Arah Harga Emas Pekan Depan Masih Dibayangi Tekanan Global

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 18 Mei 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi emas. (Treasury)

Ilustrasi emas. (Treasury)

trendsberita.com – Harga emas dunia masih bergerak naik turun menjelang perdagangan pekan depan. Pelaku pasar terus memantau kebijakan suku bunga Amerika Serikat (AS), pergerakan dolar AS, dan kondisi geopolitik global yang memengaruhi pasar logam mulia.

Analis pasar komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan harga emas dunia bergerak dalam rentang US$ 4.444 hingga mendekati US$ 4.800 per troy ounce pada pekan depan.

Menurut Ibrahim, pasar emas masih menghadapi tekanan jangka pendek akibat penguatan dolar AS dan tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Namun, ketidakpastian ekonomi global masih menjaga minat investor terhadap aset safe haven seperti emas.

Dolar AS Tekan Pergerakan Harga Emas

Pergerakan dolar AS masih menjadi faktor utama yang menggerakkan harga emas dunia. Saat dolar menguat, banyak investor mengalihkan dana ke instrumen berbunga yang memberikan imbal hasil lebih tinggi.

Kondisi tersebut membuat harga emas sulit mempertahankan tren kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.

Analis Forex.com Fawad Razaqzada menilai lonjakan imbal hasil obligasi AS ikut menekan daya tarik emas di pasar global.

Pelaku pasar juga terus menunggu arah kebijakan terbaru dari bank sentral AS atau The Fed.

Jika The Fed mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, tekanan terhadap harga emas kemungkinan terus berlanjut.

Geopolitik Global Masih Topang Harga Emas

Meski pasar menghadapi tekanan dari dolar AS, kondisi geopolitik global masih menopang harga emas.

Baca Juga :  Aksi Jual Emas Bank Sentral Kian Deras, Pasar Waspadai Tekanan Harga

Konflik di beberapa kawasan membuat investor tetap memilih aset aman untuk menjaga nilai investasi mereka.

Analis pasar menilai ketegangan geopolitik sering mendorong kenaikan permintaan emas saat kondisi ekonomi global tidak stabil.

Selain konflik global, pelaku pasar juga mencermati ancaman perlambatan ekonomi dunia dan tekanan inflasi di sejumlah negara besar.

Situasi tersebut membuat emas tetap menarik bagi investor jangka panjang.

Harga Emas Antam Ikut Bergerak Dinamis

Pergerakan emas dunia juga memengaruhi harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk atau Antam di pasar domestik.

Sejumlah analis memperkirakan harga emas Antam bergerak dalam rentang Rp 2,7 juta hingga mendekati Rp 2,9 juta per gram pada pekan depan.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ikut menentukan harga emas di pasar lokal.

Saat rupiah melemah, harga emas domestik biasanya ikut naik meski harga emas global terkoreksi.

Karena itu, investor dalam negeri terus memantau pergerakan kurs dan perkembangan ekonomi global.

Investasi Emas Digital Makin Diminati

Minat masyarakat terhadap investasi emas digital terus meningkat sepanjang 2026.

Banyak investor ritel memilih emas digital karena lebih praktis dan mudah diakses melalui platform online.

Baca Juga :  Rupiah Terus Melemah, Pemerintah Pastikan APBN dan BBM Subsidi Tetap Aman

Investor juga bisa membeli emas mulai dari nominal kecil sehingga lebih fleksibel untuk berbagai kalangan.

Tren tersebut membuat pasar emas digital di Indonesia terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir.

Selain itu, banyak masyarakat memanfaatkan emas sebagai instrumen lindung nilai di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.

Pasar Fokus pada Data Ekonomi AS

Pelaku pasar kini menunggu sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat.

Data inflasi, kondisi tenaga kerja, dan arah kebijakan The Fed akan sangat memengaruhi pergerakan harga emas pekan depan.

Jika ekonomi AS melambat, pasar kemungkinan memperkirakan penurunan suku bunga sehingga harga emas berpeluang menguat.

Sebaliknya, data ekonomi yang kuat dapat mendorong penguatan dolar AS dan menekan harga emas lebih lanjut.

Karena itu, volatilitas pasar emas masih cukup tinggi dalam jangka pendek.

Investor Perlu Cermati Risiko Pasar

Analis pasar meminta investor tetap berhati-hati menghadapi fluktuasi harga emas.

Investor jangka pendek biasanya fokus mencari momentum pergerakan harga harian. Sementara investor jangka panjang cenderung memanfaatkan koreksi sebagai peluang akumulasi.

Banyak pengamat masih melihat emas sebagai aset penting untuk menjaga nilai investasi di tengah ketidakpastian global.

Namun, investor tetap perlu mempertimbangkan risiko perubahan kebijakan ekonomi dan pergerakan pasar internasional.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Kopi Dunia Berfluktuasi, Brasil dan Vietnam Jadi Sorotan
Harga Emas Naik Rp57.392, Tembus US$4.340,56 per Ounce pada 8 Agustus 2026
Redmi Turbo 6 Max Dikabarkan Bawa Baterai 10.000 mAh
HP iQOO Terbaru 2026, Performa Gaming Kencang
Harga Emas Hari Ini 27 Juli 2026 Melonjak, Naik Rp14.772 per Gram
IHSG Turun 4,52 Persen ke Level 5.342, Mayoritas Saham Merah
Rekomendasi Kripto Hari Ini: Render, Dogecoin, dan Chiliz Jadi Sorotan di Tengah Gejolak Pasar
BEI Kembali Dibuka, Ini Daftar Saham Cum Dividen Hari Ini dengan Potensi Dividen hingga Rp18.000 per Lot
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 05:48 WIB

Harga Kopi Dunia Berfluktuasi, Brasil dan Vietnam Jadi Sorotan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 16:24 WIB

Harga Emas Naik Rp57.392, Tembus US$4.340,56 per Ounce pada 8 Agustus 2026

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:12 WIB

Redmi Turbo 6 Max Dikabarkan Bawa Baterai 10.000 mAh

Senin, 27 Juli 2026 - 23:05 WIB

HP iQOO Terbaru 2026, Performa Gaming Kencang

Senin, 27 Juli 2026 - 22:41 WIB

Harga Emas Hari Ini 27 Juli 2026 Melonjak, Naik Rp14.772 per Gram

Berita Terbaru

Oplus_131072

Daerah

Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal

Jumat, 28 Agu 2026 - 08:26 WIB

Oplus_131072

Internasional

Energi Monyet Air Bawa Keberanian Menghadapi Perubahan

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:25 WIB