BI Rate Naik ke 5,25%, Mending Ambil KPR Sekarang atau Tunda?

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi KPR. Foto: Getty Images/xijian

Ilustrasi KPR. Foto: Getty Images/xijian

JAKARTA, trendsberita.com – Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 5,25 persen. Kenaikan ini langsung memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat, terutama mereka yang berencana membeli rumah: lebih baik mengambil KPR sekarang atau menunda?

Selain itu, kenaikan BI Rate juga memberi tekanan pada sektor properti karena berpotensi mendorong bunga kredit, termasuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR), ikut meningkat.

Di sisi lain, kondisi ini membuat calon pembeli rumah harus menghitung ulang kemampuan finansial mereka sebelum mengajukan pinjaman jangka panjang.

Dampak BI Rate ke Cicilan KPR

Kenaikan BI Rate biasanya tidak langsung berdampak pada semua jenis KPR. Namun, bank tetap menyesuaikan bunga kredit secara bertahap, terutama pada skema bunga mengambang atau floating rate.

Akibatnya, cicilan KPR dapat meningkat beberapa bulan setelah kebijakan berlaku. Selain itu, debitur yang memasuki masa fixed rate juga bisa merasakan penyesuaian setelah periode promo berakhir.

Pengamat properti menjelaskan bahwa kenaikan suku bunga akan meningkatkan biaya dana perbankan. Karena itu, bank menyesuaikan bunga kredit untuk menjaga margin keuntungan.

Dengan demikian, masyarakat perlu memahami bahwa kenaikan BI Rate tidak hanya angka ekonomi, tetapi juga berdampak langsung pada beban cicilan rumah.

Ambil KPR Sekarang atau Tunda?

Situasi ini memunculkan dua pilihan utama bagi calon pembeli rumah. Pertama, mengambil KPR sekarang sebelum bunga naik lebih tinggi. Kedua, menunda pembelian sambil menunggu kondisi suku bunga lebih stabil.

Baca Juga :  Gaji Masinis KRL 2026 per Bulan: Segini Besaran dan Tunjangan yang Diterima

Jika seseorang memilih mengambil KPR sekarang, ia bisa mengunci bunga tetap (fixed rate) selama periode awal. Langkah ini membantu menjaga cicilan tetap stabil dalam jangka pendek.

Namun demikian, jika seseorang menunda, ia berpotensi menghadapi bunga lebih tinggi di masa depan. Di sisi lain, kondisi ekonomi bisa berubah dan memberi peluang bunga turun kembali.

Oleh karena itu, keputusan KPR sangat bergantung pada kondisi keuangan masing-masing individu.

Faktor yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Ambil KPR

Selain suku bunga, ada beberapa faktor lain yang perlu diperhatikan sebelum mengambil keputusan.

Pertama, kondisi pendapatan. Jika pendapatan stabil dan cukup kuat, mengambil KPR saat ini bisa menjadi langkah strategis.

Kedua, tenor pinjaman. Semakin panjang tenor, semakin besar total bunga yang dibayarkan meski cicilan bulanan lebih ringan.

Ketiga, jenis bunga. KPR dengan fixed rate memberikan kepastian cicilan di awal, sedangkan floating rate mengikuti kondisi pasar.

Selain itu, calon debitur juga perlu memperhitungkan risiko kenaikan bunga di masa depan.

Bank Masih Tahan Kenaikan, Tapi Risiko Tetap Ada

Meskipun BI Rate naik, beberapa bank belum langsung menaikkan bunga KPR. Mereka masih mempertimbangkan kondisi likuiditas dan strategi penyaluran kredit.

Baca Juga :  Bupati Tulungagung Tiba di Gedung KPK Usai Terjaring OTT

Namun demikian, transmisi kenaikan bunga biasanya terjadi dalam beberapa bulan ke depan. Karena itu, masyarakat tetap perlu bersiap menghadapi kemungkinan kenaikan cicilan.

Di sisi lain, bank juga tetap menawarkan promo bunga fixed untuk menarik nasabah baru. Strategi ini membantu menjaga pertumbuhan kredit di sektor properti.

Dampak ke Pasar Properti

Kenaikan BI Rate juga berpotensi menekan minat masyarakat membeli rumah. Hal ini terjadi karena cicilan KPR menjadi lebih mahal ketika bunga naik.

Selain itu, pengembang properti juga menghadapi tantangan dalam menjaga penjualan. Mereka perlu menawarkan promo atau skema pembayaran lebih fleksibel untuk menarik pembeli.

Namun demikian, rumah subsidi masih menjadi segmen yang relatif stabil karena mendapat dukungan bunga tetap dari pemerintah.

Strategi Cerdas Menghadapi Kenaikan BI Rate

Dalam kondisi suku bunga tinggi, calon pembeli rumah perlu menyusun strategi keuangan yang lebih hati-hati.

Pertama, pilih rumah sesuai kemampuan finansial, bukan hanya keinginan. Kedua, manfaatkan bunga fixed rate selama periode awal KPR.

Selain itu, pertimbangkan uang muka (DP) yang lebih besar agar cicilan bulanan lebih ringan.

Di sisi lain, lokasi rumah juga penting karena dapat memengaruhi biaya transportasi dan pengeluaran bulanan.

Dengan strategi yang tepat, risiko beban cicilan dapat dikendalikan meski suku bunga naik.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Perintahkan Bahasa Prancis Diajarkan di Seluruh Sekolah Indonesia
Heboh Gunung Emas 53 Juta Ton di Kalimantan, Ternyata Penipuan Besar
Rupiah Kembali Tertekan, Dibuka Dekati Rp17.900 per Dolar AS
Operasi Patuh 2026 Mulai 8 Juni, Polisi Incar Pelat Nomor Modifikasi
KY Umumkan Nama Lolos Seleksi Calon Hakim Agung 2026, Ini Daftarnya
APKASINDO Sambut Positif Hasil Rakor Harga TBS Sawit, Petani Dapat Angin Segar
Prabowo Salurkan 1.098 Sapi Kurban ke Seluruh Indonesia, Jangkau 552 Daerah
Buruh Indomaret Protes, Upah Lembur Tanggal Merah Diganti Libur
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 13:00 WIB

Prabowo Perintahkan Bahasa Prancis Diajarkan di Seluruh Sekolah Indonesia

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:00 WIB

Heboh Gunung Emas 53 Juta Ton di Kalimantan, Ternyata Penipuan Besar

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:00 WIB

Rupiah Kembali Tertekan, Dibuka Dekati Rp17.900 per Dolar AS

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:00 WIB

Operasi Patuh 2026 Mulai 8 Juni, Polisi Incar Pelat Nomor Modifikasi

Rabu, 27 Mei 2026 - 12:00 WIB

KY Umumkan Nama Lolos Seleksi Calon Hakim Agung 2026, Ini Daftarnya

Berita Terbaru