Jakarta, trendsberita.com – Serangan NFC curi dana terus berkembang karena penggunaan pembayaran digital di ponsel ikut meningkat. Selain itu, laporan keamanan mencatat lonjakan serangan hingga 188 persen dalam empat bulan pertama 2026 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Di sisi lain, pelaku kejahatan siber memakai teknologi NFC (Near Field Communication) untuk transaksi nirsentuh. Mereka menyebarkan aplikasi berbahaya dan menipu korban agar memberikan akses ke sistem pembayaran di perangkat mereka.
Akibatnya, banyak korban tidak sadar bahwa ponsel mereka sudah mengirim data kartu ke penyerang secara diam-diam.
Modus Serangan NFC
Peneliti keamanan menemukan beberapa pola serangan yang terus berkembang. Karena itu, pengguna perlu memahami cara kerja serangan ini agar tidak tertipu.
1. Modus langsung
Pertama, pelaku menghubungi korban lewat pesan atau aplikasi chat. Mereka kemudian berpura-pura menjadi pihak bank atau layanan resmi.
Selanjutnya, pelaku meminta korban mengunduh aplikasi tertentu. Setelah korban memasang aplikasi itu, pelaku mengarahkan korban menempelkan kartu ke ponsel. Pada saat itu, malware membaca data kartu dan langsung mengirim data itu ke server penyerang.
2. Modus rekayasa balik
Selain itu, pelaku menyebarkan aplikasi palsu yang mirip aplikasi pembayaran resmi.
Kemudian, korban menjadikan aplikasi itu sebagai metode pembayaran utama. Setelah aktif, aplikasi menghasilkan sinyal NFC palsu untuk transaksi ilegal.
Dengan begitu, sistem mencatat transaksi seolah-olah korban sendiri yang melakukan transaksi, padahal penyerang mengendalikan proses dari jarak jauh.
Kenapa Serangan Ini Berbahaya?
Serangan NFC tidak hanya mencuri data, tetapi juga langsung menguras saldo rekening korban. Banyak korban baru sadar setelah melihat transaksi kecil yang terus muncul tanpa izin.
Selain itu, malware NFC juga:
- Mencuri data kartu debit dan kredit
- Mengambil PIN dan data transaksi
- Mengalihkan pembayaran tanpa sepengetahuan korban
- Menyamar sebagai aplikasi resmi
Peneliti keamanan menilai serangan ini sulit dikenali karena tampil seperti transaksi normal.
Faktor yang Membuat Serangan Meningkat
Beberapa faktor ikut mendorong lonjakan serangan NFC:
- Pertama, penggunaan pembayaran digital terus naik
- Kedua, banyak aplikasi beredar di luar toko resmi
- Ketiga, pengguna masih kurang waspada
- Keempat, teknik phishing semakin meyakinkan
Dengan kata lain, semakin banyak orang memakai “tap-to-pay”, semakin besar peluang pelaku memanfaatkan celah ini.
Cara Menghindari Serangan NFC
Pengguna bisa menekan risiko dengan langkah sederhana berikut:
- Unduh aplikasi hanya dari toko resmi
- Hindari aplikasi yang meminta akses berlebihan
- Matikan NFC saat tidak dipakai
- Jangan tempelkan kartu ke aplikasi tidak dikenal
- Aktifkan PIN atau biometrik di ponsel
Langkah kecil ini bisa mencegah kerugian besar.








