Jambi, trendsberita.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di Provinsi Jambi untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan masih mengguyur sejumlah wilayah dan berpotensi memicu banjir, longsor, hingga pohon tumbang.
Peringatan tersebut muncul setelah beberapa daerah di Jambi mengalami cuaca tidak menentu dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah wilayah bahkan masih terdampak banjir akibat tingginya curah hujan yang terus berlangsung.
BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Thaha Jambi mencatat potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang masih dapat terjadi di beberapa kabupaten dan kota. Kondisi itu membuat masyarakat diminta lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah.
Delapan Kecamatan di Bungo Masih Terdampak Banjir
Cuaca ekstrem yang melanda Jambi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Bungo. Berdasarkan pemantauan di lapangan, delapan kecamatan masih terdampak genangan air hingga Jumat, 15 Mei 2026.
Wilayah yang masih terdampak meliputi Kecamatan Tanah Tumbuh, Tanah Sepenggal, Tanah Sepenggal Lintas, Rantau Pandan, Muko-Muko, Muara Bungo, Bathin II Babeko, dan Pelayang.
Petugas gabungan dari kepolisian, pemerintah daerah, dan relawan terus membantu masyarakat terdampak banjir. Mereka menyalurkan bantuan sembako sekaligus melakukan patroli di sejumlah titik rawan.
Kondisi cuaca yang masih labil membuat pemerintah meminta warga tetap siaga terhadap kemungkinan banjir susulan.
BMKG Prediksi Hujan Lebat Masih Berlanjut
BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Jambi hingga beberapa hari mendatang. Cuaca ekstrem tersebut dapat muncul pada siang, sore, maupun malam hari.
Wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat antara lain Merangin, Batang Hari, Sarolangun, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Tebo, Bungo, hingga Kota Sungai Penuh.
Selain hujan deras, BMKG juga mengingatkan potensi kilat atau petir dan angin kencang yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.
Dalam laporan prakiraan cuaca terbaru, suhu udara di Jambi berkisar antara 16 hingga 31 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan mencapai 64 sampai 100 persen. Kondisi tersebut membuat potensi hujan masih cukup tinggi.
Warga Diminta Hindari Lokasi Rawan
BMKG meminta masyarakat menghindari lokasi rawan banjir dan longsor saat hujan deras turun. Warga juga perlu lebih waspada ketika melintas di daerah perbukitan maupun kawasan dengan drainase buruk.
Selain itu, masyarakat diminta tidak berteduh di bawah pohon besar saat hujan disertai angin kencang dan petir. Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat pohon tumbang atau sambaran petir.
Warga yang tinggal di dekat bantaran sungai juga perlu memantau kenaikan debit air, terutama saat hujan berlangsung dalam waktu lama.
BMKG turut mengimbau masyarakat rutin mengikuti perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi agar dapat mengambil langkah antisipasi lebih cepat.
Aktivitas Masyarakat Mulai Terganggu
Cuaca ekstrem dalam beberapa pekan terakhir mulai mengganggu aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah Jambi. Hujan deras yang turun selama berjam-jam menyebabkan beberapa jalan tergenang dan memperlambat arus lalu lintas.
Di beberapa titik, angin kencang juga sempat menyebabkan pohon tumbang dan gangguan jaringan listrik. Kondisi tersebut membuat warga harus lebih berhati-hati saat berkendara, terutama pada malam hari.
Aktivitas nelayan dan petani ikut terdampak akibat perubahan cuaca yang tidak menentu. Banyak warga memilih mengurangi aktivitas luar ruangan ketika hujan lebat mulai turun.
Pengamat cuaca lokal, Dedi Kurniawan, mengatakan perubahan cuaca saat ini masih dipengaruhi kondisi atmosfer yang cukup dinamis.
“Potensi hujan lebat masih bisa terjadi secara tiba-tiba,” ujarnya.
Menurut dia, masyarakat perlu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi perubahan cuaca ekstrem dalam masa peralihan musim seperti sekarang.
Pemerintah Daerah Siagakan Tim Darurat
Pemerintah daerah di sejumlah kabupaten dan kota di Jambi mulai menyiagakan tim penanganan bencana untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem. Petugas gabungan terus memantau daerah rawan banjir, longsor, dan pohon tumbang.
Selain menyiapkan personel, pemerintah juga mulai memastikan kesiapan logistik darurat jika banjir kembali meluas.
Polisi bersama instansi terkait turut membantu proses evakuasi dan penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak banjir di beberapa daerah.
Pemerintah berharap langkah antisipasi tersebut dapat meminimalkan dampak cuaca buruk terhadap masyarakat.
BMKG Minta Warga Tetap Tenang dan Waspada
Meski potensi cuaca ekstrem masih cukup tinggi, BMKG meminta masyarakat tidak panik. Warga hanya perlu meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan pemerintah maupun petugas di lapangan.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan saluran air di sekitar rumah agar genangan tidak semakin parah saat hujan deras turun.
Selain itu, warga disarankan menyiapkan perlengkapan darurat seperti senter, obat-obatan, makanan instan, dan dokumen penting di tempat aman sebagai langkah antisipasi jika banjir terjadi sewaktu-waktu.
Dengan kondisi cuaca yang masih dinamis, kewaspadaan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi di wilayah Jambi.









