Iran Kembali Eksekusi Mati 2 Anggota Kelompok Oposisi Terlaran

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 4 April 2026 - 22:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi hukum gantung (Foto: Internet)

Ilustrasi hukum gantung (Foto: Internet)

Trendsberita – Otoritas Iran kembali mengeksekusi mati dua pria yang disebut sebagai anggota kelompok oposisi terlarang. Eksekusi ini menjadi bagian dari rangkaian tindakan keras terhadap kelompok yang dianggap mengancam pemerintah.

Kedua pria tersebut dinyatakan bersalah karena terlibat dalam aktivitas yang bertujuan menggulingkan pemerintah. Mereka juga disebut terlibat dalam aksi sabotase dan kegiatan yang dikategorikan sebagai terorisme.

Baca Juga :  Putin Siap Bantu dan Dukung Stabilitas Timur Tengah

Kelompok yang dimaksud adalah Mujahidin Rakyat Iran (MEK), yang telah lama dilarang oleh pemerintah Iran. Otoritas setempat menilai kelompok ini sebagai ancaman terhadap stabilitas negara.

Eksekusi ini bukan yang pertama dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, sejumlah anggota kelompok yang sama juga telah dijatuhi hukuman mati.

Langkah ini terjadi di tengah konflik yang masih berlangsung antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Situasi tersebut membuat kondisi politik dan keamanan di Iran semakin tegang.

Baca Juga :  Iran Klaim Menang Perang, Sebut AS Terima Rencana 10 Poin

Sejumlah laporan internasional menyebut eksekusi ini sebagai bagian dari upaya pemerintah menekan oposisi. Dalam beberapa waktu terakhir, Iran memang meningkatkan tindakan terhadap kelompok yang dianggap berseberangan dengan pemerintah.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih dari 5%, Pasar Energi Tertekan
Menlu AS Optimistis Iran Sepakat Akhiri Konflik dalam 24 Jam, Ini Perkembangan Terbaru
GPCI Sebut Seluruh Delegasi Global Sumud Flotilla Termasuk WNI Akan Segera Dipulangkan
AS Resmi Mendakwa Mantan Presiden Kuba Raúl Castro atas Penembakan 2 Pesawat Sipil
Putin dan Xi Jinping Peringatkan Dunia: Risiko “Hukum Rimba” Semakin Nyata di Tengah Ketegangan Global
Netanyahu Tanggapi Penangkapan WNI di Misi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla
Bulan Perlahan Menjauh dari Bumi, Ini Dampak Kosmik yang Bisa Terjadi
Aramco Peringatkan Dunia Dekati Krisis Bahan Bakar Parah, Pasokan Minyak Global Terancam
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 19:00 WIB

Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih dari 5%, Pasar Energi Tertekan

Minggu, 24 Mei 2026 - 10:00 WIB

Menlu AS Optimistis Iran Sepakat Akhiri Konflik dalam 24 Jam, Ini Perkembangan Terbaru

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:00 WIB

GPCI Sebut Seluruh Delegasi Global Sumud Flotilla Termasuk WNI Akan Segera Dipulangkan

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:00 WIB

AS Resmi Mendakwa Mantan Presiden Kuba Raúl Castro atas Penembakan 2 Pesawat Sipil

Jumat, 22 Mei 2026 - 09:00 WIB

Putin dan Xi Jinping Peringatkan Dunia: Risiko “Hukum Rimba” Semakin Nyata di Tengah Ketegangan Global

Berita Terbaru