Trendsberita – Tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia yang bertugas dalam misi perdamaian di Lebanon dilaporkan terluka akibat ledakan di area fasilitas Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Peristiwa ini terjadi di wilayah operasi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), tepatnya di sekitar El Adeisse, Lebanon selatan. Ledakan tersebut melukai tiga personel, dengan dua di antaranya mengalami luka serius.
Ketiga prajurit yang terluka langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Pihak PBB menyebut kondisi dua korban yang mengalami luka parah kini sudah stabil setelah mendapatkan penanganan medis.
Hingga saat ini, sumber ledakan masih belum diketahui secara pasti. Otoritas terkait masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kejadian tersebut.
Insiden ini menambah daftar panjang peristiwa yang menimpa pasukan penjaga perdamaian di Lebanon dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, sejumlah prajurit TNI dilaporkan gugur dalam insiden terpisah akibat ledakan dan serangan di wilayah yang sama.
Situasi keamanan di Lebanon selatan memang tengah memanas. Konflik di kawasan tersebut membuat risiko bagi pasukan perdamaian semakin tinggi, termasuk bagi personel Indonesia yang tergabung dalam misi PBB.
Pihak PBB juga menyampaikan harapan agar seluruh korban luka dapat segera pulih. Selain itu, semua pihak di lapangan diminta untuk menjaga keselamatan pasukan penjaga perdamaian dan menghindari aktivitas militer di sekitar area operasi.









