Installer DAEMON Tools Disusupi Malware, Ribuan Perangkat Dilaporkan Terinfeksi

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Getty Images/mohd izzuan

Foto: Getty Images/mohd izzuan

trendsberita.com – Perusahaan keamanan siber Kaspersky mengungkap serangan supply chain yang menargetkan software populer DAEMON Tools. Hacker menyisipkan malware backdoor ke installer resmi aplikasi tersebut lalu menyebarkannya melalui situs asli DAEMON Tools sejak awal April 2026.

Kasus ini langsung menarik perhatian komunitas keamanan digital karena DAEMON Tools masih cukup populer di kalangan pengguna Windows. Banyak orang memakai aplikasi ini untuk membuat virtual drive dan menjalankan file ISO.

Tim peneliti Kaspersky menemukan pelaku menyuntikkan kode berbahaya ke dalam installer resmi aplikasi. Hacker bahkan memakai sertifikat digital asli milik pengembang software agar file terlihat aman saat pengguna menginstalnya.

Installer Berbahaya Beredar Lewat Situs Asli

Kaspersky mencatat installer terinfeksi mulai beredar sejak 8 April 2026. Versi yang terdampak berada pada rentang DAEMON Tools Lite 12.5.0.2421 hingga 12.5.0.2434.

Karena pelaku menyebarkan malware lewat situs resmi, banyak pengguna tidak menyadari ancaman tersebut. Sebagian besar korban mengira mereka mengunduh installer normal tanpa risiko keamanan.

DAEMON Tools juga meminta akses administrator saat proses instalasi berlangsung. Kondisi itu membuat malware lebih mudah mendapatkan kontrol tinggi pada perangkat korban.

Peneliti keamanan menjelaskan malware tersebut mampu menjalankan perintah jarak jauh, mengunduh file tambahan, hingga membuka akses tersembunyi bagi hacker untuk mengendalikan komputer korban.

Ribuan Korban Tersebar di Lebih dari 100 Negara

Kaspersky menemukan ribuan perangkat di lebih dari 100 negara telah terkena dampak serangan ini. Negara dengan jumlah korban terbanyak meliputi Rusia, Brasil, Turki, Jerman, Prancis, Italia, Spanyol, hingga China.

Serangan tidak hanya menyasar pengguna individu. Hacker juga menyerang organisasi pemerintah, perusahaan manufaktur, sektor ritel, dan lembaga penelitian.

Peneliti keamanan menduga pelaku menjalankan operasi yang cukup terarah. Mereka menemukan beberapa korban menerima malware tahap kedua dengan kemampuan lebih canggih dibanding target biasa.

Baca Juga :  Xiaomi Tawarkan Program Upgrade Baterai HP Lawas, Kapasitas Malah Lebih Besar

Malware Kumpulkan Data Komputer Korban

Setelah pengguna memasang installer berbahaya, malware langsung aktif otomatis saat komputer menyala. Program jahat itu kemudian mengirim informasi perangkat ke server milik hacker.

Data yang berhasil dikumpulkan antara lain:

  • Nama perangkat
  • MAC address
  • Daftar aplikasi terpasang
  • Proses yang sedang berjalan
  • Bahasa sistem
  • Informasi jaringan

Hacker memakai data tersebut untuk menentukan target yang dianggap penting. Setelah itu, pelaku dapat mengirim malware tambahan ke perangkat tertentu.

Dalam beberapa kasus, hacker menginstal remote access trojan atau RAT. Malware ini memungkinkan pelaku mengendalikan komputer korban dari jarak jauh tanpa diketahui pemilik perangkat.

Peneliti Curigai Kelompok Hacker Berbahasa China

Kaspersky menemukan pola kode dan infrastruktur serangan yang mengarah pada kelompok hacker berbahasa China. Namun, perusahaan belum mengungkap identitas grup tersebut secara resmi.

Tim keamanan masih menyelidiki cara pelaku menembus sistem internal pengembang DAEMON Tools. Peneliti menduga hacker berhasil menyusupi proses distribusi software sehingga malware masuk ke installer resmi.

Pengembang DAEMON Tools Akui Gangguan Keamanan

Developer DAEMON Tools, Disc Soft Limited, akhirnya mengakui adanya gangguan keamanan pada sistem mereka. Perusahaan menyebut pihak luar berhasil melakukan intervensi tidak sah pada infrastruktur internal.

Dalam pernyataan resminya, Disc Soft mengatakan:

“Kami mengidentifikasi intervensi tidak sah di infrastruktur kami.”

Perusahaan kemudian memperbaiki sistem distribusi software dan merilis DAEMON Tools Lite versi 12.6 yang disebut sudah bersih dari malware.

Disc Soft juga memastikan versi berbayar seperti DAEMON Tools Pro dan DAEMON Tools Ultra tidak terkena dampak serangan ini.

Pengguna Diminta Segera Hapus Versi Lama

Kaspersky meminta pengguna yang pernah mengunduh DAEMON Tools Lite sejak April 2026 segera memeriksa perangkat mereka.

Peneliti keamanan menyarankan beberapa langkah berikut:

  1. Hapus DAEMON Tools versi terdampak
  2. Jalankan pemindaian antivirus penuh
  3. Unduh versi terbaru DAEMON Tools Lite 12.6
  4. Pantau aktivitas mencurigakan pada komputer
Baca Juga :  Harga HP Samsung 26 Mei 2026: Update Lengkap Galaxy S, A, Z Terbaru di Indonesia

Pakar keamanan juga meminta pengguna mengganti password akun penting jika sebelumnya sempat memasang installer terinfeksi.

Supply Chain Attack Jadi Ancaman Besar Dunia Digital

Kasus DAEMON Tools menunjukkan ancaman supply chain attack semakin serius. Dalam metode ini, hacker tidak menyerang pengguna secara langsung. Mereka justru menyusupi software resmi yang dipercaya banyak orang.

Karena aplikasi berasal dari sumber asli dan memakai sertifikat resmi, banyak pengguna langsung menginstalnya tanpa rasa curiga.

Pakar keamanan menilai pola serangan seperti ini terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Hacker mulai membidik jalur distribusi software karena metode tersebut mampu menjangkau korban dalam jumlah besar secara cepat.

Komunitas Teknologi Ikut Heboh

Kasus ini juga memicu perbincangan besar di forum internet dan komunitas teknologi seperti Reddit. Banyak pengguna mengaku terkejut karena DAEMON Tools ternyata masih dipakai cukup luas.

Salah satu pengguna Reddit menulis:

“Saya tidak sadar aplikasi ini masih ada.”

Sebagian pengguna lain menilai fitur mount ISO bawaan Windows saat ini sebenarnya sudah cukup sehingga mereka tidak lagi membutuhkan DAEMON Tools.

Meski begitu, aplikasi tersebut ternyata masih memiliki basis pengguna yang besar di berbagai negara. Kondisi itu membuat dampak serangan menjadi lebih luas.

Pengguna Harus Lebih Waspada Saat Mengunduh Software

Insiden ini menjadi pengingat penting bahwa software dari situs resmi sekalipun tetap bisa menjadi celah serangan siber. Karena itu, pengguna perlu lebih berhati-hati saat menginstal aplikasi dengan akses sistem tinggi.

Pakar keamanan menyarankan pengguna memakai antivirus aktif, rutin memperbarui sistem operasi, dan menghapus software yang sudah tidak diperlukan.

Selain itu, perusahaan pengembang software juga perlu memperkuat sistem keamanan internal agar hacker tidak mudah menyusupi proses distribusi aplikasi resmi.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Belum Gunakan Pesawat Water Bombing Malaysia untuk Karhutla
Lampung Jadi Provinsi Pertama Gunakan Satelit Hiperspektral
Galaxy Z Fold8 Ultra Hadir, Bonus hingga Rp 9 Juta
PT PAL Perkenalkan Konsep Senjata Laser Portabel
September 2026 diprediksi menjadi bulan peluncuran smartphone flagship terbesar
3 Sensor Kamera HP Terbaik 2026 untuk Foto Profesional
Harga Samsung Galaxy Watch Ultra 2 dan Watch9 Resmi di RI
Trik Preorder Galaxy Z Fold 8 Ultra Mulai Rp1,1 Juta
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:02 WIB

Indonesia Belum Gunakan Pesawat Water Bombing Malaysia untuk Karhutla

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:26 WIB

Lampung Jadi Provinsi Pertama Gunakan Satelit Hiperspektral

Rabu, 5 Agustus 2026 - 19:53 WIB

Galaxy Z Fold8 Ultra Hadir, Bonus hingga Rp 9 Juta

Rabu, 5 Agustus 2026 - 19:47 WIB

PT PAL Perkenalkan Konsep Senjata Laser Portabel

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:42 WIB

September 2026 diprediksi menjadi bulan peluncuran smartphone flagship terbesar

Berita Terbaru

Oplus_131072

Daerah

Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal

Jumat, 28 Agu 2026 - 08:26 WIB

Oplus_131072

Internasional

Energi Monyet Air Bawa Keberanian Menghadapi Perubahan

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:25 WIB