Bos Xiaomi Ungkap Alasan Tak Rilis Rival iPhone Air, Fokus ke Performa dan Baterai

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 17 Mei 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: ANTARA/Weibo Lu Weibing)

(Foto: ANTARA/Weibo Lu Weibing)

trendsberita.com – Xiaomi menghentikan pengembangan ponsel ultra tipis yang sebelumnya mereka siapkan untuk bersaing dengan iPhone Air. Presiden Xiaomi, Lu Weibing, menjelaskan keputusan itu secara terbuka setelah timnya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prototipe yang hampir masuk produksi massal.

Lu mengatakan timnya tidak ingin memaksakan desain yang justru mengorbankan pengalaman pengguna.

“Kami sudah mendekati tahap produksi, tetapi kami memilih berhenti karena beberapa pertimbangan teknis penting,” ujar Lu Weibing dalam keterangan yang dikutip ANTARA.

Keputusan ini langsung mengubah arah strategi Xiaomi pada lini flagship ke depan.

Tim Xiaomi Temukan Banyak Masalah pada Desain Super Tipis

Insinyur Xiaomi menemukan banyak keterbatasan saat mereka menguji desain ultra tipis tersebut. Mereka melihat ruang internal perangkat menjadi terlalu sempit untuk menampung komponen penting.

Tim pengembang mencatat bahwa baterai berkapasitas besar tidak bisa masuk tanpa mengorbankan bentuk perangkat. Selain itu, sistem pendinginan juga tidak bekerja optimal karena ruang sirkulasi panas terlalu terbatas.

Lu menegaskan bahwa timnya tidak mau mengorbankan performa hanya demi desain.

“Kami harus memilih antara desain ekstrem atau pengalaman penggunaan yang stabil. Kami memilih yang kedua,” kata Lu.

Baca Juga :  Samsung Galaxy A57 5G Resmi Rilis, Harga Mulai Rp7 Jutaan dengan Fitur AI dan Desain Lebih Premium

Xiaomi Lihat Perubahan Kebutuhan Pengguna

Xiaomi kemudian mempelajari perilaku pengguna smartphone secara global. Mereka menemukan bahwa konsumen kini lebih fokus pada daya tahan baterai dan performa stabil dibanding desain tipis.

Tim riset Xiaomi mencatat banyak pengguna aktif menginginkan ponsel yang mampu bertahan seharian penuh tanpa pengisian ulang.

Lu menjelaskan bahwa perusahaan menyesuaikan keputusan berdasarkan kebutuhan nyata, bukan sekadar tren desain.

Prototipe Sudah Dekati Produksi Massal

Xiaomi sebenarnya sudah membawa proyek ini ke tahap lanjut. Tim internal bahkan sudah menyiapkan prototipe yang sangat mendekati desain final.

Namun saat mereka melakukan pengujian, beberapa masalah muncul. Chipset menghasilkan panas tinggi, sementara ruang kecil membuat sistem pendinginan tidak mampu menurunkan suhu secara efektif.

Tim teknis juga menemukan baterai kecil tidak mampu mendukung penggunaan berat dalam durasi panjang. Kondisi ini membuat performa perangkat tidak stabil saat diuji dalam skenario nyata.

Setelah melihat hasil tersebut, tim pengembang akhirnya menyarankan untuk menghentikan proyek.

Tren HP Ultra Tipis Mulai Kehilangan Daya Tarik

Xiaomi bukan satu-satunya perusahaan yang menghadapi tantangan ini. Beberapa produsen smartphone lain juga mencoba konsep serupa, tetapi mereka menghadapi masalah yang hampir sama.

Baca Juga :  Vendor China Salip Apple, Teknologi Layar Liquid Glass Mulai Dikuasai Lebih Dulu

Perusahaan-perusahaan tersebut kesulitan menjaga keseimbangan antara desain tipis dan performa perangkat.

Industri smartphone kini mulai bergerak menjauh dari desain ekstrem dan lebih fokus pada fungsi nyata yang dirasakan pengguna.

Xiaomi Alihkan Fokus ke Seri “Max”

Xiaomi kemudian mengalihkan fokus pengembangan ke lini “Max”. Lu Weibing menjelaskan bahwa konsep Max tidak hanya berarti ukuran besar, tetapi juga peningkatan menyeluruh pada performa.

Tim Xiaomi mengembangkan perangkat Max dengan baterai lebih besar, kamera lebih kuat, dan sistem pendinginan yang lebih efisien.

Lu menegaskan bahwa perusahaan ingin menghadirkan perangkat yang lebih siap untuk penggunaan berat sehari-hari.

Strategi Baru Xiaomi Hadapi Persaingan Global

Xiaomi mengubah strategi agar tetap kompetitif di pasar smartphone global. Mereka kini lebih fokus pada pengalaman pengguna dibanding mengejar desain ekstrem.

Tim pengembang memperkuat aspek yang paling sering pengguna rasakan, seperti:

  • daya tahan baterai yang lebih lama
  • performa stabil saat multitasking
  • kualitas kamera yang lebih konsisten
  • sistem pendinginan yang lebih baik

Pendekatan ini membantu Xiaomi memperkuat posisi di segmen flagship.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Logitech Mobi Fold Resmi Meluncur, Mouse Lipat yang Dirancang untuk Kerja di Mana Saja
iOS 27 Hadir dengan AI Lebih Canggih, Fitur Terbaik Hanya Tersedia di iPhone 17 Pro
iPhone SOS Only Muncul? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Misi MAVEN Mars Berakhir, NASA Kehilangan Kontak Secara Misterius
Samsung Vision AI Hadir, Ubah TV Menjadi Pusat Pengalaman AI di Rumah
AI di Smartphone 2026: Fitur Penting atau Sekadar Strategi Marketing?
Amazfit Balance 3 dan Balance Ultra Resmi Meluncur, Baterai Tahan hingga 30 Hari
NVIDIA Vera Resmi Hadir, CPU Server ARM dengan 88 Core untuk Era AI
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:00 WIB

Logitech Mobi Fold Resmi Meluncur, Mouse Lipat yang Dirancang untuk Kerja di Mana Saja

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:00 WIB

iOS 27 Hadir dengan AI Lebih Canggih, Fitur Terbaik Hanya Tersedia di iPhone 17 Pro

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:00 WIB

iPhone SOS Only Muncul? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Minggu, 7 Juni 2026 - 10:00 WIB

Misi MAVEN Mars Berakhir, NASA Kehilangan Kontak Secara Misterius

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:00 WIB

Samsung Vision AI Hadir, Ubah TV Menjadi Pusat Pengalaman AI di Rumah

Berita Terbaru

(NurPhoto via Getty Images/NurPhoto)

Internasional

Diserang Rudal Iran, Pangkalan Udara Utama Israel Mengalami Kerusakan

Kamis, 11 Jun 2026 - 13:00 WIB