Emiten Portofolio Haji Isam Lakukan Akuisisi Baru, Saham PACK Berbalik Arah di Tengah Tekanan Pasar

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan usaha PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK). (Foto: PACK)

Kegiatan usaha PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK). (Foto: PACK)

JAKARTA, trendsberita.com – PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK), emiten yang masuk dalam portofolio bisnis pengusaha Haji Isam, kembali menjadi sorotan pasar modal setelah melakukan aksi akuisisi di sektor pertambangan nikel. Langkah ini memicu perubahan arah pergerakan saham perusahaan yang sempat melemah sebelumnya.

Aksi korporasi tersebut mencatat nilai transaksi besar dan memperkuat posisi PACK dalam ekspansi bisnis hilirisasi nikel di Indonesia. Di saat yang sama, pasar merespons dengan peningkatan aktivitas perdagangan saham yang cukup signifikan.

Akuisisi Bernilai Triliunan Rupiah

Dalam keterbukaan informasi terbaru, PACK melalui dua entitas anak usahanya melakukan pembelian saham di dua perusahaan tambang nikel di Konawe Utara. Total nilai transaksi mencapai sekitar US$ 75,9 juta atau setara Rp 1,3 triliun.

Dua anak usaha yang terlibat adalah PT Adhi Prakarsa Raya dan PT Sumber Cahaya Raya. Keduanya masing-masing mengakuisisi 14,63 persen saham di perusahaan tambang berbeda, yakni PT Karyatama Konawe Utara dan PT Konutara Sejati.

Nilai pembelian tercatat masing-masing sebesar US$ 42,4 juta dan US$ 33,5 juta. Setelah transaksi selesai, kepemilikan PACK pada kedua perusahaan tambang tersebut meningkat signifikan hingga mendekati posisi pengendali.

PACK kini menguasai 49,13 persen saham di PT Karyatama Konawe Utara dan 44,63 persen di PT Konutara Sejati. Posisi ini membuat PACK menjadi pemegang saham mayoritas tidak langsung di dua perusahaan tambang tersebut.

Pendanaan dari Pengendali Perusahaan

Aksi akuisisi bernilai besar ini tidak sepenuhnya menggunakan dana internal. Perusahaan mendapatkan dukungan pendanaan melalui pinjaman perpetual dari PT Eco Energi Perkasa, yang merupakan pengendali PACK.

Fasilitas pinjaman tersebut mencapai US$ 93,1 juta dengan bunga sekitar 8 persen per tahun tanpa jatuh tempo. Struktur pembiayaan ini memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk memperluas portofolio bisnisnya tanpa tekanan pembayaran jangka pendek.

Baca Juga :  TPIA Klarifikasi Isu ARB Beruntun dan Spekulasi Margin Call di 4 Rekening Bank

Analis pasar menilai skema pendanaan tersebut menunjukkan strategi agresif ekspansi di sektor tambang, khususnya nikel yang saat ini menjadi komoditas strategis dalam rantai pasok energi baru.

Saham PACK Bergerak Tidak Wajar

Di lantai bursa, saham PACK turut mengalami pergerakan yang cukup volatil. Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat memasukkan saham ini dalam kategori unusual market activity (UMA) setelah terjadi fluktuasi harga yang tajam.

Pada perdagangan terakhir sebelum pengumuman, saham PACK sempat terkoreksi hampir 10 persen ke level Rp 334 per saham. Penurunan ini terjadi setelah periode kenaikan yang cukup agresif dalam beberapa hari sebelumnya.

Sebelumnya, saham PACK justru mencatat reli kuat. Dalam waktu singkat, harga saham ini sempat melesat dari level bawah hingga ratusan persen, mendorong kapitalisasi pasar meningkat drastis.

Efek Masuknya Haji Isam ke Struktur Kepemilikan

Sentimen utama yang mendorong perhatian pasar adalah masuknya Haji Isam sebagai pemegang saham signifikan di PACK. Ia diketahui mengakuisisi sekitar 6,83 miliar saham atau setara 21,12 persen kepemilikan.

Pembelian tersebut dilakukan pada harga sekitar Rp 137 per saham dengan nilai transaksi mencapai hampir Rp 937 miliar. Setelah transaksi selesai, posisi Haji Isam langsung menjadi salah satu pemegang saham terbesar di perusahaan tersebut.

Sejak momen itu, saham PACK mengalami lonjakan harga yang cukup tajam. Dalam beberapa hari perdagangan, nilai kepemilikan tersebut bahkan sempat meningkat signifikan seiring kenaikan harga pasar.

Sejumlah pelaku pasar menyebut fenomena ini sebagai bagian dari “Haji Isam effect”, yakni sentimen pasar yang muncul setiap kali entitas bisnis yang terafiliasi dengannya masuk ke dalam emiten publik.

Lonjakan Nilai dan Keuntungan Sementara

Pergerakan saham PACK dalam beberapa hari setelah aksi korporasi menunjukkan peningkatan nilai yang cepat. Dalam periode singkat, harga saham sempat naik ke level yang jauh lebih tinggi dibandingkan harga akuisisi awal.

Baca Juga :  Warga Ramai-Ramai Jual Emas di Tengah Tekanan Ekonomi dan Pelemahan Rupiah

Kondisi ini membuat nilai kepemilikan Haji Isam di PACK meningkat secara signifikan secara mark-to-market. Namun, keuntungan tersebut masih bersifat sementara karena sangat dipengaruhi volatilitas pasar.

Analis mengingatkan bahwa pergerakan seperti ini biasanya dipicu oleh sentimen dan bukan semata-mata fundamental jangka panjang perusahaan.

Ekspansi ke Sektor Nikel Jadi Fokus Utama

Transformasi bisnis PACK menjadi salah satu faktor yang ikut mendorong perhatian investor. Perusahaan yang sebelumnya bergerak di sektor kemasan kini semakin agresif masuk ke industri nikel.

Langkah ini sejalan dengan tren global yang mendorong kebutuhan bahan baku baterai kendaraan listrik. Nikel menjadi salah satu komoditas strategis yang banyak diburu investor global.

Dengan akuisisi terbaru, PACK memperkuat posisi di rantai pasok tambang dan pengolahan nikel di Indonesia.

Tekanan dan Risiko Tetap Mengintai

Meski sentimen pasar terlihat positif, sejumlah risiko tetap perlu diperhatikan. Volatilitas harga saham yang tinggi membuat pergerakan PACK sangat sensitif terhadap isu kepemilikan dan aksi korporasi.

Selain itu, struktur bisnis yang masih dalam tahap ekspansi membuat kinerja fundamental belum sepenuhnya stabil. Investor juga perlu mencermati potensi risiko pendanaan dan integrasi bisnis di sektor tambang.

Pengamat menilai bahwa euforia pasar biasanya tidak bertahan lama tanpa dukungan kinerja keuangan yang solid.

Arah Pasar ke Depan

Ke depan, pelaku pasar akan menantikan langkah lanjutan dari manajemen PACK dan pemegang saham pengendali. Jika ekspansi tambang berjalan sesuai rencana, perusahaan berpotensi memperkuat posisi di sektor nikel nasional.

Namun, jika tidak ada katalis baru, saham ini kemungkinan akan kembali bergerak mengikuti arah pasar secara umum.

Untuk saat ini, PACK masih menjadi salah satu saham yang paling aktif diperdagangkan dan terus menjadi perhatian investor ritel maupun institusi.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bitcoin Jatuh Lagi, Dua Sentimen Ini Bikin Pasar Kripto Tertekan
Harga Emas Hari Ini Turun Rp13.000, Saat Beli atau Tunggu?
UNIC Tebar Dividen Rp1.447 per Saham, Ini Jadwalnya
Harga Emas Antam Diprediksi Bergerak Fluktuatif pada Selasa 26 Mei 2026
Warga Ramai-Ramai Jual Emas di Tengah Tekanan Ekonomi dan Pelemahan Rupiah
Investor Asing Kembali Net Sell, IHSG Masih Rentan di Tengah Tekanan Global
Stellantis-Dongfeng Akan Ekspor Jeep Buatan China, Ini Rencananya
Mulai Juni 2026, Tujuh Komoditas Vital Terancam Langka
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 18:00 WIB

Bitcoin Jatuh Lagi, Dua Sentimen Ini Bikin Pasar Kripto Tertekan

Rabu, 27 Mei 2026 - 22:00 WIB

Harga Emas Hari Ini Turun Rp13.000, Saat Beli atau Tunggu?

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:00 WIB

UNIC Tebar Dividen Rp1.447 per Saham, Ini Jadwalnya

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Diprediksi Bergerak Fluktuatif pada Selasa 26 Mei 2026

Senin, 25 Mei 2026 - 21:00 WIB

Warga Ramai-Ramai Jual Emas di Tengah Tekanan Ekonomi dan Pelemahan Rupiah

Berita Terbaru