trendsberita – Musim kemarau di Indonesia mulai menunjukkan tanda-tandanya di sejumlah wilayah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kemarau tahun 2026 datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang dari biasanya.
Salah satu ciri utama musim kemarau adalah menurunnya curah hujan secara signifikan. Kondisi ini membuat udara terasa lebih panas dan kering, terutama pada siang hari. Selain itu, langit cenderung cerah dengan sedikit awan.
Perubahan arah angin juga menjadi tanda penting. Angin yang semula bertiup dari Asia mulai bergeser menjadi angin dari Australia yang membawa udara lebih kering ke Indonesia.
Ciri lain yang mudah dikenali adalah meningkatnya suhu udara dan berkurangnya kelembapan. Tanah mulai mengering, debit air menurun, dan risiko kebakaran hutan serta lahan ikut meningkat.
BMKG menyebut sebagian wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau sejak April hingga Juni 2026. Beberapa daerah bahkan mengalami kemarau lebih awal dibanding biasanya.
Untuk puncaknya, musim kemarau 2026 diprediksi terjadi pada Agustus di sebagian besar wilayah Indonesia. Sekitar 61 persen wilayah akan mengalami kondisi paling kering pada periode tersebut.
Meski demikian, tidak semua daerah mengalami puncak kemarau pada waktu yang sama. Sebagian wilayah sudah merasakannya sejak Juli, sementara daerah lain baru mencapai puncak pada September.
BMKG juga memperkirakan musim kemarau tahun ini cenderung lebih kering dan berlangsung lebih lama. Kondisi ini meningkatkan risiko kekeringan serta kebakaran hutan di beberapa wilayah.
Masyarakat diimbau untuk mulai menghemat penggunaan air dan meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak musim kemarau sejak dini.









