Rusia-Ukraina Sepakat Gencatan Senjata Paskah 32 Jam, Namun Langsung Dilanggar

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 12 April 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi dampak serangan Rusia di Ukraina (Foto: REUTERS)

Ilustrasi dampak serangan Rusia di Ukraina (Foto: REUTERS)

trendsberita – Rusia dan Ukraina sempat menyepakati gencatan senjata selama 32 jam dalam rangka perayaan Paskah Ortodoks. Namun, kesepakatan itu tidak bertahan lama karena pelanggaran langsung terjadi di lapangan.

Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengumumkan penghentian sementara operasi militer. Gencatan senjata ini dimulai pada 11 April dan berakhir pada 12 April 2026.

Langkah tersebut diambil untuk memberi ruang perayaan keagamaan yang lebih aman. Rusia juga meminta Ukraina mengikuti keputusan tersebut selama periode yang telah ditentukan.

Baca Juga :  Deretan Negara Sambut Baik Gencatan Senjata AS–Iran

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menyatakan pihaknya siap mematuhi gencatan senjata. Ia bahkan menegaskan bahwa Ukraina telah lama mendorong penghentian konflik, terutama saat momen penting seperti Paskah.

Namun, situasi di lapangan berbeda. Kedua pihak saling menuduh telah melanggar kesepakatan. Serangan dilaporkan masih terjadi meski gencatan senjata belum berakhir.

Kondisi ini menunjukkan rapuhnya upaya perdamaian di tengah konflik yang telah berlangsung selama lebih dari empat tahun. Ketidakpercayaan antara kedua negara masih menjadi hambatan utama.

Baca Juga :  Menhan Pakistan Sebut Israel “Kutukan bagi Umat Manusia”, Picu Ketegangan Diplomatik

Gencatan senjata Paskah sebenarnya diharapkan menjadi langkah awal menuju dialog damai. Namun, pelanggaran yang terjadi justru memperlihatkan bahwa konflik masih jauh dari kata selesai.

Sejumlah pihak internasional pun terus memantau perkembangan ini. Mereka menilai stabilitas kawasan Eropa Timur sangat bergantung pada keberhasilan upaya damai antara Rusia dan Ukraina.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perundingan Gagal, AS Tuding Iran Tolak Syarat Tak Kembangkan Senjata Nuklir
AS Klaim Dua Kapal Perang Bersihkan Ranjau di Selat Hormuz, Iran Bereaksi Keras
Menhan Pakistan Sebut Israel “Kutukan bagi Umat Manusia”, Picu Ketegangan Diplomatik
Trump Telepon Netanyahu, Minta Kurangi Serangan ke Lebanon
Zelensky Terima Gencatan Senjata Rusia Saat Paskah Ortodoks
Trump Telepon Netanyahu, Minta Kurangi Serangan ke Lebanon
PAN Harap Pembukaan Selat Hormuz Bikin Harga Minyak Dunia Lebih Stabil
Komisi I DPR Yakin Gencatan Senjata AS–Iran Buka Jalan Solusi Jangka Panjang
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 13:30 WIB

Perundingan Gagal, AS Tuding Iran Tolak Syarat Tak Kembangkan Senjata Nuklir

Minggu, 12 April 2026 - 12:00 WIB

Rusia-Ukraina Sepakat Gencatan Senjata Paskah 32 Jam, Namun Langsung Dilanggar

Minggu, 12 April 2026 - 11:35 WIB

AS Klaim Dua Kapal Perang Bersihkan Ranjau di Selat Hormuz, Iran Bereaksi Keras

Sabtu, 11 April 2026 - 09:08 WIB

Menhan Pakistan Sebut Israel “Kutukan bagi Umat Manusia”, Picu Ketegangan Diplomatik

Jumat, 10 April 2026 - 12:00 WIB

Trump Telepon Netanyahu, Minta Kurangi Serangan ke Lebanon

Berita Terbaru