Riset Microsoft Ungkap Korea Selatan Jadi Negara dengan Pertumbuhan Adopsi AI Tercepat di Dunia

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Photo : YONHAP News

Photo : YONHAP News

trendsberita.com – Korea Selatan kembali menarik perhatian dunia teknologi setelah riset terbaru Microsoft menunjukkan negara tersebut mencatat pertumbuhan adopsi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) tercepat di dunia. Lonjakan penggunaan AI di Negeri Ginseng menunjukkan transformasi digital di kawasan Asia berkembang semakin agresif.

Laporan terbaru dari AI Economy Institute milik Microsoft mencatat tingkat adopsi AI di Korea Selatan mencapai 37,1 persen pada kuartal pertama 2026. Angka itu naik 6,4 persen dibanding kuartal sebelumnya dan menjadi peningkatan tertinggi di antara 147 negara dalam survei global.

Kenaikan tersebut mendorong posisi Korea Selatan dalam indeks penyebaran AI dunia dari peringkat ke-18 menjadi posisi ke-16. Data ini menunjukkan masyarakat dan industri di Korea Selatan semakin aktif memanfaatkan teknologi AI dalam aktivitas sehari-hari maupun sektor bisnis.

Asia Jadi Kawasan dengan Pertumbuhan AI Cepat

Microsoft menilai lonjakan penggunaan AI di Korea Selatan mencerminkan tren besar yang sedang berlangsung di Asia. Dalam laporan itu, sebanyak 12 negara Asia mencatat kenaikan pengguna AI lebih dari 25 persen sejak Juni 2025.

Perusahaan teknologi terus meningkatkan kemampuan AI agar mampu memahami berbagai bahasa Asia dengan lebih akurat. Teknologi tersebut kini bisa mengenali konteks lokal, bahasa campuran, hingga pola komunikasi masyarakat Asia.

Kemajuan itu membuat masyarakat semakin nyaman memakai AI untuk berbagai kebutuhan sehari-hari. Banyak pengguna mulai memakai AI untuk mencari informasi, menerjemahkan bahasa, membuat konten, belajar, hingga membantu pekerjaan.

Pengamat teknologi digital Rudi Hartono menilai Korea Selatan berhasil membangun ekosistem digital yang mendukung perkembangan AI.

“Korea Selatan memiliki internet cepat, budaya teknologi yang kuat, dan dukungan pemerintah terhadap inovasi digital. Faktor itu membuat penggunaan AI berkembang sangat cepat,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).

Industri Teknologi Korsel Dorong Penggunaan AI

Perusahaan teknologi di Korea Selatan terus memperluas penggunaan AI di berbagai sektor. Mereka memanfaatkan teknologi tersebut untuk layanan pelanggan, keamanan siber, pendidikan, kesehatan, hingga industri hiburan.

Baca Juga :  Mac Neo Rp 5 Jutaan Bisa Guncang Windows, Apple Siapkan Serangan Besar di PC Murah

Banyak perusahaan lokal berlomba menghadirkan layanan AI yang lebih personal dan efisien. Mereka memakai AI untuk meningkatkan kualitas pencarian data, membaca perilaku pengguna, hingga mempercepat proses kerja otomatis.

Pemerintah Korea Selatan juga aktif mempercepat pengembangan AI nasional. Pemerintah menargetkan Korea Selatan menjadi salah satu pusat teknologi AI terbesar di dunia dalam beberapa tahun mendatang.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah memperbesar investasi pada riset AI, pembangunan pusat data, dan pendidikan berbasis teknologi digital.

Bahasa Lokal Percepat Penggunaan AI

Microsoft menyebut kemampuan AI memahami bahasa Asia menjadi salah satu faktor utama di balik lonjakan penggunaan teknologi tersebut.

Sebelumnya, banyak sistem AI bekerja lebih optimal dalam bahasa Inggris dan bahasa Eropa. Kini perusahaan teknologi mulai mengembangkan model AI yang mampu memahami struktur bahasa Asia dengan lebih baik, termasuk bahasa Korea, Jepang, Mandarin, dan bahasa Asia Tenggara.

Kemampuan itu membuat masyarakat Asia semakin mudah memakai AI dalam kehidupan sehari-hari. Pengguna kini dapat berinteraksi dengan AI memakai bahasa lokal tanpa harus bergantung pada bahasa asing.

Menurut Rudi, perkembangan tersebut membuka peluang besar bagi negara-negara Asia untuk mempercepat transformasi digital.

“Ketika AI mulai memahami bahasa lokal secara natural, masyarakat akan lebih cepat menerima teknologi itu dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Uni Emirat Arab Masih Pimpin Adopsi AI Dunia

Meski Korea Selatan mencatat pertumbuhan tercepat, Uni Emirat Arab masih menempati posisi negara dengan tingkat adopsi AI tertinggi di dunia.

Laporan Microsoft mencatat tingkat penggunaan AI di Uni Emirat Arab mencapai 70,1 persen. Angka tersebut jauh melampaui rata-rata global.

Singapura dan Norwegia menyusul di posisi berikutnya sebagai negara dengan penggunaan AI tertinggi. Ketiga negara tersebut berhasil mengintegrasikan AI ke layanan publik, bisnis, dan aktivitas masyarakat.

Baca Juga :  Harga iPhone 16 Indonesia 2 Mei 2026: Update Terbaru Semua Varian, Mulai Rp13 Jutaan

Sementara itu, Korea Selatan terus mempercepat pengembangan AI agar mampu bersaing dengan negara-negara pemimpin teknologi global lainnya.

AI Mulai Mengubah Pola Kerja Masyarakat

Perkembangan AI yang semakin cepat mulai mengubah pola kerja masyarakat dunia, termasuk di Korea Selatan. Banyak perusahaan memakai AI untuk mempercepat pekerjaan administratif, analisis data, hingga pelayanan konsumen.

Teknologi AI membantu pekerja meningkatkan produktivitas karena sistem mampu mengotomatisasi tugas rutin yang sebelumnya memerlukan waktu lebih lama.

Di sektor pendidikan, sekolah dan lembaga pelatihan mulai memakai AI untuk pembelajaran personal dan pendamping belajar digital. Rumah sakit dan industri kesehatan juga memanfaatkan teknologi tersebut untuk membantu analisis medis dan mendeteksi penyakit lebih cepat.

Meski demikian, perkembangan AI juga memunculkan kekhawatiran terkait keamanan data, privasi, dan potensi hilangnya beberapa jenis pekerjaan akibat otomatisasi.

Karena itu, banyak negara mulai menyiapkan regulasi untuk memastikan penggunaan AI tetap aman dan tidak merugikan masyarakat.

Korea Selatan Berpeluang Jadi Pusat AI Asia

Para pengamat menilai Korea Selatan memiliki peluang besar menjadi salah satu pusat pengembangan AI di Asia. Negara tersebut memiliki infrastruktur digital modern, sumber daya manusia berkualitas, dan investasi teknologi yang terus berkembang.

Masyarakat Korea Selatan juga dikenal cepat menerima inovasi digital baru. Kondisi itu membuat perusahaan teknologi lebih mudah mengembangkan layanan berbasis AI.

Jika tren ini terus berlanjut, Korea Selatan berpotensi menjadi salah satu pemain utama dalam persaingan teknologi AI global beberapa tahun mendatang.

Laporan Microsoft juga menunjukkan persaingan pengembangan AI kini semakin ketat. Negara-negara Asia bergerak cepat agar tidak tertinggal dalam revolusi teknologi berbasis kecerdasan buatan.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Samsung Resmi Luncurkan TV Micro RGB dengan Vision AI di Indonesia, Hadirkan Revolusi Baru Hiburan Rumah Pintar
Waspada! Hoaks Tautan Pendaftaran Kartu Debit SeaBank Indonesia Kembali Beredar, Jangan Asal Klik
13 HP 1 Jutaan Terbaik 2026, Samsung A07 hingga Realme 13 4G Bikin HP Murah Naik Kelas
iPhone 17 Menggila! Daftar HP Terlaris Dunia Awal 2026 Bikin Samsung dan Xiaomi Ketar-Ketir
9 HP Kamera 4K Terbaik 2026 Harga Mulai Rp2 Jutaan, Cocok untuk Konten Profesional
iOS 26.5 Resmi Hadir di Indonesia, iPhone Kini Punya Fitur Mirip Android
7 HP 1 Jutaan Terbaik Mei 2026, Samsung hingga Oppo Bawa Layar 120 Hz dan Baterai Jumbo
Redmagic 11S Pro Siap Menggebrak Pasar Gaming Indonesia, Ini Bocoran Harga dan Spesifikasinya
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:00 WIB

Samsung Resmi Luncurkan TV Micro RGB dengan Vision AI di Indonesia, Hadirkan Revolusi Baru Hiburan Rumah Pintar

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:00 WIB

Waspada! Hoaks Tautan Pendaftaran Kartu Debit SeaBank Indonesia Kembali Beredar, Jangan Asal Klik

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:00 WIB

13 HP 1 Jutaan Terbaik 2026, Samsung A07 hingga Realme 13 4G Bikin HP Murah Naik Kelas

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:00 WIB

iPhone 17 Menggila! Daftar HP Terlaris Dunia Awal 2026 Bikin Samsung dan Xiaomi Ketar-Ketir

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:00 WIB

9 HP Kamera 4K Terbaik 2026 Harga Mulai Rp2 Jutaan, Cocok untuk Konten Profesional

Berita Terbaru