Trendsberita – Akses Jalan Nasional Sungai Penuh menuju Tapan, perbatasan Jambi–Sumatera Barat, kembali normal setelah sempat terputus akibat tanah longsor. Penanganan cepat dilakukan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi dengan menurunkan alat berat ke lokasi kejadian.
Longsor terjadi pada Minggu (5/4/2026) sore akibat tingginya intensitas curah hujan di kawasan perbukitan. Material tanah dan bebatuan menutup badan jalan di sejumlah titik, sehingga arus lalu lintas tidak dapat dilalui.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPJN melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat.
Kepala Satker PJN II, Diaz Shodiq, menjelaskan bahwa pihaknya langsung mengerahkan alat berat berupa backhoe loader dan dump truck untuk membersihkan material longsor.
“Fokus utama membuka jalur pada titik longsor terparah yang mengganggu lalu lintas,” ujarnya.
Proses evakuasi dilakukan secara intensif hingga malam hari. Berkat kerja cepat tim di lapangan, akses jalan akhirnya berhasil dibuka kembali sekitar pukul 23.50 WIB dan mulai bisa dilalui kendaraan.
Meski jalur sudah kembali fungsional, pembersihan sisa material masih terus dilakukan untuk memastikan keamanan pengguna jalan. BPJN juga tetap melakukan pemantauan di titik rawan guna mengantisipasi longsor susulan.
Diketahui, jalur Sungai Penuh–Tapan merupakan salah satu akses penting yang menghubungkan Provinsi Jambi dengan Sumatera Barat. Kondisi geografis berupa perbukitan membuat kawasan ini rawan longsor, terutama saat curah hujan tinggi.









