trendsberita – Kelompok DPD di MPR menggelar lokakarya bertema “Peran Perempuan dalam Pembentukan Karakter Bangsa di Era Digital” di Medan. Kegiatan ini menyoroti pentingnya peran perempuan dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin cepat.
Lokakarya tersebut menjadi forum diskusi antara anggota DPD, akademisi, dan pegiat pendidikan. Mereka membahas bagaimana perempuan dapat berperan lebih luas di ruang digital, tidak hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi juga sebagai penggerak perubahan sosial.
Ketua Kelompok DPD di MPR menegaskan bahwa era digital telah mengubah cara masyarakat berinteraksi. Media sosial kini menjadi ruang publik baru yang sangat memengaruhi nilai, budaya, dan opini publik.
Dalam konteks ini, perempuan dinilai memiliki peran strategis. Selain sebagai pendidik utama dalam keluarga, perempuan juga dianggap berperan penting dalam membentuk karakter generasi muda.
Namun, peserta lokakarya juga menyoroti tantangan di ruang digital. Di antaranya adalah kekerasan berbasis daring, penyebaran informasi palsu, serta tekanan sosial di media digital.
Karena itu, penguatan literasi digital menjadi salah satu fokus utama yang dibahas. Literasi ini dinilai penting agar perempuan dapat lebih bijak dalam menggunakan teknologi dan media sosial.
Selain itu, lokakarya juga menekankan pentingnya ruang digital yang aman, inklusif, dan ramah gender. Hal ini dianggap penting untuk mendukung partisipasi perempuan dalam berbagai bidang, termasuk politik dan pendidikan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan perempuan dapat semakin berdaya di era digital dan berkontribusi dalam membentuk karakter bangsa yang lebih kuat.









