Prabowo Pangkas Anggaran Program Makan Gratis Rp 67 Triliun, Pemerintah Tekankan Efisiensi Tanpa Kurangi Manfaat

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(B Universe Photo/Addin Anugrah Siwi)

(B Universe Photo/Addin Anugrah Siwi)

JAKARTA, trendsberita.com – Pemerintah memangkas anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp 67 triliun. Kebijakan ini membuat anggaran turun dari Rp 335 triliun menjadi Rp 268 triliun.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keputusan tersebut dalam konferensi pers di Jakarta. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak mengurangi tujuan utama program.

“Angka sementara berada di Rp 268 triliun. Perhitungan masih berjalan dan bisa berubah,” kata Purbaya.

Pemerintah Tekankan Efisiensi, Bukan Pengurangan Program

Pemerintah menjelaskan bahwa pemangkasan ini bukan pengurangan manfaat. Kebijakan ini fokus pada efisiensi belanja negara.

Kementerian Keuangan menilai sejumlah pos anggaran perlu penyesuaian. Dana yang tidak efektif dialihkan ke program prioritas.

MBG tetap menjadi salah satu program utama pemerintahan Prabowo Subianto. Program ini menyasar pelajar, ibu hamil, dan kelompok rentan.

Target Program Tetap Berjalan

Pemerintah tetap mempertahankan target penerima manfaat dalam jumlah besar. Jutaan anak sekolah masih masuk dalam daftar penerima.

Baca Juga :  Cara Indonesia Hadapi Dampak Selat Hormuz, Jalur Energi Dunia yang Terancam

Program ini juga mendukung penurunan angka stunting. Pemerintah ingin memperbaiki kualitas gizi anak sejak usia dini.

Prabowo sebelumnya menegaskan pentingnya investasi pada generasi muda. Ia menempatkan kesehatan anak sebagai prioritas pembangunan nasional.

Anggaran Turun Setelah Evaluasi

Sebelumnya, pemerintah menetapkan anggaran MBG sebesar Rp 335 triliun. Setelah evaluasi, angka itu turun menjadi Rp 268 triliun.

Kementerian Keuangan menyebut evaluasi dilakukan untuk memperbaiki sistem belanja. Pemerintah juga menilai perlu ada perbaikan distribusi makanan.

Selain itu, pemerintah ingin memperkuat pengawasan penggunaan dana.

Tantangan Pelaksanaan di Lapangan

Program ini berjalan dengan skala besar di seluruh Indonesia. Kondisi geografis membuat distribusi tidak selalu mudah.

Beberapa daerah menghadapi kendala logistik. Pengiriman makanan membutuhkan sistem yang lebih teratur.

Pengamat menilai program ini membutuhkan koordinasi lintas lembaga. Tanpa sistem kuat, biaya operasional bisa membengkak.

Baca Juga :  Besok Ada Pengumuman Penting, Pasar Waspadai Data Inflasi Indonesia Juni 2026

Pemerintah Perkuat Pengawasan

Pemerintah memperketat pengawasan pelaksanaan MBG. Kementerian Keuangan bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional.

Pengawasan mencakup kualitas makanan dan alur distribusi. Pemerintah juga mulai mendorong sistem digital untuk pemantauan.

Langkah ini bertujuan mengurangi potensi kebocoran anggaran.

Respons Publik Beragam

Masyarakat menyambut program ini dengan beragam pandangan. Banyak pihak mendukung karena manfaatnya langsung terasa.

Namun sebagian kalangan menyoroti besarnya anggaran negara. Mereka meminta pemerintah menjaga keberlanjutan fiskal.

Pemerintah tetap optimistis program ini memberi dampak jangka panjang.

Arah Kebijakan Selanjutnya

Pemerintah akan terus mengevaluasi pelaksanaan program. Fokus utama ada pada efisiensi dan distribusi.

Sistem digital akan diperluas untuk memantau realisasi anggaran. Pemerintah juga ingin memperbaiki rantai pasok makanan.

Dengan langkah ini, pemerintah berharap program berjalan lebih tepat sasaran.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LSM Brajo Sakti Soroti Penggunaan Anggaran Operasional RS Pratama Bukit Kerman
Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal
Pemkot Sungai Penuh Raih Apresiasi Pemimpin Daerah Award 2026 Berkat Inovasi Program 3S
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Mencapai 2.500 Meter
Energi Monyet Air Bawa Keberanian Menghadapi Perubahan
Banjir Bandang Mematikan Terjang Nepal-Tibet
Ramalan Shio Rabu 26 Agustus 2026
Komisi II DPRD Kota Sungai Penuh Bahas Pengawasan Distribusi LPG 3 Kg
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 08:47 WIB

LSM Brajo Sakti Soroti Penggunaan Anggaran Operasional RS Pratama Bukit Kerman

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:26 WIB

Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Pemkot Sungai Penuh Raih Apresiasi Pemimpin Daerah Award 2026 Berkat Inovasi Program 3S

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:59 WIB

Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Mencapai 2.500 Meter

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:25 WIB

Energi Monyet Air Bawa Keberanian Menghadapi Perubahan

Berita Terbaru

Oplus_131072

Daerah

Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal

Jumat, 28 Agu 2026 - 08:26 WIB

Oplus_131072

Internasional

Energi Monyet Air Bawa Keberanian Menghadapi Perubahan

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:25 WIB