Trendsberita – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman keras terkait eskalasi konflik yang sedang berlangsung. Dalam pidatonya, Trump menyebut Amerika Serikat siap melancarkan serangan besar yang dapat membawa Iran “kembali ke zaman batu”.
Trump mengatakan serangan tersebut akan dilakukan dalam waktu dua hingga tiga minggu ke depan. Ia menegaskan bahwa kekuatan militer AS akan digunakan secara maksimal untuk menekan Iran jika tidak ada kesepakatan damai.
Pernyataan ini menjadi salah satu ancaman paling keras yang disampaikan Trump sejak konflik memanas. Ia juga memberi sinyal bahwa target serangan dapat mencakup infrastruktur penting Iran, termasuk fasilitas energi dan listrik.
Merespons ancaman tersebut, Iran langsung menyatakan tidak gentar. Pihak militer Iran bahkan memperingatkan akan memberikan balasan keras jika serangan benar-benar dilakukan. Ketegangan ini memperbesar risiko konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Situasi ini merupakan bagian dari konflik yang lebih besar antara kedua negara yang telah berlangsung sejak awal 2026. Serangan dan balasan terus terjadi, termasuk serangan terhadap fasilitas strategis dan ancaman penutupan jalur energi penting dunia seperti Selat Hormuz.
Selain berdampak pada stabilitas kawasan, eskalasi konflik juga memicu kekhawatiran global, terutama terkait pasokan energi dan keamanan internasional. Sejumlah pihak internasional pun menyerukan penurunan tensi agar konflik tidak berkembang menjadi perang terbuka yang lebih besar.









