Mulai Juni 2026, Tujuh Komoditas Vital Terancam Langka

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: RRI Sungai Penuh

Foto: RRI Sungai Penuh

Jakarta, trendsberita.com – Sejumlah komoditas vital terancam langka mulai Juni 2026 setelah tekanan pasokan, gangguan distribusi, hingga faktor cuaca diperkirakan memengaruhi ketersediaan bahan kebutuhan pokok di berbagai daerah Indonesia.

Tujuh Komoditas Masuk Zona Rawan

Sejumlah laporan menyebut sedikitnya tujuh komoditas masuk kategori rawan kelangkaan. Tujuh komoditas tersebut meliputi beras, minyak goreng, bawang putih, kedelai, cabai, pupuk, dan LPG 3 kilogram.

Selain itu, kondisi ini muncul karena kombinasi berbagai faktor seperti cuaca ekstrem, distribusi yang tidak stabil, hingga kenaikan biaya logistik. Karena itu, rantai pasok nasional ikut tertekan dalam beberapa bulan terakhir.

“Tekanan pada pasokan ini berpotensi memengaruhi harga di tingkat konsumen,” ujar salah satu pengamat ekonomi pangan.

Beras dan Minyak Goreng Jadi Sorotan

Beras menjadi komoditas yang paling mendapat perhatian. Penurunan hasil panen di beberapa daerah membuat stok beras berkurang. Di sisi lain, perubahan cuaca dan alih fungsi lahan ikut mempersempit produksi.

Selain itu, minyak goreng juga berpotensi mengalami gangguan distribusi. Meski Indonesia menjadi produsen sawit besar, kebutuhan ekspor dan industri membuat pasokan domestik ikut tertekan.

Baca Juga :  Harga Emas Antam (ANTM) Melonjak Rp 10.000, Investor Kembali Optimistis di Tengah Fluktuasi G

Kondisi ini mendorong harga dua komoditas tersebut bergerak lebih sensitif terhadap perubahan pasar.

Impor dan Cuaca Pengaruhi Komoditas Lain

Sementara itu, bawang putih dan kedelai masih bergantung pada impor. Fluktuasi nilai tukar dan hambatan distribusi global membuat pasokan dua komoditas ini rentan terganggu.

Selain itu, cabai tetap menjadi komoditas paling sensitif terhadap cuaca. Hujan ekstrem atau gangguan transportasi sering memicu lonjakan harga dalam waktu singkat.

Di sisi lain, distribusi yang tidak merata juga memperburuk kondisi di beberapa daerah.

Pupuk dan LPG Ikut Terdampak

Pupuk juga masuk daftar komoditas yang berpotensi langka. Kenaikan bahan baku global serta keterlambatan distribusi pupuk subsidi memberi tekanan pada sektor pertanian.

Akibatnya, petani berpotensi menghadapi penurunan produktivitas jika kondisi ini terus berlanjut.

Selain itu, LPG 3 kilogram juga menjadi perhatian. Gas melon ini sangat dibutuhkan oleh rumah tangga dan pelaku UMKM seperti warteg, pedagang makanan, hingga usaha kecil lainnya.

Baca Juga :  Astra (ASII) Tebar Dividen Rp15,6 Triliun, Angkat Rudy Jadi Direktur Utama Baru

“Jika pasokan LPG terganggu, dampaknya langsung terasa ke aktivitas ekonomi masyarakat kecil,” kata pengamat lainnya.

Dampak ke Inflasi dan UMKM

Kondisi kelangkaan komoditas vital ini berpotensi memicu kenaikan inflasi pangan. Selain itu, UMKM juga menjadi kelompok yang paling cepat merasakan dampaknya.

Kenaikan harga bahan baku membuat pelaku usaha harus menyesuaikan harga jual atau menekan margin keuntungan mereka.

Namun demikian, sebagian pelaku usaha mulai menyiapkan strategi seperti mencari pemasok alternatif dan mengatur stok lebih ketat.

Langkah Antisipasi Dibutuhkan

Para pengamat menilai pemerintah perlu memperkuat distribusi dan menjaga stabilitas pasokan. Selain itu, pengawasan terhadap rantai distribusi juga perlu diperketat untuk mencegah penimbunan.

Di sisi lain, pelaku usaha juga diminta lebih adaptif dalam menghadapi potensi kelangkaan.

“Pelaku usaha yang cepat membaca situasi akan lebih siap menghadapi tekanan harga,” ujar pengamat ekonomi pangan.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bitcoin Jatuh Lagi, Dua Sentimen Ini Bikin Pasar Kripto Tertekan
Harga Emas Hari Ini Turun Rp13.000, Saat Beli atau Tunggu?
UNIC Tebar Dividen Rp1.447 per Saham, Ini Jadwalnya
Harga Emas Antam Diprediksi Bergerak Fluktuatif pada Selasa 26 Mei 2026
Warga Ramai-Ramai Jual Emas di Tengah Tekanan Ekonomi dan Pelemahan Rupiah
Investor Asing Kembali Net Sell, IHSG Masih Rentan di Tengah Tekanan Global
Stellantis-Dongfeng Akan Ekspor Jeep Buatan China, Ini Rencananya
Harga Emas Antam Hari Ini 24 Mei 2026: Cek Rincian Terbaru
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 18:00 WIB

Bitcoin Jatuh Lagi, Dua Sentimen Ini Bikin Pasar Kripto Tertekan

Rabu, 27 Mei 2026 - 22:00 WIB

Harga Emas Hari Ini Turun Rp13.000, Saat Beli atau Tunggu?

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:00 WIB

UNIC Tebar Dividen Rp1.447 per Saham, Ini Jadwalnya

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Diprediksi Bergerak Fluktuatif pada Selasa 26 Mei 2026

Senin, 25 Mei 2026 - 21:00 WIB

Warga Ramai-Ramai Jual Emas di Tengah Tekanan Ekonomi dan Pelemahan Rupiah

Berita Terbaru