Trendsberita – Perserikatan Bangsa‑Bangsa (PBB) menyatakan bahwa tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) tewas saat bertugas sebagai pasukan penjaga perdamaian di selatan Lebanon. Insiden terjadi dalam dua kejadian terpisah selama akhir Maret 2026.
Pada Minggu malam, satu prajurit tewas ketika proyektil meledak dekat posisi pasukan yang ditempatkan di Adchit al‑Qusayr.
Keesokan harinya, Senin, dua prajurit lainnya tewas setelah kendaraan mereka hancur karena ledakan di dekat Bani Hayyan. Dua personel lain juga terluka dalam insiden tersebut.
UNIFIL, misi penjaga perdamaian PBB di Lebanon selatan, mengatakan kejadian ini masih dalam penyelidikan untuk menentukan penyebab dan tanggung jawabnya.
Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mengecam keras insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh pasukan PBB harus dilindungi dan serangan terhadap penjaga perdamaian adalah pelanggaran hukum humaniter internasional.
Pemerintah Indonesia juga mengecam insiden itu dan mendesak penyelidikan transparan guna memastikan keamanan prajurit di wilayah konflik tersebut.









