Jakarta, trendsberita.com — Samsung Electronics mengumumkan terobosan baru di bidang teknologi kesehatan wearable melalui Galaxy Watch. Perangkat ini kini mampu membantu memprediksi risiko pingsan sebelum kejadian terjadi.
Melalui riset bersama rumah sakit dan universitas di Korea Selatan, Samsung mengembangkan sistem berbasis kecerdasan buatan (AI) yang menganalisis kondisi tubuh pengguna secara real-time. Selain itu, teknologi ini menjadi langkah besar dalam pengembangan fitur kesehatan preventif pada smartwatch.
Fokus pada Deteksi Vasovagal Syncope
Samsung menargetkan kondisi Vasovagal Syncope (VVS), salah satu penyebab paling umum pingsan. Kondisi ini terjadi ketika tekanan darah dan detak jantung turun secara tiba-tiba.
Akibatnya, seseorang bisa kehilangan kesadaran dalam waktu singkat. Namun demikian, deteksi dini dapat membantu mengurangi risiko cedera akibat jatuh.
Samsung mengembangkan sistem ini agar Galaxy Watch mampu mengenali pola tubuh sebelum pingsan terjadi.
Kolaborasi Riset dengan Institusi Medis
Untuk mengembangkan teknologi ini, Samsung bekerja sama dengan Chung-Ang University Gwangmyeong Hospital di Korea Selatan. Selain itu, penelitian ini juga melibatkan analisis data dari pasien dengan gejala sinkop.
Para peneliti menggunakan Galaxy Watch yang dilengkapi sensor photoplethysmography (PPG). Sensor ini mengukur perubahan aliran darah melalui kulit.
Selanjutnya, data tersebut dianalisis menggunakan algoritma AI untuk membaca pola perubahan detak jantung.
Prediksi Hingga 5 Menit Sebelum Pingsan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu memprediksi risiko pingsan hingga lima menit sebelum kejadian. Selain itu, tingkat akurasi prediksi mencapai 84,6 persen dengan sensitivitas klinis sekitar 90 persen.
Dengan demikian, pengguna memiliki waktu untuk duduk, beristirahat, atau mencari bantuan sebelum kehilangan kesadaran.
Di sisi lain, teknologi ini juga berpotensi mengurangi risiko cedera akibat jatuh mendadak.
Cara Kerja Teknologi di Galaxy Watch
Samsung menjelaskan bahwa sistem ini bekerja melalui tiga tahap utama.
Pertama, Galaxy Watch mengumpulkan data detak jantung secara terus-menerus. Kemudian, perangkat menganalisis variasi detak jantung atau Heart Rate Variability (HRV).
Setelah itu, algoritma AI memproses data tersebut untuk mendeteksi pola yang mengarah pada risiko pingsan.
Karena itu, sistem dapat memberikan peringatan dini sebelum kondisi kritis terjadi.
Dampak untuk Kesehatan Pengguna
Samsung menilai teknologi ini dapat meningkatkan keamanan pengguna, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat pingsan. Selain itu, fitur ini juga membantu pengguna yang aktif bergerak atau beraktivitas fisik tinggi.
Lebih jauh lagi, inovasi ini memperkuat posisi Galaxy Watch sebagai perangkat kesehatan digital, bukan sekadar jam tangan pintar.
Langkah Lanjutan Samsung di Wearable Health
Ke depan, Samsung berencana memperluas fitur kesehatan berbasis AI di perangkat wearable mereka. Misalnya, pemantauan jantung lanjutan, analisis stres, hingga deteksi kondisi medis lainnya.
Dengan demikian, Galaxy Watch akan semakin berperan sebagai alat pemantauan kesehatan pribadi yang proaktif.








