Jakarta, trendsberita.com — Xiaomi mengambil langkah besar dengan menghentikan pengembangan smartphone ultra-tipis yang sebelumnya dikenal dengan nama proyek Xiaomi 17 Air. Keputusan ini langsung mengubah arah strategi perusahaan dalam persaingan pasar ponsel flagship global.
Perusahaan menilai konsep desain yang terlalu tipis justru mengorbankan pengalaman pengguna. Tim pengembang menemukan berbagai keterbatasan teknis yang sulit mereka atasi tanpa mengurangi kualitas perangkat secara keseluruhan.
Proyek Sudah Hampir Masuk Produksi
Tim internal Xiaomi sebenarnya sudah membawa proyek Xiaomi 17 Air ke tahap akhir pengembangan. Mereka bahkan sudah menyiapkan perangkat untuk masuk ke fase produksi terbatas.
Namun, manajemen Xiaomi menahan langkah tersebut setelah melakukan evaluasi menyeluruh. Presiden Xiaomi, Lu Weibing, ikut turun langsung dalam pengambilan keputusan ini.
Ia menekankan bahwa Xiaomi tidak ingin merilis produk yang hanya unggul di desain, tetapi gagal dalam pemakaian sehari-hari.
Tim Temukan Masalah Serius pada Desain Ultra Tipis
Selama proses pengujian, tim teknis Xiaomi menemukan beberapa kendala besar pada desain ultra-tipis. Mereka mencatat bahwa semakin tipis bodi perangkat, semakin banyak kompromi yang harus mereka lakukan.
Beberapa masalah yang muncul antara lain:
- Tim pengembang harus mengecilkan kapasitas baterai agar muat dalam bodi
- Sistem pendingin bekerja kurang maksimal saat perangkat dipakai berat
- Chipset mengalami penurunan performa saat suhu naik
- Perangkat tidak stabil saat digunakan dalam waktu lama
Situasi ini membuat tim insinyur Xiaomi kesulitan menjaga standar kualitas yang sudah mereka tetapkan.
Xiaomi Ubah Arah ke Seri “Max”
Setelah menghentikan proyek tersebut, Xiaomi mengalihkan fokus ke pengembangan seri “Max”. Tim produk merancang seri ini sebagai flagship yang lebih seimbang antara desain, performa, dan daya tahan.
Xiaomi 17 Max mereka arahkan sebagai perangkat dengan baterai lebih besar, kamera lebih kuat, serta sistem pendinginan yang lebih efisien.
Langkah ini menunjukkan bahwa Xiaomi mulai menempatkan performa sebagai prioritas utama, bukan sekadar ketebalan perangkat.
Tren Smartphone Tipis Mulai Kehilangan Daya Tarik
Dalam beberapa tahun terakhir, banyak produsen smartphone berlomba membuat ponsel super tipis untuk menarik perhatian pasar. Namun, data penggunaan menunjukkan perubahan preferensi konsumen.
Pengguna kini lebih sering memilih smartphone yang menawarkan:
- Daya tahan baterai panjang
- Performa stabil untuk multitasking
- Kamera berkualitas tinggi
- Sistem yang tidak cepat panas
Perubahan ini membuat banyak produsen mulai meninjau ulang strategi desain mereka.
Xiaomi 17 Air Sempat Jadi Proyek Andalan
Sebelum pembatalan terjadi, Xiaomi 17 Air sempat menjadi salah satu proyek paling ambisius di internal perusahaan. Tim desain menargetkan perangkat ini sebagai pesaing langsung smartphone ultra-tipis dari kompetitor besar di pasar global.
Beberapa bocoran menyebutkan perangkat itu membawa desain sangat ramping dengan spesifikasi kelas flagship. Namun, tim akhirnya menyimpulkan bahwa desain tersebut tidak bisa mendukung kebutuhan performa modern.
Xiaomi Perkuat Fokus Flagship Masa Depan
Keputusan ini menandai perubahan arah strategi Xiaomi dalam menghadapi pasar smartphone premium. Perusahaan kini fokus membangun perangkat yang lebih seimbang dan tahan lama dalam penggunaan nyata.
Ke depan, Xiaomi mengarahkan pengembangan flagship mereka pada:
- Baterai berkapasitas besar
- Sistem pendingin yang lebih efisien
- Kamera dengan kualitas profesional
- Performa tinggi untuk gaming dan AI
Strategi ini menunjukkan bahwa Xiaomi ingin bersaing bukan hanya lewat desain, tetapi lewat pengalaman penggunaan yang lebih lengkap.








