trendsberita – Krisis kebersihan melanda Pasar Rantau Panjang setelah tumpukan sampah sempat menggunung dan mengganggu aktivitas masyarakat. Pemerintah Kabupaten Kabupaten Merangin pun bergerak cepat menyiapkan solusi agar masalah serupa tidak terulang.
Kondisi tersebut dipicu oleh meningkatnya aktivitas pasar pasca libur Lebaran yang bertepatan dengan hari pasar mingguan. Situasi semakin memburuk setelah sejumlah petugas kebersihan mengundurkan diri sejak pertengahan Ramadan, sehingga proses pengangkutan sampah terhenti.
Akibatnya, sampah meluap hingga ke badan jalan dan menimbulkan bau tidak sedap. Kondisi ini memicu keluhan dari pedagang maupun warga yang beraktivitas di sekitar pasar.
Menanggapi hal tersebut, pemerintah daerah langsung mengambil langkah cepat untuk membersihkan area pasar. Tumpukan sampah yang sempat menumpuk kini diklaim telah berhasil diatasi dalam waktu singkat.
Sebagai solusi jangka panjang, Pemkab Merangin menyiapkan dua strategi utama. Pertama, melakukan rekrutmen petugas kebersihan baru untuk mengisi kekosongan tenaga kerja. Kedua, menerapkan sistem manajemen “rolling” dengan memanfaatkan personel dari wilayah lain agar layanan kebersihan tetap berjalan optimal.
Selain itu, pemerintah juga berkomitmen memperbaiki sistem pengangkutan sampah yang sebelumnya hanya dilakukan beberapa kali dalam sepekan. Perbaikan ini diharapkan mampu menjaga kebersihan pasar secara berkelanjutan.
Krisis ini menjadi pengingat pentingnya pengelolaan kebersihan yang konsisten, terutama di pusat aktivitas ekonomi masyarakat seperti pasar tradisional. Pemerintah daerah pun diharapkan dapat memastikan sistem yang lebih tanggap terhadap lonjakan aktivitas, khususnya saat momen besar seperti hari raya.









