AHY Buka Suara soal Harga Tiket Pesawat yang Berpotensi Naik

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 18 Mei 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kemenko Infrastruktur

Foto: Kemenko Infrastruktur

trendsberita.com – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, akhirnya buka suara terkait potensi kenaikan harga tiket pesawat domestik.

AHY menjelaskan bahwa tekanan geopolitik global dan lonjakan harga energi dunia menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan biaya operasional maskapai penerbangan. Kondisi tersebut ikut memengaruhi tarif penerbangan dalam negeri.

Menurut AHY, dunia saat ini masih menghadapi ketidakpastian akibat konflik internasional dan tekanan perang di berbagai kawasan. Situasi tersebut membuat pasar energi global bergerak tidak stabil.

“Inilah yang harus kita hadapi bersama karena dunia masih berada dalam tekanan geopolitik dan tekanan perang,” ujar AHY kepada wartawan di Jakarta, Minggu (17/5/2026).

Harga Energi Dunia Dorong Biaya Operasional Maskapai

AHY menilai kenaikan harga energi global langsung memengaruhi industri penerbangan. Harga avtur yang terus meningkat membuat biaya operasional maskapai ikut bertambah.

Karena itu, pemerintah mulai menerapkan kebijakan biaya tambahan bahan bakar atau fuel surcharge untuk tiket pesawat kelas ekonomi domestik.

Kementerian Perhubungan menetapkan aturan tersebut melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 1041 Tahun 2026. Pemerintah mulai memberlakukan kebijakan itu sejak 13 Mei 2026.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F Laisa, menjelaskan bahwa kebijakan fuel surcharge membantu menjaga keberlangsungan operasional maskapai di tengah kenaikan biaya energi dunia.

Baca Juga :  KFC Indonesia Rugi Ratusan Miliar, Utang Membengkak dan Gerai Mulai Berguguran

Pemerintah Janji Jaga Keterjangkauan Tiket

Meski membuka peluang kenaikan tarif pesawat, AHY memastikan pemerintah tetap mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat.

Ia mengatakan pemerintah ingin menjaga keseimbangan antara keberlangsungan industri penerbangan dan daya beli penumpang.

AHY berharap penyesuaian tarif tidak memberatkan masyarakat, terutama menjelang periode libur sekolah dan Iduladha yang biasanya meningkatkan mobilitas penumpang.

“Semoga situasi global membaik dan harga tiket pesawat tidak terlalu memberatkan masyarakat,” kata AHY.

AHY Akan Bahas dengan Kemenhub dan Maskapai

AHY menegaskan pemerintah masih membahas kebijakan tersebut bersama Kementerian Perhubungan dan maskapai penerbangan nasional.

Pemerintah ingin mencari solusi terbaik agar industri penerbangan tetap berjalan sehat tanpa membebani masyarakat secara berlebihan.

AHY juga menyebut pemerintah terus memantau perkembangan harga energi dunia yang sangat memengaruhi sektor transportasi udara.

Selain itu, pemerintah akan mengevaluasi dampak kebijakan fuel surcharge terhadap penumpang dan maskapai dalam beberapa waktu ke depan.

Maskapai Hadapi Tekanan Biaya Operasional

Kenaikan harga avtur menjadi tantangan besar bagi industri penerbangan nasional. Banyak maskapai harus menanggung biaya operasional yang semakin tinggi dalam beberapa bulan terakhir.

Baca Juga :  Pemerintah Pastikan Harga Pertalite Tak Naik di 2026

Pelaku industri penerbangan menilai fuel surcharge menjadi langkah sementara untuk menjaga stabilitas bisnis maskapai.

Tanpa penyesuaian tarif, maskapai berisiko mengalami tekanan finansial lebih besar akibat kenaikan harga energi global.

Karena itu, pemerintah mencoba mencari jalan tengah agar operasional penerbangan tetap berjalan normal.

Pengamat Nilai Harga Tiket Sulit Turun dalam Waktu Dekat

Sejumlah pengamat transportasi memperkirakan harga tiket pesawat masih sulit turun dalam waktu dekat.

Kondisi geopolitik global yang belum stabil membuat harga minyak dunia terus bergerak fluktuatif. Situasi tersebut ikut memengaruhi harga avtur sebagai komponen utama biaya penerbangan.

Selain faktor energi, tingginya permintaan perjalanan udara menjelang musim liburan juga dapat mendorong kenaikan harga tiket.

Karena itu, masyarakat kemungkinan perlu menyiapkan biaya perjalanan lebih tinggi dibanding sebelumnya.

Masyarakat Diminta Bijak Atur Jadwal Perjalanan

Pengamat transportasi menyarankan masyarakat membeli tiket lebih awal untuk mendapatkan harga yang lebih kompetitif.

Penumpang juga bisa memanfaatkan promo maskapai atau memilih jadwal penerbangan di luar musim ramai penumpang.

Langkah tersebut dapat membantu masyarakat mengurangi beban biaya perjalanan udara di tengah potensi kenaikan tarif.

Di sisi lain, maskapai juga diharapkan tetap menjaga kualitas layanan meski menghadapi tekanan biaya operasional.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LSM Brajo Sakti Soroti Penggunaan Anggaran Operasional RS Pratama Bukit Kerman
Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal
Pemkot Sungai Penuh Raih Apresiasi Pemimpin Daerah Award 2026 Berkat Inovasi Program 3S
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Mencapai 2.500 Meter
Energi Monyet Air Bawa Keberanian Menghadapi Perubahan
Banjir Bandang Mematikan Terjang Nepal-Tibet
Ramalan Shio Rabu 26 Agustus 2026
Komisi II DPRD Kota Sungai Penuh Bahas Pengawasan Distribusi LPG 3 Kg
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 08:47 WIB

LSM Brajo Sakti Soroti Penggunaan Anggaran Operasional RS Pratama Bukit Kerman

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:26 WIB

Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Pemkot Sungai Penuh Raih Apresiasi Pemimpin Daerah Award 2026 Berkat Inovasi Program 3S

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:59 WIB

Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Mencapai 2.500 Meter

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:25 WIB

Energi Monyet Air Bawa Keberanian Menghadapi Perubahan

Berita Terbaru

Oplus_131072

Daerah

Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal

Jumat, 28 Agu 2026 - 08:26 WIB

Oplus_131072

Internasional

Energi Monyet Air Bawa Keberanian Menghadapi Perubahan

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:25 WIB