IHSG Mulai Menguat, Asing Kembali Borong Saham Rp 1,15 Triliun di Tengah Optimisme Pasar

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 10 Mei 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Detik Foto

Foto: Detik Foto

trendsberita.com Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan penguatan di tengah meningkatnya aktivitas beli investor asing di pasar modal Indonesia. Dalam satu sesi perdagangan terakhir, investor asing tercatat memborong saham senilai sekitar Rp 1,15 triliun, yang ikut mendorong sentimen positif di bursa.

Pergerakan ini langsung menarik perhatian pelaku pasar karena terjadi setelah periode fluktuasi yang cukup tinggi. Selain itu, aksi beli asing ini juga memperkuat keyakinan bahwa pasar saham Indonesia masih memiliki daya tarik di tengah ketidakpastian global.

IHSG Menguat di Tengah Arus Masuk Dana Asing

Bursa Efek Indonesia mencatat IHSG menguat dalam perdagangan terakhir setelah tekanan sempat mendominasi pasar pada sesi sebelumnya. Penguatan ini tidak berdiri sendiri, melainkan didorong oleh derasnya arus masuk dana asing yang kembali masuk ke sejumlah saham unggulan.

Investor asing langsung mengambil posisi beli bersih (net buy) sekitar Rp 1,15 triliun dalam satu hari perdagangan. Aksi ini menunjukkan kepercayaan pelaku pasar global terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang masih relatif stabil.

Selain itu, transaksi ini juga memperlihatkan adanya rotasi portofolio dari investor global yang mulai kembali melirik pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Saham-Saham Big Cap Jadi Target Pembelian Asing

Dalam aksi belanja besar tersebut, investor asing tidak menyebar dana secara merata. Mereka justru fokus pada saham-saham berkapitalisasi besar atau big caps yang memiliki likuiditas tinggi.

Baca Juga :  Heboh Gunung Emas 53 Juta Ton di Kalimantan, Ternyata Penipuan Besar

Saham sektor perbankan menjadi salah satu tujuan utama. Investor asing biasanya memilih sektor ini karena dianggap lebih stabil dan memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang yang kuat.

Selain perbankan, beberapa saham di sektor energi dan konsumer juga ikut mencatatkan aktivitas beli yang signifikan.

Dengan masuknya dana asing ini, pergerakan harga sejumlah saham ikut terdorong naik dan memberikan efek positif terhadap indeks secara keseluruhan.

Sentimen Global Mulai Berpihak ke Pasar Emerging Market

Selain faktor domestik, penguatan IHSG juga dipengaruhi oleh perubahan sentimen global. Investor mulai mengalihkan dana dari pasar negara maju ke pasar negara berkembang.

Perubahan ini terjadi karena ekspektasi bahwa suku bunga global mulai stabil dan tekanan inflasi di beberapa negara mulai mereda.

Akibatnya, aliran dana internasional kembali masuk ke pasar seperti Indonesia yang menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi.

Namun demikian, pelaku pasar tetap berhati-hati karena kondisi global masih bisa berubah dengan cepat.

Analis: Momentum Positif Masih Bisa Berlanjut

Sejumlah analis pasar modal menilai bahwa penguatan IHSG masih memiliki ruang untuk berlanjut, selama arus dana asing tetap stabil.

Mereka menilai investor saat ini mulai kembali membangun posisi secara bertahap setelah sebelumnya cenderung menahan diri.

Namun demikian, analis juga mengingatkan bahwa volatilitas masih mungkin terjadi, terutama jika terjadi perubahan kebijakan ekonomi global atau tekanan eksternal dari pasar Amerika Serikat dan Eropa.

Baca Juga :  BULOG Cetak Sejarah! Stok Beras Tembus 5 Juta Ton, Ini Dampaknya ke RI

Selain itu, faktor domestik seperti stabilitas nilai tukar rupiah dan kebijakan suku bunga Bank Indonesia juga ikut memengaruhi arah pergerakan IHSG ke depan.

Investor Ritel Ikut Ambil Peran

Tidak hanya investor asing, investor ritel domestik juga ikut aktif dalam perdagangan saham. Aktivitas mereka membantu menjaga likuiditas pasar tetap tinggi.

Namun, pergerakan besar tetap berasal dari investor institusi asing yang memiliki kapasitas dana lebih besar. Oleh karena itu, arah IHSG masih sangat sensitif terhadap arus masuk dan keluar dana global.

Kombinasi antara investor asing dan domestik ini menciptakan dinamika pasar yang cukup aktif sepanjang perdagangan.

IHSG Masih Punya Ruang Penguatan

Dengan masuknya dana asing, IHSG kini berada dalam fase yang lebih optimistis. Banyak pelaku pasar mulai melihat peluang lanjutan penguatan indeks jika kondisi global tetap kondusif.

Selain itu, stabilnya fundamental ekonomi Indonesia juga memberikan dukungan tambahan bagi pasar modal.

Pertumbuhan sektor konsumsi, perbankan, dan energi masih menjadi motor utama yang menjaga performa IHSG tetap kompetitif di kawasan Asia.

Namun demikian, pelaku pasar tetap diminta memperhatikan risiko eksternal yang bisa memengaruhi arah indeks dalam jangka pendek.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Kopi Dunia Berfluktuasi, Brasil dan Vietnam Jadi Sorotan
Harga Emas Naik Rp57.392, Tembus US$4.340,56 per Ounce pada 8 Agustus 2026
Redmi Turbo 6 Max Dikabarkan Bawa Baterai 10.000 mAh
HP iQOO Terbaru 2026, Performa Gaming Kencang
Harga Emas Hari Ini 27 Juli 2026 Melonjak, Naik Rp14.772 per Gram
IHSG Turun 4,52 Persen ke Level 5.342, Mayoritas Saham Merah
Rekomendasi Kripto Hari Ini: Render, Dogecoin, dan Chiliz Jadi Sorotan di Tengah Gejolak Pasar
BEI Kembali Dibuka, Ini Daftar Saham Cum Dividen Hari Ini dengan Potensi Dividen hingga Rp18.000 per Lot
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 05:48 WIB

Harga Kopi Dunia Berfluktuasi, Brasil dan Vietnam Jadi Sorotan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 16:24 WIB

Harga Emas Naik Rp57.392, Tembus US$4.340,56 per Ounce pada 8 Agustus 2026

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:12 WIB

Redmi Turbo 6 Max Dikabarkan Bawa Baterai 10.000 mAh

Senin, 27 Juli 2026 - 23:05 WIB

HP iQOO Terbaru 2026, Performa Gaming Kencang

Senin, 27 Juli 2026 - 22:41 WIB

Harga Emas Hari Ini 27 Juli 2026 Melonjak, Naik Rp14.772 per Gram

Berita Terbaru

Oplus_131072

Daerah

Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal

Jumat, 28 Agu 2026 - 08:26 WIB

Oplus_131072

Internasional

Energi Monyet Air Bawa Keberanian Menghadapi Perubahan

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:25 WIB