Heboh Hantavirus, dr. Tirta Minta Publik Tak Panik dan Ungkap Cara Sederhana Mencegahnya

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 10 Mei 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Hantavirus. (AI)

Ilustrasi Hantavirus. (AI)

trendsberita.com – Isu mengenai Hantavirus kembali menjadi sorotan publik setelah sejumlah laporan kesehatan mulai membahas potensi penyebaran penyakit ini. Namun, di tengah meningkatnya kekhawatiran masyarakat, dokter sekaligus influencer kesehatan dr. Tirta Mandira Hudhi meminta publik untuk tetap tenang dan tidak bereaksi berlebihan.

Ia menegaskan bahwa masyarakat bisa mencegah risiko infeksi dengan langkah sederhana yang justru sering diabaikan dalam kehidupan sehari-hari.

dr. Tirta Minta Publik Tetap Tenang

dr. Tirta menanggapi ramainya pemberitaan Hantavirus dengan pendekatan yang lebih rasional. Ia menilai masyarakat tidak perlu panik selama memahami cara penularan dan pencegahannya.

Melalui pernyataannya, ia menekankan bahwa kebersihan menjadi faktor utama dalam menghindari risiko infeksi.

Ia juga menyebut bahwa Hantavirus umumnya berkaitan dengan lingkungan yang kurang higienis, terutama yang berhubungan dengan keberadaan tikus.

“Tidak perlu panik soal Hantavirus, yang penting kita tidak jorok dan menjaga kebersihan lingkungan,” ujar dr. Tirta dalam unggahan media sosialnya.

Hantavirus Tidak Menular Antar Manusia Secara Umum

Salah satu hal penting yang perlu dipahami publik adalah cara penularan Hantavirus. Virus ini tidak menyebar seperti influenza atau COVID-19 yang menular antar manusia secara cepat.

Baca Juga :  Dermatolog Ingatkan Penderita GERD Tak Ikuti Tren Minum Lemon dan Minyak Zaitun

Sebaliknya, Hantavirus menyebar melalui kontak dengan tikus atau lingkungan yang terkontaminasi urin, feses, atau air liur tikus.

Selain itu, partikel debu dari area yang terkontaminasi juga dapat membawa virus masuk ke saluran pernapasan manusia.

Karena itu, lingkungan yang kotor dan tidak terawat menjadi faktor risiko utama penyebaran penyakit ini.

Cara Sederhana Mencegah Hantavirus

dr. Tirta menjelaskan bahwa pencegahan Hantavirus sebenarnya tidak rumit. Justru langkahnya sangat dekat dengan kebiasaan hidup sehari-hari.

Beberapa cara pencegahan yang ia soroti antara lain:

  • Menjaga kebersihan rumah secara rutin
  • Menghindari penumpukan sampah di dalam dan sekitar rumah
  • Menutup celah yang bisa menjadi jalur masuk tikus
  • Menggunakan alat pelindung saat membersihkan area kotor
  • Tidak menyentuh kotoran hewan pengerat secara langsung

Selain itu, ia menegaskan bahwa kebiasaan hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi kunci utama untuk menekan risiko infeksi.

Langkah sederhana ini, menurutnya, jauh lebih efektif dibanding rasa panik yang berlebihan.

Kemenkes dan Ahli Ingatkan Risiko Tetap Ada

Di sisi lain, sejumlah lembaga kesehatan tetap mengingatkan bahwa Hantavirus bukan isu yang bisa diabaikan.

Baca Juga :  3 Alasan Penting Pastikan Air Minum Keluarga Bebas BPA

Kementerian Kesehatan mencatat bahwa virus ini termasuk zoonosis emerging, yaitu penyakit yang muncul kembali dan berpotensi berkembang di lingkungan tertentu.

Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa virus ini sudah lama beredar di Indonesia, terutama melalui tikus rumah yang hidup dekat dengan manusia.

Kondisi ini membuat risiko paparan tetap ada, terutama di daerah dengan sanitasi buruk.

Gejala Hantavirus yang Perlu Diwaspadai

Meskipun jarang terjadi penularan langsung antar manusia, masyarakat tetap perlu mengenali gejalanya.

Beberapa gejala awal yang sering muncul antara lain:

  • Demam tinggi mendadak
  • Nyeri otot
  • Kelelahan ekstrem
  • Mual dan pusing
  • Sesak napas pada kasus berat

Jika tidak ditangani dengan cepat, infeksi dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan atau gangguan ginjal yang serius.

Mengapa Kasus Ini Kembali Viral?

Isu Hantavirus kembali ramai karena meningkatnya perhatian publik terhadap penyakit zoonosis. Selain itu, media sosial juga mempercepat penyebaran informasi, baik yang akurat maupun yang menimbulkan kekhawatiran berlebihan.

Namun, para ahli menilai bahwa edukasi menjadi langkah paling penting agar masyarakat tidak salah memahami risiko sebenarnya.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Australia Pastikan 6 Penumpang Terinfeksi Hantavirus dalam Kondisi Sehat
Suspek Hantavirus di Kulon Progo Dipastikan Negatif, Dinkes Tetap Minta Warga Waspada
Primaya Hospital Perkuat Layanan Jantung dengan Teknologi Ablasi Non-Radiasi
Samsung Hadirkan Terobosan Galaxy Watch untuk Prediksi Risiko Pingsan
WHO Pastikan Hantavirus di MV Hondius Tak Sebahaya COVID-19, Risiko Pandemi Dinilai Rendah
Bukan Hantu, Ini Penyebab Rasa Merinding di Bangunan Tua Menurut Sains
Campak Dewasa Kian Mengkhawatirkan, Kenali Gejala dan Cara Penularannya Sejak Dini
Cegah Penularan Campak, Lebih dari 15 Ribu Tenaga Medis di Aceh Diimunisasi Vaksin MR
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:00 WIB

Australia Pastikan 6 Penumpang Terinfeksi Hantavirus dalam Kondisi Sehat

Senin, 11 Mei 2026 - 09:00 WIB

Suspek Hantavirus di Kulon Progo Dipastikan Negatif, Dinkes Tetap Minta Warga Waspada

Minggu, 10 Mei 2026 - 16:00 WIB

Primaya Hospital Perkuat Layanan Jantung dengan Teknologi Ablasi Non-Radiasi

Minggu, 10 Mei 2026 - 11:00 WIB

Heboh Hantavirus, dr. Tirta Minta Publik Tak Panik dan Ungkap Cara Sederhana Mencegahnya

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:00 WIB

Samsung Hadirkan Terobosan Galaxy Watch untuk Prediksi Risiko Pingsan

Berita Terbaru