Jakarta, Trendsberita.com – NASA resmi mengakhiri misi Mars Atmosphere and Volatile Evolution (MAVEN) setelah kehilangan kontak dengan wahana yang telah mengorbit Mars selama lebih dari satu dekade. Keputusan tersebut menandai berakhirnya salah satu misi paling penting dalam sejarah eksplorasi Planet Merah. Setelah berupaya memulihkan komunikasi selama berbulan-bulan, NASA akhirnya menyatakan bahwa MAVEN berada dalam kondisi yang tidak dapat dipulihkan.
MAVEN merupakan wahana yang diluncurkan NASA pada November 2013 dan mulai mengorbit Mars pada September 2014. Misi ini bertujuan mempelajari atmosfer bagian atas Mars, ionosfer, serta interaksi antara planet tersebut dengan angin Matahari. Awalnya NASA merancang MAVEN untuk menjalankan misi utama selama satu tahun, namun wahana tersebut mampu bertahan dan beroperasi lebih dari 11 tahun.
Selama bertahun-tahun, MAVEN memberikan kontribusi besar terhadap pemahaman ilmuwan mengenai perubahan iklim Mars dan proses hilangnya atmosfer planet tersebut. Data yang dikumpulkan wahana ini membantu menjelaskan bagaimana Mars yang dahulu diduga memiliki air dalam jumlah besar berubah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti saat ini.
Kontak Hilang Saat Berada di Balik Mars
Peristiwa yang mengakhiri perjalanan MAVEN terjadi pada 6 Desember 2025. Saat itu wahana melintas di belakang Mars dari sudut pandang Bumi. Manuver tersebut sebenarnya merupakan bagian rutin dari orbit MAVEN dan tidak menimbulkan kekhawatiran bagi tim pengendali misi.
Namun ketika wahana kembali muncul dari balik Mars, antena Deep Space Network milik NASA gagal menerima sinyal normal dari MAVEN. Tim misi segera melakukan berbagai upaya untuk memulihkan komunikasi, tetapi hasilnya tidak sesuai harapan.
Data singkat yang berhasil diterima menunjukkan adanya kondisi tidak normal pada wahana. MAVEN diduga berputar dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi dibandingkan kondisi operasional normal. Situasi tersebut kemungkinan mengganggu sistem orientasi dan menyebabkan baterai kehilangan daya secara bertahap.
NASA Bentuk Tim Investigasi
Setelah kehilangan komunikasi, NASA membentuk tim investigasi khusus untuk menelusuri penyebab kegagalan tersebut. Para ahli menganalisis data terakhir yang berhasil dikirim wahana sebelum kontak terputus.
Hasil investigasi awal menunjukkan MAVEN kemungkinan memasuki mode aman sebelum mengalami putaran tak terkendali. Putaran tersebut membuat panel surya gagal menghasilkan daya secara optimal dan menguras cadangan energi wahana. Akibatnya sistem komunikasi berhenti berfungsi.
Meski demikian, para ilmuwan masih terus mempelajari penyebab pasti yang memicu kondisi tersebut. Hingga saat ini NASA belum menemukan bukti yang menunjukkan adanya satu faktor tunggal sebagai penyebab kegagalan MAVEN.
Kontribusi Besar bagi Ilmu Pengetahuan
MAVEN menjadi wahana pertama NASA yang secara khusus mempelajari atmosfer Mars. Selama lebih dari satu dekade, misi ini menghasilkan ribuan temuan ilmiah yang membantu para peneliti memahami sejarah evolusi Planet Merah.
Salah satu pencapaian terbesarnya adalah mengungkap bagaimana angin Matahari secara perlahan mengikis atmosfer Mars selama miliaran tahun. Temuan tersebut membantu menjelaskan mengapa Mars kehilangan sebagian besar atmosfernya dan tidak lagi mampu mempertahankan air dalam bentuk cair di permukaannya.
MAVEN juga berhasil mengamati aurora Mars, mempelajari perubahan ionosfer, serta meneliti hubungan antara aktivitas Matahari dan atmosfer planet tersebut. Informasi yang dikumpulkan wahana ini menjadi salah satu fondasi utama penelitian Mars modern.
Berperan Sebagai Penghubung Rover Mars
Selain menjalankan penelitian ilmiah, MAVEN juga memainkan peran penting sebagai penghubung komunikasi.
Wahana ini membantu mengirimkan data dari rover Curiosity dan Perseverance ke Bumi. Selama bertahun-tahun, MAVEN menjadi salah satu komponen penting dalam jaringan komunikasi Mars milik NASA.
Kehilangan MAVEN memang mengurangi kapasitas jaringan komunikasi tersebut. Namun NASA memastikan misi di permukaan Mars tetap berjalan normal karena masih ada beberapa wahana lain yang beroperasi di orbit Mars.
Apa yang Terjadi pada MAVEN Sekarang?
Meski tidak lagi berfungsi, MAVEN masih mengorbit Mars.
NASA memperkirakan wahana tersebut akan tetap berada di orbit selama 50 hingga 100 tahun sebelum akhirnya memasuki atmosfer Mars dan jatuh ke permukaan planet tersebut. Para ahli juga memastikan bahwa MAVEN tidak menimbulkan ancaman bagi wahana lain yang masih aktif di sekitar Mars.
Nasib tersebut sebenarnya cukup umum dalam sejarah eksplorasi Mars. Banyak wahana yang tetap berada di orbit selama puluhan tahun setelah misi berakhir sebelum akhirnya tertarik gravitasi dan memasuki atmosfer planet.
NASA Kehilangan Salah Satu Aset Penting
Bagi para ilmuwan yang terlibat dalam proyek ini, berakhirnya MAVEN menjadi momen emosional.
Beberapa anggota tim menggambarkan kehilangan wahana tersebut seperti kehilangan rekan kerja yang telah menemani mereka selama bertahun-tahun. Selama lebih dari satu dekade, MAVEN tidak hanya menghasilkan data penting tetapi juga menjadi simbol keberhasilan eksplorasi Mars modern.
Meski misi berakhir, warisan ilmiah yang ditinggalkan MAVEN akan terus digunakan dalam penelitian Mars selama bertahun-tahun ke depan.









