10 Komplikasi Asam Urat yang Perlu Diwaspadai, Nomor 10 Bisa Mengancam Jiwa

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 31 Mei 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi penderita asam urat yang mengalami nyeri sendi. Jika tidak ditangani dengan baik, asam urat dapat memicu berbagai komplikasi serius.--

Ilustrasi penderita asam urat yang mengalami nyeri sendi. Jika tidak ditangani dengan baik, asam urat dapat memicu berbagai komplikasi serius.--

JAMBI, trendsberita.com – Banyak orang menganggap asam urat hanya menyebabkan nyeri sendi dan pembengkakan. Padahal, kondisi tersebut dapat memicu berbagai komplikasi serius jika penderita tidak mengontrol kadar asam urat dengan baik.

Asam urat muncul ketika kadar uric acid dalam darah terlalu tinggi. Kondisi itu memicu pembentukan kristal yang menumpuk di persendian, ginjal, maupun jaringan tubuh lainnya. Akibatnya, penderita dapat mengalami peradangan berkepanjangan yang berdampak pada kesehatan jangka panjang.

Selain menyebabkan rasa nyeri, penyakit asam urat juga dapat meningkatkan risiko gangguan organ vital. Karena itu, penderita perlu mengenali berbagai komplikasi yang dapat muncul akibat kadar asam urat yang tidak terkontrol.

1. Kerusakan Sendi Permanen

Serangan asam urat yang terjadi berulang kali dapat merusak struktur sendi secara perlahan. Peradangan kronis membuat jaringan sendi mengalami pengikisan hingga menurunkan fungsi gerak.

Jika kondisi tersebut terus berlangsung, penderita dapat mengalami kekakuan sendi, perubahan bentuk persendian, hingga kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari.

2. Tophi atau Benjolan Kristal Asam Urat

Tophi merupakan benjolan yang terbentuk akibat penumpukan kristal asam urat di bawah kulit. Benjolan ini biasanya muncul pada jari, tangan, kaki, siku, hingga telinga.

Meski tidak selalu menimbulkan rasa sakit, tophi dapat mengganggu pergerakan sendi dan memengaruhi penampilan fisik penderita.

3. Infeksi pada Tophi

Tophi yang terus membesar dapat membuat kulit menjadi tipis dan mudah terluka. Kondisi tersebut meningkatkan risiko infeksi pada area yang mengalami penumpukan kristal asam urat.

Baca Juga :  Penyakit Jantung Ancam Gen Z di Malaysia, Ternyata Dipicu Kebiasaan Konsumsi Ini

Dalam beberapa kasus, tophi bahkan dapat pecah dan mengeluarkan cairan sehingga membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.

4. Batu Ginjal

Kristal asam urat tidak hanya menumpuk di persendian. Kristal tersebut juga dapat terbentuk di saluran kemih dan berkembang menjadi batu ginjal.

Batu ginjal akibat asam urat sering menimbulkan nyeri hebat pada bagian pinggang, gangguan buang air kecil, hingga urine berdarah.

5. Penyakit Ginjal Kronis

Kadar asam urat yang tinggi dalam waktu lama dapat merusak fungsi ginjal secara perlahan. Akibatnya, kemampuan ginjal untuk menyaring zat sisa dari tubuh akan menurun.

Jika penderita tidak menjalani pengobatan yang tepat, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi penyakit ginjal kronis.

6. Deformitas Sendi

Peradangan yang berlangsung terus-menerus dapat mengubah bentuk persendian. Kondisi ini sering muncul pada penderita asam urat kronis yang tidak mendapatkan penanganan optimal.

Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, deformitas sendi juga dapat menurunkan kualitas hidup penderita karena membatasi mobilitas tubuh.

7. Gangguan Tidur

Serangan asam urat sering muncul pada malam hari. Akibatnya, banyak penderita mengalami gangguan tidur karena rasa nyeri yang muncul secara tiba-tiba.

Kurang tidur dapat memicu kelelahan, sulit berkonsentrasi, hingga meningkatkan risiko stres dalam jangka panjang.

8. Gangguan Kesehatan Mental

Nyeri berkepanjangan dan keterbatasan aktivitas dapat memengaruhi kondisi psikologis penderita asam urat. Banyak penderita mengalami stres, kecemasan, bahkan depresi akibat penyakit yang terus kambuh.

Baca Juga :  Bayam Punya 5 Manfaat Besar untuk Kesehatan, Tapi Kelompok Ini Sebaiknya Membatasi Konsumsi

Karena itu, dokter sering menyarankan penderita untuk menjalani pengobatan secara rutin sekaligus menjaga kualitas hidup sehari-hari.

9. Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kadar asam urat yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah. Peradangan kronis akibat asam urat menjadi salah satu faktor yang memicu kondisi tersebut.

Karena itu, penderita asam urat perlu menjaga pola makan sehat, mengontrol berat badan, dan rutin memeriksakan kesehatan jantung.

10. Gagal Ginjal

Gagal ginjal menjadi salah satu komplikasi paling serius akibat asam urat yang tidak terkontrol. Kerusakan ginjal yang berlangsung dalam waktu lama dapat membuat organ tersebut kehilangan kemampuannya untuk bekerja secara normal.

Jika kondisi sudah parah, penderita mungkin memerlukan cuci darah atau perawatan medis jangka panjang. Karena itu, banyak dokter mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh kadar asam urat yang terus meningkat.

Cara Mencegah Komplikasi Asam Urat

Dokter menyarankan penderita asam urat untuk menjaga pola makan rendah purin, memperbanyak konsumsi air putih, dan rutin berolahraga. Selain itu, penderita juga perlu menghindari konsumsi alkohol serta makanan yang dapat memicu kenaikan kadar asam urat.

Pemeriksaan rutin juga penting untuk memantau kadar asam urat dan mencegah komplikasi yang lebih berat. Dengan penanganan yang tepat, penderita dapat mengurangi risiko kerusakan sendi maupun gangguan organ lainnya.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Campak Jadi Ancaman yang Terlupakan di Tengah Sorotan Ebola dan Hantavirus
Viral Rontgen Usus Wanita Susah BAB 23 Tahun, Kondisinya Bikin Dokter Terkejut
Bayam Punya 5 Manfaat Besar untuk Kesehatan, Tapi Kelompok Ini Sebaiknya Membatasi Konsumsi
Fakta Nanas untuk Paru-Paru, Benarkah Bisa Membersihkan Racun dan Nikotin?
Fakta Terbaru Kanker Payudara 2026, Pentingnya Skrining dan Harapan Baru Pengobatan
Waspadai Serangan Jantung Usia Muda Akibat Begadang, Stres, dan Merokok
Banyak yang Masih Bingung, Dokter Jelaskan Perbedaan PCOS dan PMOS
Apa Itu Hantavirus? Dokter Jelaskan Penularannya
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:00 WIB

Campak Jadi Ancaman yang Terlupakan di Tengah Sorotan Ebola dan Hantavirus

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:00 WIB

Viral Rontgen Usus Wanita Susah BAB 23 Tahun, Kondisinya Bikin Dokter Terkejut

Selasa, 2 Juni 2026 - 09:00 WIB

Bayam Punya 5 Manfaat Besar untuk Kesehatan, Tapi Kelompok Ini Sebaiknya Membatasi Konsumsi

Minggu, 31 Mei 2026 - 12:00 WIB

Fakta Nanas untuk Paru-Paru, Benarkah Bisa Membersihkan Racun dan Nikotin?

Minggu, 31 Mei 2026 - 10:00 WIB

10 Komplikasi Asam Urat yang Perlu Diwaspadai, Nomor 10 Bisa Mengancam Jiwa

Berita Terbaru