BMKG Jelaskan Fenomena Awan Pelangi di Langit Jonggol Bogor, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penampakan awan pelangi di langit Jonggol, Bogor. (Dok. Istimewa via Detikcom)

Penampakan awan pelangi di langit Jonggol, Bogor. (Dok. Istimewa via Detikcom)

BOGOR, trendsberita.com Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan ilmiah terkait fenomena awan berwarna-warni menyerupai pelangi yang muncul di langit Jonggol, Kabupaten Bogor. Fenomena tersebut sempat viral setelah warga merekamnya dan membagikannya di media sosial.

BMKG menegaskan bahwa fenomena tersebut merupakan kejadian alam yang normal dan termasuk dalam kategori optik atmosfer, bukan pertanda bencana atau kondisi cuaca ekstrem.

Fenomena Awan Pelangi Hebohkan Warga Jonggol

Warga Jonggol dibuat takjub saat melihat langit berubah menampilkan gradasi warna menyerupai pelangi di balik awan. Fenomena itu muncul pada Jumat siang sekitar pukul 14.00 WIB dan bertahan cukup lama sebelum akhirnya menghilang.

Sejumlah warga yang berada di lokasi langsung mengabadikan momen tersebut menggunakan ponsel. Video fenomena itu kemudian menyebar luas di media sosial dan memicu berbagai spekulasi dari masyarakat.

Sebagian warga mengira fenomena itu berkaitan dengan tanda cuaca ekstrem. Namun BMKG langsung meluruskan informasi tersebut agar tidak terjadi kesalahpahaman.

BMKG Tegaskan Fenomena Optik Atmosfer

Pelaksana Harian Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, menjelaskan bahwa fenomena tersebut termasuk peristiwa optik atmosfer yang sering terjadi secara alami.

Ia menegaskan bahwa warna-warni yang terlihat di langit muncul karena interaksi antara cahaya matahari dan partikel air di atmosfer.

“Fenomena yang terlihat pada video tersebut merupakan peristiwa yang umum terjadi dalam atmosfer dan berkaitan dengan optik atmosfer,” ujar Ida.

BMKG menegaskan bahwa fenomena tersebut tidak menunjukkan tanda bahaya, melainkan bagian dari proses alam yang terjadi di atmosfer bumi.

Baca Juga :  Gempa Hari Ini Guncang Garut, BMKG Catat Magnitudo 2,8

Cahaya Matahari dan Butiran Air Jadi Kunci

BMKG menjelaskan bahwa pelangi atau warna-warni di awan terbentuk ketika cahaya matahari berinteraksi dengan butiran air di udara.

Butiran air tersebut berasal dari sisa hujan atau dari hujan yang masih berlangsung di wilayah sekitar.

Ketika cahaya matahari melewati butiran air itu, cahaya mengalami pembiasan dan menghasilkan spektrum warna yang terlihat seperti pelangi.

“Warna pelangi muncul karena cahaya matahari berinteraksi dengan butir-butir air di udara, baik dari sisa hujan maupun hujan yang sedang terjadi di sisi lain wilayah,” jelas Ida.

Fenomena ini bisa terlihat lebih jelas ketika kondisi atmosfer memiliki kelembapan tinggi dan cahaya matahari berada pada sudut tertentu.

Awan Cumulus Turut Pengaruhi Bentuk

BMKG juga menjelaskan bahwa bentuk awan di langit Jonggol turut memengaruhi tampilan fenomena tersebut.

Pada saat kejadian, awan jenis towering cumulus muncul di lokasi dan menutupi sebagian area pelangi.

Awan ini membuat tampilan warna-warni tidak berbentuk lengkungan sempurna seperti pelangi pada umumnya, melainkan tampak menyatu dengan awan.

“Pada saat yang sama, tampak adanya awan towering cumulus yang dapat menutupi sebagian pelangi sehingga bentuknya terlihat tidak utuh atau tampak seperti awan pelangi,” kata Ida.

Fenomena Bukan Tanda Bencana

BMKG menegaskan bahwa fenomena awan pelangi tidak berkaitan dengan potensi bencana alam atau cuaca ekstrem.

Menurut BMKG, kondisi tersebut justru menunjukkan adanya aktivitas pembentukan awan di atmosfer yang dapat berpotensi menimbulkan hujan lokal.

Baca Juga :  Kemensos Alihkan Pengelolaan TMP ke Kemenhan, DPD Usul Ubah Undang-Undang

Namun, kondisi itu tidak bisa dijadikan indikator langsung akan terjadinya badai atau cuaca berbahaya.

BMKG meminta masyarakat tidak mengaitkan fenomena ini dengan mitos atau tanda-tanda tertentu yang tidak memiliki dasar ilmiah.

Warga Sempat Kaget dan Takjub

Sejumlah warga yang menyaksikan langsung fenomena tersebut mengaku terkejut sekaligus kagum.

Mereka melihat langit berubah warna secara perlahan dan membentuk gradasi menyerupai pelangi di antara awan putih dan gelap.

Banyak pengendara yang berhenti di pinggir jalan untuk mengabadikan momen tersebut menggunakan ponsel.

Fenomena ini berlangsung cukup lama, sehingga banyak warga sempat merekamnya dari berbagai sudut.

Fenomena Optik Atmosfer Memang Bisa Terjadi Kapan Saja

BMKG menjelaskan bahwa fenomena optik atmosfer seperti ini dapat muncul kapan saja selama kondisi atmosfer mendukung.

Fenomena ini biasanya terjadi saat:

  • Terdapat butiran air di udara
  • Cahaya matahari berada pada sudut tertentu
  • Awan tipis atau awan bertingkat berada di atmosfer

Kombinasi faktor tersebut dapat menghasilkan efek visual seperti pelangi di langit.

Fenomena serupa juga pernah terjadi di beberapa wilayah lain di Indonesia dan sering menimbulkan perhatian publik karena tampilannya yang unik.

BMKG Imbau Masyarakat Tetap Tenang

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya.

Masyarakat juga diminta untuk selalu merujuk pada penjelasan resmi dari lembaga meteorologi terkait fenomena alam.

Dengan memahami proses ilmiahnya, masyarakat diharapkan tidak lagi mengaitkan fenomena ini dengan hal-hal mistis atau tanda bahaya.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga BBM Diesel Tembus Rp30 Ribu per Liter di SPBU Swasta, Bahlil: Sesuai Mekanisme Pasar
APBN Tekor Rp240 Triliun, Pemerintah Pastikan Defisit Tak Tembus 3% PDB
Resmi Naik! Daftar Lengkap Harga BBM Non-Subsidi Pertamina, BP, dan Vivo Per 5 Mei 2026
Gempa Hari Ini Guncang Garut, BMKG Catat Magnitudo 2,8
Jadwal Pencairan Bansos Mei 2026 Terbaru: PKH, BPNT hingga PBI JKN Mulai Disalurkan Bertahap
Menkomdigi Buka Suara soal Gugatan Amien Rais, Tegaskan Pernyataan soal Prabowo Bermuatan Hoaks
Purbaya Yudhi Sadewa Dikabarkan Dirawat di RS, Ini Fakta dan Jejak Karier Menkeu
PKH Mei 2026 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status dan Tanda Saldo Sudah Masuk
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 22:00 WIB

Harga BBM Diesel Tembus Rp30 Ribu per Liter di SPBU Swasta, Bahlil: Sesuai Mekanisme Pasar

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:00 WIB

APBN Tekor Rp240 Triliun, Pemerintah Pastikan Defisit Tak Tembus 3% PDB

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:51 WIB

Resmi Naik! Daftar Lengkap Harga BBM Non-Subsidi Pertamina, BP, dan Vivo Per 5 Mei 2026

Senin, 4 Mei 2026 - 11:00 WIB

Gempa Hari Ini Guncang Garut, BMKG Catat Magnitudo 2,8

Senin, 4 Mei 2026 - 09:56 WIB

Jadwal Pencairan Bansos Mei 2026 Terbaru: PKH, BPNT hingga PBI JKN Mulai Disalurkan Bertahap

Berita Terbaru