Ciri-ciri Musim Kemarau dan Prediksi Puncaknya di Indonesia 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 13 April 2026 - 12:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi musim kemarau (Foto: Chamika Jayasri/Unsplash)

Ilustrasi musim kemarau (Foto: Chamika Jayasri/Unsplash)

trendsberita – Musim kemarau di Indonesia mulai menunjukkan tanda-tandanya di sejumlah wilayah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kemarau tahun 2026 datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang dari biasanya.

Salah satu ciri utama musim kemarau adalah menurunnya curah hujan secara signifikan. Kondisi ini membuat udara terasa lebih panas dan kering, terutama pada siang hari. Selain itu, langit cenderung cerah dengan sedikit awan.

Perubahan arah angin juga menjadi tanda penting. Angin yang semula bertiup dari Asia mulai bergeser menjadi angin dari Australia yang membawa udara lebih kering ke Indonesia.

Baca Juga :  Warga Panik Saat Gempa M 7,6 Guncang Sulawesi Utara, Tiang Listrik Bergoyang

Ciri lain yang mudah dikenali adalah meningkatnya suhu udara dan berkurangnya kelembapan. Tanah mulai mengering, debit air menurun, dan risiko kebakaran hutan serta lahan ikut meningkat.

BMKG menyebut sebagian wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau sejak April hingga Juni 2026. Beberapa daerah bahkan mengalami kemarau lebih awal dibanding biasanya.

Untuk puncaknya, musim kemarau 2026 diprediksi terjadi pada Agustus di sebagian besar wilayah Indonesia. Sekitar 61 persen wilayah akan mengalami kondisi paling kering pada periode tersebut.

Baca Juga :  Operasi Patuh 2026 Mulai 8 Juni, Polisi Incar Pelat Nomor Modifikasi

Meski demikian, tidak semua daerah mengalami puncak kemarau pada waktu yang sama. Sebagian wilayah sudah merasakannya sejak Juli, sementara daerah lain baru mencapai puncak pada September.

BMKG juga memperkirakan musim kemarau tahun ini cenderung lebih kering dan berlangsung lebih lama. Kondisi ini meningkatkan risiko kekeringan serta kebakaran hutan di beberapa wilayah.

Masyarakat diimbau untuk mulai menghemat penggunaan air dan meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak musim kemarau sejak dini.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LSM Brajo Sakti Soroti Penggunaan Anggaran Operasional RS Pratama Bukit Kerman
Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal
Pemkot Sungai Penuh Raih Apresiasi Pemimpin Daerah Award 2026 Berkat Inovasi Program 3S
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Mencapai 2.500 Meter
Energi Monyet Air Bawa Keberanian Menghadapi Perubahan
Banjir Bandang Mematikan Terjang Nepal-Tibet
Ramalan Shio Rabu 26 Agustus 2026
Komisi II DPRD Kota Sungai Penuh Bahas Pengawasan Distribusi LPG 3 Kg
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 08:47 WIB

LSM Brajo Sakti Soroti Penggunaan Anggaran Operasional RS Pratama Bukit Kerman

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:26 WIB

Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Pemkot Sungai Penuh Raih Apresiasi Pemimpin Daerah Award 2026 Berkat Inovasi Program 3S

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:59 WIB

Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Mencapai 2.500 Meter

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:25 WIB

Energi Monyet Air Bawa Keberanian Menghadapi Perubahan

Berita Terbaru

Oplus_131072

Daerah

Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal

Jumat, 28 Agu 2026 - 08:26 WIB

Oplus_131072

Internasional

Energi Monyet Air Bawa Keberanian Menghadapi Perubahan

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:25 WIB