FBI Peringatkan Pengguna Microsoft 365, Serangan AI Pencuri Akun Makin Canggih

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi serangan siber. Indonesia menempati posisi pertama sebagai negara sumber serangan siber terbesar di dunia pada 2025.(BBC)

Ilustrasi serangan siber. Indonesia menempati posisi pertama sebagai negara sumber serangan siber terbesar di dunia pada 2025.(BBC)

Jakarta, trendsberita.comFBI mengingatkan pengguna Microsoft 365 tentang meningkatnya ancaman serangan siber berbasis kecerdasan buatan (AI). Para pelaku kejahatan siber memanfaatkan teknologi ini untuk menjalankan phishing yang lebih meyakinkan dan sulit dikenali.

Selain itu, FBI menilai teknik baru ini mampu meniru layanan resmi Microsoft dengan tingkat kemiripan yang sangat tinggi.

AI Membuat Phishing Lebih Meyakinkan

Pelaku kejahatan siber menggunakan AI untuk membuat email dan halaman login palsu yang terlihat profesional.

Dengan teknik ini, mereka meniru tampilan layanan Microsoft secara detail sehingga korban sulit membedakan situs asli dan palsu.

Selanjutnya, pelaku mengarahkan korban ke halaman login yang mereka kendalikan untuk mencuri data akses.

Target Serangan Beralih ke Token Akses

Selain password, pelaku juga menargetkan token OAuth.

Baca Juga :  Harga Canon EOS R6 Mark II Terbaru 2026 Resmi Dirilis, Masih Jadi Favorit Kamera Full-Frame

Token ini memberi akses langsung ke layanan Microsoft seperti Outlook, Teams, dan OneDrive tanpa login ulang.

Akibatnya, penyerang tetap bisa masuk ke akun korban meskipun pengguna sudah mengganti kata sandi.

Di sisi lain, teknik ini juga dapat melewati sistem autentikasi dua faktor pada kondisi tertentu.

AI Mempercepat Skala Serangan

Penggunaan AI membuat pelaku mampu membuat banyak variasi email phishing dalam waktu singkat.

Selain itu, mereka menyesuaikan pesan agar terlihat lebih personal sesuai target.

Dengan demikian, peluang keberhasilan serangan meningkat dibanding metode phishing tradisional.

FBI Minta Pengguna Tingkatkan Kewaspadaan

FBI meminta pengguna Microsoft 365 untuk berhati-hati terhadap email yang meminta login ulang atau verifikasi mendadak.

Baca Juga :  Mengenal Malware Vect 2.0 yang Hancurkan Data Secara Permanen, Ancaman Baru di Dunia Siber

Selain itu, pengguna perlu memeriksa aktivitas login yang tidak dikenal di akun mereka.

Selanjutnya, perusahaan perlu memperkuat sistem keamanan dan membatasi akses yang tidak sah.

Dampak ke Perusahaan

Serangan ini berdampak besar pada perusahaan yang menggunakan Microsoft 365 sebagai sistem kerja utama.

Jika penyerang berhasil masuk ke akun, mereka dapat mengakses email, dokumen internal, dan data sensitif perusahaan.

Oleh karena itu, perusahaan perlu memperkuat sistem keamanan sebelum terjadi kebocoran data.

Kesimpulan

FBI menilai serangan phishing berbasis AI terhadap Microsoft 365 semakin berbahaya. Oleh karena itu, pengguna dan perusahaan perlu meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat keamanan akun untuk mencegah pencurian data.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

9 Gadget Wajib 2026 untuk Penunjang Produktivitas Kerja Modern
Spesifikasi dan Harga Motorola Edge 70 Fusion di Indonesia
Google Perbarui Android Auto, Pengendara Kini Lebih Mudah Ganti Aplikasi Media
Intel Arc G3 Resmi Meluncur, Intel Masuk Pasar Handheld Gaming
YouTube Punya Fitur AI Baru, Feed Video Kini Bisa Lebih Personal
WhatsApp Business Error, Telepon dan Suara Panggilan Bermasalah
Google Fitbit Air Resmi Hadir, Smartband Tanpa Layar yang Jadi Andalan Atlet
Harga Canon EOS R6 Mark II Terbaru 2026 Resmi Dirilis, Masih Jadi Favorit Kamera Full-Frame
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:00 WIB

9 Gadget Wajib 2026 untuk Penunjang Produktivitas Kerja Modern

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:00 WIB

Spesifikasi dan Harga Motorola Edge 70 Fusion di Indonesia

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:00 WIB

Google Perbarui Android Auto, Pengendara Kini Lebih Mudah Ganti Aplikasi Media

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:00 WIB

Intel Arc G3 Resmi Meluncur, Intel Masuk Pasar Handheld Gaming

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:00 WIB

YouTube Punya Fitur AI Baru, Feed Video Kini Bisa Lebih Personal

Berita Terbaru