Jakarta, trendsberita.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 663 ribu anak di Indonesia mengalami peningkatan tekanan darah berdasarkan hasil Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) tahun 2026.
Data ini muncul setelah pemerintah melakukan skrining kesehatan pada jutaan anak usia sekolah di berbagai daerah. Kemenkes menilai temuan tersebut sebagai sinyal penting terkait kondisi kesehatan generasi muda.
Selain itu, angka ini menunjukkan bahwa tekanan darah tinggi tidak lagi hanya menyerang orang dewasa.
Data Skrining Ungkap Pola Kesehatan Anak Mulai Berubah
Kemenkes menemukan tren baru dalam kesehatan anak Indonesia. Penyakit tidak menular seperti hipertensi mulai muncul pada usia sekolah.
Hasil pemeriksaan menunjukkan banyak anak mengalami tekanan darah di atas normal tanpa gejala yang jelas. Karena itu, tenaga kesehatan menilai kondisi ini sering tidak terdeteksi sejak awal.
Selain itu, data juga menunjukkan bahwa gaya hidup anak modern ikut memengaruhi kondisi kesehatan mereka.
Pola Hidup Jadi Faktor Utama
Kemenkes menjelaskan bahwa beberapa faktor utama memicu lonjakan tekanan darah pada anak, antara lain:
- konsumsi makanan tinggi garam dan gula
- kurang aktivitas fisik
- kebiasaan duduk terlalu lama
- penggunaan gadget berlebihan
- pola tidur tidak teratur
Selain itu, pola makan keluarga juga ikut memengaruhi kondisi kesehatan anak.
Karena itu, Kemenkes menilai peran orang tua menjadi sangat penting dalam menjaga kesehatan anak sejak dini.
Hipertensi Anak Jadi Masalah Serius
Tenaga kesehatan menilai hipertensi pada anak bisa berdampak jangka panjang. Jika tidak dikendalikan, kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan gangguan ginjal saat dewasa.
Selain itu, tekanan darah tinggi pada usia muda juga bisa menurunkan kualitas hidup di masa depan.
Karena itu, temuan ini menjadi perhatian serius dalam dunia kesehatan nasional.
Kemenkes Dorong Skrining Rutin di Sekolah
Untuk mengantisipasi masalah ini, Kemenkes mendorong sekolah memperkuat program skrining kesehatan secara rutin.
Selain itu, pemerintah juga meminta orang tua untuk menerapkan pola hidup sehat di rumah.
Langkah ini mencakup:
- memperbaiki pola makan
- meningkatkan aktivitas fisik
- membatasi konsumsi gula dan garam
- mengatur waktu tidur anak
Dengan cara ini, pemerintah berharap risiko hipertensi pada anak dapat ditekan sejak dini.









