Harga Kopi Dunia Berfluktuasi, Brasil dan Vietnam Jadi Sorotan

Pasar kopi dunia mengalami dinamika yang cukup signifikan sepanjang pertengahan 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 9 Agustus 2026 - 05:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Coffee, http://Trendberita.com – Pasar kopi dunia mengalami dinamika yang cukup signifikan sepanjang pertengahan 2026. Harga kopi global sempat melemah pada Juni sebelum kembali menguat di penghujung bulan, di tengah ketidakpastian pasokan dari Brasil, peningkatan ekspor Vietnam, hingga regulasi baru Uni Eropa terkait produk bebas deforestasi.

Berikut rangkuman perkembangan terbaru pasar kopi dunia per 8 Agustus 2026.

Harga Kopi Dunia Sempat Turun Sebelum Pulih

Indikator harga komposit dari International Coffee Organization (ICO) mencatat rata-rata 248,90 sen dolar AS per pon pada Juni 2026. Angka tersebut turun sekitar 2,8 persen dibandingkan Mei.

Harga sempat menyentuh titik terendah 231,96 sen AS per pon pada 9 Juni sebelum bangkit hingga 272,39 sen AS per pon di akhir bulan.

Pemulihan harga dipengaruhi oleh perubahan ekspektasi terhadap produksi kopi Brasil, perkembangan panen, serta kondisi stok kopi bersertifikat di pasar internasional.

Produksi Brasil Diproyeksikan Meningkat, Namun Risiko Masih Mengintai

Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) memperkirakan produksi kopi hijau Brasil pada musim 2026/2027 mencapai 71,9 juta karung berukuran 60 kilogram, meningkat sekitar 14 persen dibandingkan estimasi sebelumnya.

USDA juga memproyeksikan ekspor kopi Brasil mencapai 45 juta karung.

Baca Juga :  California Gugat Meta, Tuduh Untung Besar dari Iklan Penipuan di Facebook dan Instagram

Namun, lembaga pertanian Brasil Conab memperkirakan produksi nasional lebih rendah, yakni sekitar 66,7 juta karung.

Para eksportir masih berhati-hati karena rendahnya stok serta potensi fenomena El Niño yang dapat memengaruhi akhir musim panen saat ini maupun siklus produksi berikutnya.

Ekspor Vietnam Naik, Nilai Penjualan Justru Turun

Vietnam mencatat ekspor sekitar 782 ribu ton kopi selama empat bulan pertama 2026 dengan nilai mencapai 3,58 miliar dolar AS.

Volume ekspor meningkat 11,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, nilai ekspor justru turun 9,8 persen akibat penurunan harga rata-rata ekspor sebesar 19,4 persen menjadi sekitar 4.575 dolar AS per ton.

Meski harga global melemah, permintaan dari China serta pasar Eropa tetap kuat sehingga mampu menjaga pertumbuhan volume ekspor Vietnam.

Amerika Serikat Bebaskan Kopi dari Tarif Baru Impor Brasil

Pemerintah Amerika Serikat mulai menerapkan tarif 25 persen terhadap sejumlah produk impor asal Brasil sejak 22 Juli 2026 melalui kebijakan perdagangan Section 301.

Namun, produk kopi tidak termasuk dalam daftar yang dikenakan tarif tersebut.

Keputusan ini memberikan kepastian bagi importir kopi di Amerika Serikat karena Brasil masih menjadi salah satu pemasok kopi terbesar bagi pasar Negeri Paman Sam.

Baca Juga :  Panas Lagi, Korea Selatan Tuduh Korea Utara Tembakkan Proyektil ke Laut Timur

Uni Eropa Perketat Aturan Produk Kopi Bebas Deforestasi

Komisi Eropa telah memperbarui sistem pelaporan digital serta cakupan produk dalam EU Deforestation Regulation (EUDR) pada 13 Juli 2026.

Kopi tetap menjadi salah satu dari tujuh komoditas yang wajib memenuhi ketentuan tersebut. Seluruh pelaku usaha harus membuktikan bahwa produk kopi yang dipasarkan berasal dari lahan yang bebas deforestasi dan diproduksi secara legal.

Aturan ini mulai berlaku bagi operator besar dan menengah pada 30 Desember 2026, sedangkan produk kopi instan (soluble coffee) yang baru dimasukkan dalam cakupan regulasi akan mulai diwajibkan memenuhi aturan tersebut pada 30 Desember 2027.

Prospek Pasar Kopi

Pergerakan pasar kopi global hingga Agustus 2026 masih dipengaruhi oleh sejumlah faktor utama, mulai dari prospek panen Brasil, kondisi cuaca akibat potensi El Niño, permintaan dari negara-negara konsumen utama, hingga kebijakan perdagangan dan regulasi lingkungan di berbagai kawasan.

Pelaku industri diperkirakan akan terus memantau perkembangan produksi di negara-negara produsen utama karena berpotensi menentukan arah harga kopi dunia pada paruh kedua 2026.*

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LSM Brajo Sakti Soroti Penggunaan Anggaran Operasional RS Pratama Bukit Kerman
Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal
Pemkot Sungai Penuh Raih Apresiasi Pemimpin Daerah Award 2026 Berkat Inovasi Program 3S
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Mencapai 2.500 Meter
Energi Monyet Air Bawa Keberanian Menghadapi Perubahan
Banjir Bandang Mematikan Terjang Nepal-Tibet
Ramalan Shio Rabu 26 Agustus 2026
Komisi II DPRD Kota Sungai Penuh Bahas Pengawasan Distribusi LPG 3 Kg
Berita ini 9 kali dibaca
Update kopi dunia 8 Agustus 2026. Harga kopi global berfluktuasi, produksi Brasil meningkat, ekspor Vietnam naik, AS bebaskan kopi dari tarif impor Brasil, dan Uni Eropa perketat aturan bebas deforestasi. Tags:

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 08:47 WIB

LSM Brajo Sakti Soroti Penggunaan Anggaran Operasional RS Pratama Bukit Kerman

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:26 WIB

Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Pemkot Sungai Penuh Raih Apresiasi Pemimpin Daerah Award 2026 Berkat Inovasi Program 3S

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:59 WIB

Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Mencapai 2.500 Meter

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:25 WIB

Energi Monyet Air Bawa Keberanian Menghadapi Perubahan

Berita Terbaru

Oplus_131072

Daerah

Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal

Jumat, 28 Agu 2026 - 08:26 WIB

Oplus_131072

Internasional

Energi Monyet Air Bawa Keberanian Menghadapi Perubahan

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:25 WIB