Putin dan Xi Jinping Peringatkan Dunia: Risiko “Hukum Rimba” Semakin Nyata di Tengah Ketegangan Global

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 22 Mei 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: DetikNews

Foto: DetikNews

Jakarta, trendsberita.com – Putin dan Xi Jinping menyuarakan kekhawatiran besar tentang arah dunia saat ini. Keduanya menilai hubungan internasional semakin tidak stabil. Mereka melihat konflik antar negara besar terus meningkat.

Dalam pertemuan di Beijing, keduanya menyoroti melemahnya aturan global. Mereka menilai banyak negara mulai bertindak sendiri tanpa mempertimbangkan dampak luas.

Putin menyebut kondisi ini bisa mendorong dunia kembali ke pola “hukum rimba”. Dalam situasi itu, negara kuat bisa menekan negara yang lebih lemah.

Kritik terhadap Dominasi Kekuatan Besar

Kedua pemimpin juga mengkritik dominasi sejumlah negara dalam sistem global. Mereka menilai beberapa negara masih mencoba mengatur dunia secara sepihak.

Menurut mereka, cara itu justru memperbesar ketegangan. Dunia butuh kerja sama, bukan tekanan politik atau ekonomi.

Putin menegaskan Rusia memilih jalur kebijakan luar negeri yang mandiri. Ia juga menekankan pentingnya kemitraan strategis dengan China.

Baca Juga :  Komisi I DPR Yakin Gencatan Senjata AS–Iran Buka Jalan Solusi Jangka Panjang

Sikap terhadap Perang Ukraina

Perang Ukraina tetap menjadi isu utama dalam pembicaraan kedua negara. Rusia dan China sama-sama mendorong penyelesaian damai.

Mereka meminta semua pihak mencari solusi jangka panjang. Namun mereka juga menilai akar konflik harus diselesaikan terlebih dahulu.

China kembali dipuji Rusia karena dianggap mengambil sikap netral. Meski begitu, negara Barat masih menilai posisi China tidak sepenuhnya netral.

Ketegangan Global Terus Meningkat

Ketegangan global terus naik dalam beberapa tahun terakhir. Persaingan antara blok Barat dan negara lain semakin terlihat jelas.

Persaingan itu tidak hanya terjadi di bidang militer. Ekonomi, teknologi, dan pengaruh politik juga ikut bersaing.

Beberapa pengamat menilai istilah “hukum rimba” mencerminkan kekhawatiran akan dunia tanpa aturan kuat. Dalam kondisi itu, konflik bisa lebih mudah muncul.

Baca Juga :  Deretan Negara Sambut Baik Gencatan Senjata AS–Iran

Hubungan Rusia dan China Semakin Dekat

Rusia dan China terus memperkuat hubungan mereka. Kedua negara meningkatkan kerja sama di banyak sektor.

Mereka memperluas kerja sama energi, perdagangan, dan pertahanan. Hubungan itu makin erat dalam beberapa tahun terakhir.

Kedua negara juga sering menunjukkan sikap yang sejalan di forum internasional. Mereka sama-sama mengkritik dominasi negara Barat.

Dunia di Titik Kritis

Pernyataan Putin dan Xi Jinping menambah perhatian global terhadap arah dunia. Banyak pihak melihat dunia sedang berada di titik kritis.

Konflik masih terjadi di berbagai wilayah. Sementara itu, persaingan negara besar juga belum mereda.

Situasi ini membuat masa depan tatanan dunia masih tidak pasti. Dunia bisa bergerak ke arah kerja sama atau justru konflik yang lebih tajam.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih dari 5%, Pasar Energi Tertekan
Menlu AS Optimistis Iran Sepakat Akhiri Konflik dalam 24 Jam, Ini Perkembangan Terbaru
GPCI Sebut Seluruh Delegasi Global Sumud Flotilla Termasuk WNI Akan Segera Dipulangkan
AS Resmi Mendakwa Mantan Presiden Kuba Raúl Castro atas Penembakan 2 Pesawat Sipil
Netanyahu Tanggapi Penangkapan WNI di Misi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla
Bulan Perlahan Menjauh dari Bumi, Ini Dampak Kosmik yang Bisa Terjadi
Aramco Peringatkan Dunia Dekati Krisis Bahan Bakar Parah, Pasokan Minyak Global Terancam
Australia Pastikan 6 Penumpang Terinfeksi Hantavirus dalam Kondisi Sehat
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 19:00 WIB

Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih dari 5%, Pasar Energi Tertekan

Minggu, 24 Mei 2026 - 10:00 WIB

Menlu AS Optimistis Iran Sepakat Akhiri Konflik dalam 24 Jam, Ini Perkembangan Terbaru

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:00 WIB

GPCI Sebut Seluruh Delegasi Global Sumud Flotilla Termasuk WNI Akan Segera Dipulangkan

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:00 WIB

AS Resmi Mendakwa Mantan Presiden Kuba Raúl Castro atas Penembakan 2 Pesawat Sipil

Jumat, 22 Mei 2026 - 09:00 WIB

Putin dan Xi Jinping Peringatkan Dunia: Risiko “Hukum Rimba” Semakin Nyata di Tengah Ketegangan Global

Berita Terbaru