Rupiah Terpuruk, Bank Mulai Jual Dolar Mendekati Rp18.000

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

(Foto: CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, trendsberita.comNilai tukar rupiah kembali melemah dalam perdagangan terbaru. Kondisi ini langsung mendorong kenaikan harga dolar Amerika Serikat di sejumlah bank hingga mendekati Rp18.000.

Pelaku pasar merespons kondisi tersebut dengan meningkatkan permintaan valuta asing. Pergerakan ini memperlihatkan tekanan yang masih kuat pada rupiah di pasar domestik.

Bank Menyesuaikan Harga Jual Dolar

Sejumlah bank menaikkan harga jual dolar AS mengikuti kondisi pasar. Dalam beberapa transaksi, harga dolar bahkan mendekati level Rp18.000 per dolar AS.

Bank menyesuaikan harga tersebut karena pasar menunjukkan volatilitas yang tinggi. Perbedaan antara harga beli dan jual juga melebar seiring meningkatnya risiko nilai tukar.

Kondisi ini mencerminkan tekanan yang masih terjadi di pasar valas domestik.

Permintaan Dolar Meningkat di Tengah Ketidakpastian

Pelaku usaha dan individu meningkatkan permintaan dolar AS untuk berbagai kebutuhan. Banyak pelaku pasar menggunakan dolar sebagai lindung nilai terhadap risiko pelemahan rupiah.

Kenaikan permintaan ini memperkuat tekanan pada rupiah. Ketika permintaan naik lebih cepat dibanding pasokan, harga dolar ikut terdorong naik di pasar perbankan.

Baca Juga :  IHSG Turun 4,52 Persen ke Level 5.342, Mayoritas Saham Merah

Selain itu, penguatan dolar AS di pasar global ikut memperburuk tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Dolar Menguat Secara Global

Dolar AS terus menguat di pasar internasional. Kondisi ini membuat banyak mata uang lain, termasuk rupiah, ikut tertekan.

Investor global memilih aset yang lebih aman di tengah ketidakpastian ekonomi dunia. Arus modal pun bergerak keluar dari pasar negara berkembang dan masuk ke aset berbasis dolar.

Pergerakan ini menambah tekanan terhadap nilai tukar rupiah di pasar domestik.

Bank Indonesia Jaga Stabilitas Pasar

Bank Indonesia terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui berbagai langkah intervensi di pasar valuta asing.

BI juga memantau arus modal asing yang masuk dan keluar dari pasar keuangan Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kepercayaan pelaku pasar.

Meski begitu, tekanan global yang kuat membuat stabilisasi rupiah berjalan lebih menantang.

Tekanan Rupiah Masih Berlanjut

Pelaku pasar menilai tekanan terhadap rupiah masih berlanjut dalam jangka pendek. Kebijakan suku bunga Amerika Serikat dan kondisi geopolitik global menjadi faktor utama.

Baca Juga :  Futures Emas Melemah di Perdagangan Asia, Investor Tunggu Arah Pasar Global

Permintaan dolar untuk impor dan pembayaran utang luar negeri juga ikut menambah tekanan di pasar domestik.

Namun, sebagian analis menilai stabilitas masih dapat terjaga jika Bank Indonesia tetap aktif menjaga pasar.

Dampak ke Ekonomi Nasional

Pelemahan rupiah mendorong kenaikan biaya impor bagi pelaku usaha. Sektor yang bergantung pada bahan baku luar negeri merasakan tekanan lebih besar.

Di sisi lain, eksportir mendapatkan keuntungan karena pendapatan dolar meningkat saat dikonversi ke rupiah.

Kondisi ini menciptakan dampak campuran bagi ekonomi nasional, meski volatilitas tetap menjadi risiko utama.

Prospek Rupiah ke Depan

Pergerakan rupiah ke depan masih sangat bergantung pada kondisi global. Kebijakan suku bunga Amerika Serikat dan stabilitas geopolitik akan menjadi faktor penentu utama.

Bank Indonesia diperkirakan tetap aktif menjaga stabilitas melalui intervensi di pasar. Namun, pasar kemungkinan masih bergerak fluktuatif dalam jangka pendek.

Pelaku pasar perlu mencermati perkembangan global sebelum mengambil keputusan investasi.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IHSG Turun 4,52 Persen ke Level 5.342, Mayoritas Saham Merah
Rekomendasi Kripto Hari Ini: Render, Dogecoin, dan Chiliz Jadi Sorotan di Tengah Gejolak Pasar
BEI Kembali Dibuka, Ini Daftar Saham Cum Dividen Hari Ini dengan Potensi Dividen hingga Rp18.000 per Lot
Daftar Lengkap Saham yang Bakal Didepak dari Indeks FTSE, GOTO hingga NCKL Masuk Daftar
Ahli Buka-bukaan Soal Harga Emas Sepekan ke Depan, Ini Prediksinya
Bitcoin Jatuh Lagi, Dua Sentimen Ini Bikin Pasar Kripto Tertekan
Harga Emas Hari Ini Turun Rp13.000, Saat Beli atau Tunggu?
UNIC Tebar Dividen Rp1.447 per Saham, Ini Jadwalnya
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:00 WIB

IHSG Turun 4,52 Persen ke Level 5.342, Mayoritas Saham Merah

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:00 WIB

Rekomendasi Kripto Hari Ini: Render, Dogecoin, dan Chiliz Jadi Sorotan di Tengah Gejolak Pasar

Rabu, 3 Juni 2026 - 12:00 WIB

BEI Kembali Dibuka, Ini Daftar Saham Cum Dividen Hari Ini dengan Potensi Dividen hingga Rp18.000 per Lot

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:00 WIB

Daftar Lengkap Saham yang Bakal Didepak dari Indeks FTSE, GOTO hingga NCKL Masuk Daftar

Senin, 1 Juni 2026 - 13:00 WIB

Ahli Buka-bukaan Soal Harga Emas Sepekan ke Depan, Ini Prediksinya

Berita Terbaru

(NurPhoto via Getty Images/NurPhoto)

Internasional

Diserang Rudal Iran, Pangkalan Udara Utama Israel Mengalami Kerusakan

Kamis, 11 Jun 2026 - 13:00 WIB