Xiaomi Batalkan Xiaomi 17 Air, Ini Alasan Ponsel Ultra Tipis Gagal Rilis

Xiaomi Batalkan Proyek Ponsel Ultra Tipis Xiaomi 17 Air, Ini Alasan Lengkapnya

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 19 Mei 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: KOMPAS.com/MARSHA BREMANDA)

(Foto: KOMPAS.com/MARSHA BREMANDA)

Jakarta, trendsberita.com Xiaomi mengambil langkah besar dengan menghentikan pengembangan smartphone ultra-tipis yang sebelumnya dikenal dengan nama proyek Xiaomi 17 Air. Keputusan ini langsung mengubah arah strategi perusahaan dalam persaingan pasar ponsel flagship global.

Perusahaan menilai konsep desain yang terlalu tipis justru mengorbankan pengalaman pengguna. Tim pengembang menemukan berbagai keterbatasan teknis yang sulit mereka atasi tanpa mengurangi kualitas perangkat secara keseluruhan.

Proyek Sudah Hampir Masuk Produksi

Tim internal Xiaomi sebenarnya sudah membawa proyek Xiaomi 17 Air ke tahap akhir pengembangan. Mereka bahkan sudah menyiapkan perangkat untuk masuk ke fase produksi terbatas.

Namun, manajemen Xiaomi menahan langkah tersebut setelah melakukan evaluasi menyeluruh. Presiden Xiaomi, Lu Weibing, ikut turun langsung dalam pengambilan keputusan ini.

Ia menekankan bahwa Xiaomi tidak ingin merilis produk yang hanya unggul di desain, tetapi gagal dalam pemakaian sehari-hari.

Tim Temukan Masalah Serius pada Desain Ultra Tipis

Selama proses pengujian, tim teknis Xiaomi menemukan beberapa kendala besar pada desain ultra-tipis. Mereka mencatat bahwa semakin tipis bodi perangkat, semakin banyak kompromi yang harus mereka lakukan.

Baca Juga :  Sony Umumkan Tanggal Rilis dan Harga PS5 Pro di Indonesia, Gamer Sudah Bisa Bersiap

Beberapa masalah yang muncul antara lain:

  • Tim pengembang harus mengecilkan kapasitas baterai agar muat dalam bodi
  • Sistem pendingin bekerja kurang maksimal saat perangkat dipakai berat
  • Chipset mengalami penurunan performa saat suhu naik
  • Perangkat tidak stabil saat digunakan dalam waktu lama

Situasi ini membuat tim insinyur Xiaomi kesulitan menjaga standar kualitas yang sudah mereka tetapkan.

Xiaomi Ubah Arah ke Seri “Max”

Setelah menghentikan proyek tersebut, Xiaomi mengalihkan fokus ke pengembangan seri “Max”. Tim produk merancang seri ini sebagai flagship yang lebih seimbang antara desain, performa, dan daya tahan.

Xiaomi 17 Max mereka arahkan sebagai perangkat dengan baterai lebih besar, kamera lebih kuat, serta sistem pendinginan yang lebih efisien.

Langkah ini menunjukkan bahwa Xiaomi mulai menempatkan performa sebagai prioritas utama, bukan sekadar ketebalan perangkat.

Tren Smartphone Tipis Mulai Kehilangan Daya Tarik

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak produsen smartphone berlomba membuat ponsel super tipis untuk menarik perhatian pasar. Namun, data penggunaan menunjukkan perubahan preferensi konsumen.

Pengguna kini lebih sering memilih smartphone yang menawarkan:

  • Daya tahan baterai panjang
  • Performa stabil untuk multitasking
  • Kamera berkualitas tinggi
  • Sistem yang tidak cepat panas
Baca Juga :  MacBook Air M5 13 Inci Jadi Sorotan, Ini Alasan Banyak Orang Mulai Meliriknya

Perubahan ini membuat banyak produsen mulai meninjau ulang strategi desain mereka.

Xiaomi 17 Air Sempat Jadi Proyek Andalan

Sebelum pembatalan terjadi, Xiaomi 17 Air sempat menjadi salah satu proyek paling ambisius di internal perusahaan. Tim desain menargetkan perangkat ini sebagai pesaing langsung smartphone ultra-tipis dari kompetitor besar di pasar global.

Beberapa bocoran menyebutkan perangkat itu membawa desain sangat ramping dengan spesifikasi kelas flagship. Namun, tim akhirnya menyimpulkan bahwa desain tersebut tidak bisa mendukung kebutuhan performa modern.

Xiaomi Perkuat Fokus Flagship Masa Depan

Keputusan ini menandai perubahan arah strategi Xiaomi dalam menghadapi pasar smartphone premium. Perusahaan kini fokus membangun perangkat yang lebih seimbang dan tahan lama dalam penggunaan nyata.

Ke depan, Xiaomi mengarahkan pengembangan flagship mereka pada:

  • Baterai berkapasitas besar
  • Sistem pendingin yang lebih efisien
  • Kamera dengan kualitas profesional
  • Performa tinggi untuk gaming dan AI

Strategi ini menunjukkan bahwa Xiaomi ingin bersaing bukan hanya lewat desain, tetapi lewat pengalaman penggunaan yang lebih lengkap.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Belum Gunakan Pesawat Water Bombing Malaysia untuk Karhutla
Lampung Jadi Provinsi Pertama Gunakan Satelit Hiperspektral
Galaxy Z Fold8 Ultra Hadir, Bonus hingga Rp 9 Juta
PT PAL Perkenalkan Konsep Senjata Laser Portabel
September 2026 diprediksi menjadi bulan peluncuran smartphone flagship terbesar
3 Sensor Kamera HP Terbaik 2026 untuk Foto Profesional
Harga Samsung Galaxy Watch Ultra 2 dan Watch9 Resmi di RI
Trik Preorder Galaxy Z Fold 8 Ultra Mulai Rp1,1 Juta
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:02 WIB

Indonesia Belum Gunakan Pesawat Water Bombing Malaysia untuk Karhutla

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:26 WIB

Lampung Jadi Provinsi Pertama Gunakan Satelit Hiperspektral

Rabu, 5 Agustus 2026 - 19:53 WIB

Galaxy Z Fold8 Ultra Hadir, Bonus hingga Rp 9 Juta

Rabu, 5 Agustus 2026 - 19:47 WIB

PT PAL Perkenalkan Konsep Senjata Laser Portabel

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:42 WIB

September 2026 diprediksi menjadi bulan peluncuran smartphone flagship terbesar

Berita Terbaru

Oplus_131072

Daerah

Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal

Jumat, 28 Agu 2026 - 08:26 WIB

Oplus_131072

Internasional

Energi Monyet Air Bawa Keberanian Menghadapi Perubahan

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:25 WIB