Pyongyang Pupuskan Harapan Seoul untuk Berkompromi

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 8 April 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pyongyang baru-baru ini menolak segala bentuk hubungan dengan Seoul dan menyebut Korea Selatan sebagai 'entitas paling berbahaya' (Lee Yong-Ho/dpa/picture alliance)

Pyongyang baru-baru ini menolak segala bentuk hubungan dengan Seoul dan menyebut Korea Selatan sebagai 'entitas paling berbahaya' (Lee Yong-Ho/dpa/picture alliance)

Trendsberita – Ketegangan di Semenanjung Korea kembali meningkat setelah Pyongyang menunjukkan sikap tegas terhadap Seoul. Korea Utara menegaskan tidak ada niat untuk berkompromi, sekaligus memupus harapan dialog yang sempat muncul.

Situasi ini diperkuat dengan peluncuran sejumlah rudal balistik oleh Korea Utara ke arah perairan timur. Aksi tersebut terjadi pada Rabu (8/4/2026), setelah sehari sebelumnya juga terdeteksi peluncuran proyektil serupa.

Militer Korea Selatan menyebut rudal diluncurkan dari wilayah pesisir timur, tepatnya dari kawasan Wonsan. Peluncuran ini langsung memicu peningkatan kewaspadaan, termasuk koordinasi dengan Amerika Serikat untuk memantau perkembangan situasi.

Baca Juga :  Barack Obama: A Legacy of Progress and Change

Langkah Pyongyang ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa mereka tidak berniat meredakan ketegangan. Harapan pemerintah Korea Selatan untuk membuka kembali dialog pun semakin menipis.

Pernyataan keras juga datang dari pejabat tinggi Korea Utara. Wakil Menteri Luar Negeri, Jang Kum Chol, menyebut Korea Selatan sebagai “negara musuh paling agresif” dan menolak anggapan adanya perubahan sikap dari Pyongyang.

Ia bahkan mengejek upaya Seoul yang berharap hubungan kedua negara dapat membaik. Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa sikap keras Korea Utara tetap konsisten, meski sebelumnya sempat muncul sinyal yang dianggap lebih lunak.

Baca Juga :  Jenazah Kapten Zulmi Aditya, Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Akan Tiba di Indonesia Besok

Sebelumnya, komentar dari Kim Yo Jong—adik pemimpin Korea Utara Kim Jong Un—sempat ditafsirkan sebagai tanda rekonsiliasi. Namun, pernyataan tersebut kemudian ditegaskan hanya sebagai peringatan, bukan ajakan berdamai.

Pemimpin Korea Utara sendiri juga telah menegaskan bahwa hubungan dengan Korea Selatan telah diputus sepenuhnya. Pernyataan itu memperkuat posisi Pyongyang yang menolak kembali ke meja perundingan, termasuk dengan Amerika Serikat.

Dengan perkembangan ini, peluang perbaikan hubungan antar-Korea dalam waktu dekat dinilai semakin kecil. Ketegangan justru berpotensi meningkat, terutama dengan berlanjutnya uji coba militer dari Korea Utara.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Telepon Netanyahu, Minta Kurangi Serangan ke Lebanon
Zelensky Terima Gencatan Senjata Rusia Saat Paskah Ortodoks
Trump Telepon Netanyahu, Minta Kurangi Serangan ke Lebanon
PAN Harap Pembukaan Selat Hormuz Bikin Harga Minyak Dunia Lebih Stabil
Komisi I DPR Yakin Gencatan Senjata AS–Iran Buka Jalan Solusi Jangka Panjang
Deretan Negara Sambut Baik Gencatan Senjata AS–Iran
5 Berita Internasional Terpopuler: Iran hingga AS Dominasi Sorotan Dunia
Panas Lagi, Korea Selatan Tuduh Korea Utara Tembakkan Proyektil ke Laut Timur
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 12:00 WIB

Trump Telepon Netanyahu, Minta Kurangi Serangan ke Lebanon

Jumat, 10 April 2026 - 09:30 WIB

Trump Telepon Netanyahu, Minta Kurangi Serangan ke Lebanon

Kamis, 9 April 2026 - 09:00 WIB

PAN Harap Pembukaan Selat Hormuz Bikin Harga Minyak Dunia Lebih Stabil

Kamis, 9 April 2026 - 08:10 WIB

Komisi I DPR Yakin Gencatan Senjata AS–Iran Buka Jalan Solusi Jangka Panjang

Rabu, 8 April 2026 - 22:00 WIB

Deretan Negara Sambut Baik Gencatan Senjata AS–Iran

Berita Terbaru

Foto: Getty Images/iStockphoto/insjoy

Kesehatan

Jebakan Hidden Sugar di Minuman Manis, Warga RI Rentan Diabetes

Jumat, 10 Apr 2026 - 12:30 WIB

Foto: Trump dan Netanyahu (REUTERS/Kevin Mohatt/File Photo Purchase Licensing Rights).

Internasional

Trump Telepon Netanyahu, Minta Kurangi Serangan ke Lebanon

Jumat, 10 Apr 2026 - 12:00 WIB