Rupiah Tembus Rekor Terlemah Sepanjang Masa, Ini Biang Kerok Utama yang Menekan Nilai Tukar

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 18 Mei 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi rupiah dan dollar AS(THINKSTOCKS)

Ilustrasi rupiah dan dollar AS(THINKSTOCKS)

trendsberita.com – Nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga mencatatkan rekor terlemah sepanjang sejarah pada perdagangan awal pekan ini. Mata uang Garuda bahkan sempat menembus level psikologis baru terhadap dolar Amerika Serikat (AS), seiring meningkatnya tekanan eksternal dan sentimen negatif dari pasar global.

Pergerakan ini langsung memicu kekhawatiran pelaku pasar karena pelemahan terjadi di tengah kondisi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.

Rupiah Tembus Level Terdalam Sepanjang Sejarah

Mengacu data perdagangan, rupiah sempat bergerak di kisaran Rp17.660 per dolar AS pada sesi perdagangan hari ini, Senin (18/5/2026). Posisi tersebut menandai level terlemah sepanjang masa yang pernah dicatat mata uang Indonesia.

Tekanan tidak hanya muncul dalam satu sesi perdagangan. Rupiah menunjukkan tren pelemahan berkelanjutan dalam beberapa pekan terakhir, bahkan sempat beberapa kali menembus rekor baru sebelum akhirnya kembali melemah.

Data pasar menunjukkan investor global terus melepas aset berisiko di negara berkembang, termasuk Indonesia, yang kemudian menekan nilai tukar rupiah.

Tekanan Global Jadi Pemicu Utama

Pelaku pasar menilai tekanan utama terhadap rupiah datang dari faktor eksternal. Kenaikan suku bunga tinggi di Amerika Serikat membuat dolar AS tetap kuat terhadap hampir semua mata uang dunia.

Selain itu, meningkatnya ketegangan geopolitik global juga mendorong investor mencari aset aman (safe haven), terutama dolar AS dan obligasi pemerintah Amerika.

Baca Juga :  Rupiah Tembus Rekor Terendah, Bank Jual Dolar AS Nyaris Rp17.700

Situasi ini membuat mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, kehilangan momentum penguatan.

Aliran Modal Keluar Tekan Pasar Domestik

Tekanan juga datang dari arus keluar modal asing di pasar keuangan Indonesia. Investor global mulai mengurangi kepemilikan aset berisiko seperti saham dan obligasi negara berkembang.

Kondisi tersebut memicu tekanan tambahan pada pasar valas domestik. Ketika permintaan dolar meningkat, nilai tukar rupiah otomatis melemah.

Selain itu, pasar saham Indonesia juga ikut mengalami tekanan seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap prospek ekonomi jangka pendek.

Peran Bank Indonesia dalam Menahan Pelemahan

Bank Indonesia (BI) terus memantau pergerakan rupiah dan mengambil langkah stabilisasi di pasar valuta asing. BI secara aktif masuk ke pasar untuk mengurangi volatilitas nilai tukar.

Intervensi tersebut dilakukan melalui berbagai instrumen, termasuk transaksi di pasar spot dan derivatif, guna menjaga stabilitas rupiah agar tidak bergerak terlalu liar.

Meski begitu, tekanan global yang cukup besar membuat ruang stabilisasi menjadi lebih terbatas.

Dampak Pelemahan Rupiah ke Ekonomi

Pelemahan rupiah membawa dampak berlapis bagi ekonomi Indonesia. Sektor impor menjadi yang paling terdampak karena harga barang dari luar negeri meningkat seiring penguatan dolar AS.

Baca Juga :  Bansos Beras dan Minyak Goreng Diperpanjang Hingga Juni

Selain itu, perusahaan dengan utang dalam mata uang dolar juga menghadapi kenaikan beban pembayaran. Kondisi ini dapat menekan laba bersih sejumlah emiten di pasar saham.

Di sisi lain, sektor ekspor justru berpotensi mendapat keuntungan karena harga produk Indonesia menjadi lebih kompetitif di pasar global.

Sentimen Investor Masih Lemah

Pelaku pasar menilai sentimen terhadap aset Indonesia masih cenderung lemah dalam jangka pendek. Investor global masih menunggu kepastian arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve serta stabilitas geopolitik dunia.

Selama ketidakpastian itu berlangsung, tekanan terhadap mata uang negara berkembang diperkirakan tetap tinggi.

Sejumlah analis menilai volatilitas rupiah masih akan berlanjut hingga pasar mendapatkan sinyal yang lebih jelas dari bank sentral global.

Prospek Rupiah ke Depan

Meski tekanan masih kuat, sebagian analis tetap melihat peluang stabilisasi rupiah dalam jangka menengah. Mereka menilai fundamental ekonomi Indonesia masih cukup solid dengan dukungan konsumsi domestik yang kuat.

Namun, arah pergerakan rupiah sangat bergantung pada kondisi eksternal, terutama kebijakan suku bunga AS dan arus modal global.

Jika tekanan global mereda, rupiah berpotensi kembali stabil di kisaran yang lebih rendah dari level rekor saat ini.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LSM Brajo Sakti Soroti Penggunaan Anggaran Operasional RS Pratama Bukit Kerman
Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal
Pemkot Sungai Penuh Raih Apresiasi Pemimpin Daerah Award 2026 Berkat Inovasi Program 3S
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Mencapai 2.500 Meter
Energi Monyet Air Bawa Keberanian Menghadapi Perubahan
Banjir Bandang Mematikan Terjang Nepal-Tibet
Ramalan Shio Rabu 26 Agustus 2026
Komisi II DPRD Kota Sungai Penuh Bahas Pengawasan Distribusi LPG 3 Kg
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 08:47 WIB

LSM Brajo Sakti Soroti Penggunaan Anggaran Operasional RS Pratama Bukit Kerman

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:26 WIB

Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Pemkot Sungai Penuh Raih Apresiasi Pemimpin Daerah Award 2026 Berkat Inovasi Program 3S

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:59 WIB

Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Mencapai 2.500 Meter

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:25 WIB

Energi Monyet Air Bawa Keberanian Menghadapi Perubahan

Berita Terbaru

Oplus_131072

Daerah

Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal

Jumat, 28 Agu 2026 - 08:26 WIB

Oplus_131072

Internasional

Energi Monyet Air Bawa Keberanian Menghadapi Perubahan

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:25 WIB