Trendsberita – Duka mendalam menyelimuti keluarga Zulmi Aditya Iskandar yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon. Sang ayah, Iskandarudin, mengungkapkan pesan terakhir putranya yang kini menjadi kenangan tak terlupakan.
Beberapa jam sebelum kejadian tragis yang merenggut nyawanya, Zulmi sempat menghubungi ayahnya melalui sambungan WhatsApp. Dalam percakapan itu, ia menunjukkan perhatian besar kepada orang tuanya.
Zulmi menanyakan rencana kegiatan ayahnya hari itu. Ia kemudian berpesan agar sang ayah tidak bepergian sendirian, mengingat usia yang sudah tidak muda lagi.
Pesan sederhana tersebut kini terasa sangat berarti bagi keluarga. Sang ayah mengenang putranya sebagai sosok yang penuh perhatian dan selalu memikirkan orang lain, bahkan saat sedang bertugas jauh dari tanah air.
Iskandarudin juga menyebut anaknya sebagai prajurit yang memiliki masa depan cerah. Selama berkarier di militer, Zulmi dikenal disiplin dan mampu menjalankan tugas dengan baik hingga dipercaya memimpin rekan-rekannya.
Menurut keluarga, almarhum seharusnya menyelesaikan tugasnya dalam waktu dekat. Ia dijadwalkan kembali ke Indonesia pada akhir Mei 2026 setelah menuntaskan misi internasionalnya.
Tak hanya itu, Zulmi juga direncanakan melanjutkan pendidikan militer untuk jenjang karier berikutnya. Harapan besar tersebut kini pupus setelah ia gugur dalam tugas negara.
Jenazah almarhum direncanakan dipulangkan dari Beirut menuju Indonesia. Setibanya di Tanah Air, keluarga akan menggelar prosesi pemakaman secara militer sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Keluarga mengaku telah ikhlas atas kepergian Zulmi. Mereka meyakini almarhum gugur sebagai pahlawan yang menjalankan tugas mulia demi menjaga perdamaian dunia.
Peristiwa ini merupakan bagian dari insiden yang menewaskan tiga prajurit TNI dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon di Lebanon pada akhir Maret 2026.









