Trendsberita – Empat siswi SMP di Luwu Utara, Sulawesi Selatan meminta maaf setelah video mereka berjoget di Mapolres Luwu Utara viral di media sosial. Aksi tersebut terekam saat mereka dipanggil polisi terkait kasus pengeroyokan terhadap seorang teman sekelas.
Dua dari remaja itu, berinisial R dan S, diduga terlibat dalam pengeroyokan seorang siswi SMP di wilayah tersebut. Mereka dipanggil ke kantor polisi untuk diperiksa sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Namun saat pemeriksaan berlangsung, keempat remaja justru membuat konten joget yang kemudian diunggah ke TikTok dan Instagram. Video itu kemudian viral dan menuai kecaman dari netizen karena dinilai tidak menghormati proses hukum dan institusi kepolisian.
Menanggapi hal tersebut, para remaja kemudian merekam video permintaan maaf di kantor polisi. Dalam pernyataannya, mereka mengatakan tidak bermaksud merendahkan institusi Polri dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa.
Orang tua para pelaku juga ikut menyampaikan permintaan maaf kepada pihak keluarga korban serta kepada pihak kepolisian atas dampak negatif yang timbul akibat video tersebut.
Kasus pengeroyokan yang memicu viralnya video joget tersebut sebelumnya dilaporkan oleh orang tua korban ke pihak berwajib. Polisi terus menindaklanjuti kasus ini sesuai prosedur hukum.









