memastikan jumlah dapur yang dibangun benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Selain itu, BGN ingin memastikan setiap wilayah memperoleh layanan yang merata dan efektif.

Karena itu, BGN akan melakukan kajian lebih mendalam sebelum menetapkan jumlah akhir SPPG yang akan beroperasi secara nasional.

BGN Evaluasi Target 27 Ribu SPPG

BGN saat ini menempatkan pembangunan SPPG sebagai salah satu komponen penting dalam Program Makan Bergizi Gratis.

Melalui evaluasi tersebut, BGN ingin mengetahui apakah target 27 ribu dapur sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat di seluruh Indonesia. Nanik menegaskan bahwa lembaganya tidak hanya mengejar jumlah, tetapi juga efektivitas layanan yang diberikan kepada penerima manfaat.

Selain itu, BGN akan mempertimbangkan kondisi geografis dan jumlah penduduk pada setiap wilayah sebelum mengambil keputusan akhir.

Karena itu, hasil evaluasi dapat menjadi dasar untuk menyusun strategi pelaksanaan program yang lebih tepat sasaran.

Baca Juga :  Purbaya Pastikan Kenaikan Royalti SDA Ditunda, Pemerintah Siapkan Sumber Baru Rp200 Triliun

Kaji Enam Dapur di Setiap Kecamatan

BGN juga mengkaji skema penyediaan enam dapur MBG pada setiap kecamatan.

Menurut Nanik, kebutuhan dapur di setiap daerah bisa berbeda. Beberapa kecamatan mungkin memerlukan lebih banyak dapur karena memiliki jumlah penduduk yang besar, sementara wilayah lain mungkin membutuhkan jumlah yang lebih sedikit.

Selain mempertimbangkan jumlah penerima manfaat, BGN juga memperhitungkan akses distribusi makanan dan kesiapan infrastruktur pendukung.

Karena itu, kajian tersebut menjadi langkah penting untuk memastikan program berjalan secara efisien.

Program MBG Terus Diperluas

Pemerintah terus memperluas jangkauan Program Makan Bergizi Gratis sebagai salah satu program prioritas nasional.

Program tersebut menyasar pelajar, ibu hamil, ibu menyusui, dan kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi. Pemerintah berharap program ini dapat membantu meningkatkan kualitas kesehatan sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Selain itu, pemerintah juga ingin menekan angka stunting dan memperbaiki kualitas gizi masyarakat melalui program tersebut.

Karena itu, keberadaan dapur MBG menjadi elemen penting dalam mendukung keberhasilan program.

Distribusi Harus Tepat dan Efisien

BGN menilai keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya bergantung pada jumlah dapur yang tersedia.

Lembaga tersebut juga menekankan pentingnya sistem distribusi yang cepat, tepat, dan efisien. Dengan distribusi yang baik, makanan dapat sampai kepada penerima manfaat dalam kondisi layak konsumsi dan sesuai standar gizi yang telah ditetapkan.

Baca Juga :  Jenazah Kapten Zulmi Aditya, Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Akan Tiba di Indonesia Besok

Selain itu, BGN ingin memastikan seluruh daerah memperoleh akses layanan yang setara.

Karena itu, evaluasi jumlah dapur menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelaksanaan program.

Pemerintah Fokus pada Kualitas Layanan

Selain menambah jumlah dapur, pemerintah juga fokus meningkatkan kualitas layanan yang diberikan oleh setiap SPPG.

Pemerintah ingin memastikan setiap dapur memenuhi standar kebersihan, keamanan pangan, dan kualitas gizi yang berlaku. Langkah tersebut bertujuan menjaga mutu makanan yang diterima masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga akan memperkuat pengawasan terhadap operasional dapur di berbagai daerah.

Karena itu, program MBG tidak hanya mengejar cakupan yang luas tetapi juga kualitas layanan yang optimal.

Dukungan Daerah Jadi Faktor Penting

Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan.

Kerja sama tersebut mencakup penyediaan lahan, dukungan logistik, serta pengawasan pelaksanaan program di lapangan. Pemerintah berharap kolaborasi tersebut dapat mempercepat perluasan layanan ke seluruh wilayah Indonesia.

Selain itu, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah juga membantu memastikan program berjalan sesuai target.

Karena itu, BGN terus berkoordinasi dengan berbagai pihak dalam proses evaluasi dan pengembangan SPPG.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LSM Brajo Sakti Soroti Penggunaan Anggaran Operasional RS Pratama Bukit Kerman
Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal
Pemkot Sungai Penuh Raih Apresiasi Pemimpin Daerah Award 2026 Berkat Inovasi Program 3S
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Mencapai 2.500 Meter
Energi Monyet Air Bawa Keberanian Menghadapi Perubahan
Banjir Bandang Mematikan Terjang Nepal-Tibet
Ramalan Shio Rabu 26 Agustus 2026
Komisi II DPRD Kota Sungai Penuh Bahas Pengawasan Distribusi LPG 3 Kg
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 08:47 WIB

LSM Brajo Sakti Soroti Penggunaan Anggaran Operasional RS Pratama Bukit Kerman

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:26 WIB

Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Pemkot Sungai Penuh Raih Apresiasi Pemimpin Daerah Award 2026 Berkat Inovasi Program 3S

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:59 WIB

Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Mencapai 2.500 Meter

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:25 WIB

Energi Monyet Air Bawa Keberanian Menghadapi Perubahan

Berita Terbaru

Oplus_131072

Daerah

Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal

Jumat, 28 Agu 2026 - 08:26 WIB

Oplus_131072

Internasional

Energi Monyet Air Bawa Keberanian Menghadapi Perubahan

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:25 WIB