trendsberita.com – Hoaks kartu debit SeaBank kembali beredar di media sosial dan membuat banyak pengguna khawatir. Pelaku menyebarkan tautan palsu yang mengatasnamakan program pendaftaran kartu debit SeaBank Indonesia dengan iming-iming cashback dan berbagai keuntungan menarik.
Unggahan tersebut muncul melalui akun Facebook bernama “debit card seabank”. Akun itu mengklaim SeaBank membuka layanan pendaftaran kartu debit bagi nasabah baru maupun pengguna lama. Untuk meyakinkan korban, pelaku turut mencantumkan narasi seolah-olah program tersebut berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI).
Padahal, informasi tersebut tidak benar. Penelusuran berbagai pihak menunjukkan tautan yang beredar tidak mengarah ke situs resmi SeaBank Indonesia. Link itu justru membawa pengguna ke formulir digital yang meminta data pribadi seperti nama lengkap, nomor telepon, hingga nomor rekening.
SeaBank Tegaskan Tidak Menyediakan Kartu Debit
Hasil penelusuran menunjukkan SeaBank Indonesia sampai saat ini belum menyediakan fasilitas kartu debit fisik untuk nasabahnya. Informasi tersebut tercantum dalam pusat bantuan resmi SeaBank Indonesia.
Karena itu, seluruh tautan yang mengklaim membuka pendaftaran kartu debit SeaBank dipastikan palsu dan berpotensi menjadi modus phishing atau pencurian data digital.
Modus semacam ini biasanya memanfaatkan rasa penasaran masyarakat terhadap layanan perbankan digital. Pelaku sengaja membuat tampilan promosi menyerupai informasi resmi agar korban lebih mudah percaya.
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo menemukan bahwa link yang beredar hanya berisi formulir pengumpulan data pribadi. Setelah korban mengisi data, pelaku diduga dapat memanfaatkan informasi tersebut untuk berbagai tindakan penipuan digital.
Modus Penipuan Digital Semakin Marak
Kasus penipuan digital yang mengatasnamakan bank dan aplikasi keuangan terus meningkat sepanjang 2026. Pelaku biasanya menawarkan hadiah, cashback, undian, atau layanan eksklusif untuk menarik perhatian korban.
Sebelumnya, hoaks serupa juga muncul dengan membawa nama BRI, BRImo, hingga program KIP Kuliah 2026. Seluruh modus tersebut memiliki pola hampir sama, yakni menyebarkan tautan palsu dan meminta data pribadi pengguna.
Pemerintah bahkan mulai memperketat keamanan digital karena maraknya kasus scam dan phishing di Indonesia. Kementerian Komunikasi dan Digital bersama operator seluler kini menerapkan registrasi biometrik untuk menekan penipuan digital yang terus meningkat.
Di media sosial dan forum internet, banyak pengguna mulai mengeluhkan meningkatnya scam berkedok layanan bank digital. Sebagian pengguna Reddit bahkan menyarankan masyarakat memakai virtual debit card dan tidak sembarang memasukkan data kartu ke situs tidak dikenal.
Ciri-Ciri Link Palsu yang Harus Diwaspadai
Masyarakat perlu mengenali beberapa tanda umum tautan palsu agar tidak menjadi korban penipuan digital. Berikut ciri yang paling sering muncul:
1. Menggunakan Domain Tidak Resmi
Link resmi SeaBank hanya menggunakan domain seabank.co.id. Jika tautan memakai alamat aneh atau tambahan karakter mencurigakan, pengguna perlu berhati-hati.
2. Menawarkan Hadiah Berlebihan
Pelaku sering menjanjikan cashback besar, hadiah instan, atau bonus tertentu untuk menarik perhatian korban.
3. Meminta Data Sensitif
Formulir palsu biasanya meminta nomor rekening, OTP, PIN, hingga data pribadi lain yang seharusnya bersifat rahasia.
4. Mendesak Korban Bertindak Cepat
Kalimat seperti “promo terbatas”, “akun akan diblokir”, atau “verifikasi sekarang” sering dipakai untuk membuat korban panik.
5. Berasal dari Akun Tidak Resmi
Banyak akun palsu memakai nama mirip institusi resmi, tetapi tidak memiliki tanda verifikasi atau informasi perusahaan yang jelas.
Pakar Keamanan Ingatkan Bahaya Phishing
Pakar keamanan siber mengingatkan bahwa phishing masih menjadi metode penipuan paling efektif di Indonesia. Banyak korban tidak sadar saat memasukkan data pribadi ke situs palsu karena tampilan halaman dibuat sangat mirip dengan layanan asli.
Ketika pelaku berhasil mendapatkan data rekening atau nomor telepon, mereka bisa melanjutkan aksi dengan berbagai metode lain seperti social engineering, pembobolan akun, hingga penipuan OTP.
Karena itu, masyarakat perlu membiasakan diri melakukan verifikasi informasi melalui kanal resmi perusahaan sebelum mengklik tautan apa pun.
Cara Aman Menghindari Penipuan Link Palsu
Agar terhindar dari penipuan digital, pengguna layanan perbankan digital perlu menerapkan beberapa langkah keamanan berikut:
- Jangan klik tautan dari pesan atau akun mencurigakan
- Pastikan alamat website memakai domain resmi
- Jangan pernah memberikan kode OTP kepada siapa pun
- Aktifkan verifikasi dua langkah pada aplikasi perbankan
- Gunakan aplikasi resmi yang diunduh dari Play Store atau App Store
- Hubungi customer service resmi jika menemukan promo mencurigakan
SeaBank sendiri menyediakan layanan pelanggan resmi melalui situs perusahaan dan customer service yang dapat dihubungi pengguna untuk melakukan verifikasi informasi.
Literasi Digital Jadi Kunci
Maraknya penipuan digital menunjukkan pentingnya literasi digital di tengah pertumbuhan layanan perbankan online. Semakin banyak masyarakat menggunakan bank digital, semakin besar pula peluang pelaku memanfaatkan celah keamanan pengguna.
Pakar keamanan menilai edukasi menjadi langkah paling efektif untuk menekan kasus phishing dan scam digital. Pengguna perlu memahami bahwa bank resmi tidak pernah meminta PIN, password, maupun kode OTP melalui tautan acak.
Kasus hoaks tautan kartu debit SeaBank menjadi pengingat bahwa masyarakat harus lebih berhati-hati sebelum memberikan data pribadi di internet. Satu klik pada link palsu bisa membuka jalan bagi pelaku untuk mengambil alih akun dan melakukan tindakan kriminal digital.









