Frustrasi dengan Apple, OpenAI Dikabarkan Siapkan Langkah Hukum

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: GSM Arena

Foto: GSM Arena

trendsberita.com – Hubungan OpenAI dan Apple mulai memanas. Pengembang ChatGPT itu dikabarkan mempertimbangkan langkah hukum setelah kerja sama integrasi kecerdasan buatan di perangkat Apple tidak berjalan sesuai harapan.

Kabar tersebut langsung menarik perhatian industri teknologi global. Banyak pihak sebelumnya menilai kolaborasi OpenAI dan Apple sebagai salah satu kerja sama AI terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Integrasi ChatGPT ke ekosistem iPhone sempat memunculkan harapan baru bagi pengguna Siri dan layanan Apple Intelligence.

Namun, perkembangan terbaru justru menunjukkan hubungan kedua perusahaan mulai retak. OpenAI merasa Apple belum memberikan dukungan maksimal terhadap teknologi ChatGPT di perangkat mereka.

OpenAI Kecewa dengan Integrasi ChatGPT di iPhone

Apple memperkenalkan kerja sama dengan OpenAI pada 2024. Saat itu, perusahaan asal Cupertino tersebut membawa integrasi ChatGPT ke Siri dan sejumlah fitur AI di iPhone, iPad, serta Mac.

Kolaborasi tersebut langsung mendapat sorotan besar dari industri teknologi. OpenAI berharap integrasi di jutaan perangkat Apple dapat meningkatkan jumlah pengguna dan memperluas jangkauan layanan ChatGPT.

Namun, OpenAI mulai kecewa setelah implementasi teknologi mereka tidak berjalan sesuai ekspektasi. Banyak pengguna iPhone lebih sering membuka aplikasi ChatGPT secara langsung dibanding memakai fitur bawaan Apple.

Selain itu, Apple juga tidak terlalu agresif mempromosikan fitur AI berbasis OpenAI di ekosistem mereka. Situasi tersebut membuat OpenAI merasa potensi bisnis dari kerja sama itu belum maksimal.

OpenAI Mulai Pelajari Opsi Hukum

Sejumlah laporan media internasional menyebut OpenAI mulai menggandeng firma hukum eksternal. Perusahaan itu ingin mempelajari kemungkinan tindakan hukum terhadap Apple.

Langkah tersebut memperlihatkan ketegangan kedua perusahaan semakin serius. Meski belum mengajukan gugatan resmi, OpenAI kabarnya mulai mengevaluasi dugaan pelanggaran dalam kerja sama mereka.

Baca Juga :  Rokid Rajai Kacamata Virtual di China, Tantang Meta Ray-Ban dengan Teknologi AI

Reuters melaporkan bahwa proses negosiasi ulang antara Apple dan OpenAI berlangsung alot dalam beberapa bulan terakhir. OpenAI merasa Apple tidak memenuhi harapan terkait integrasi dan distribusi layanan AI mereka di perangkat iPhone.

Sampai sekarang, Apple belum memberikan pernyataan resmi terkait kabar tersebut.

Apple Mulai Dekati Perusahaan AI Lain

Di tengah hubungan yang mulai memanas, Apple justru membuka peluang kerja sama dengan perusahaan AI lain. Beberapa laporan menyebut Apple sedang menguji model AI dari Google Gemini dan Claude milik Anthropic.

Langkah tersebut memunculkan spekulasi baru di industri teknologi. Banyak analis menilai Apple ingin membangun ekosistem AI yang lebih fleksibel dan tidak bergantung pada satu perusahaan.

Jika strategi itu berjalan, posisi OpenAI di perangkat Apple bisa semakin berkurang. Pengguna iPhone nantinya kemungkinan dapat memilih beberapa model AI sesuai kebutuhan mereka.

Pengamat teknologi Ardiansyah Putra menilai persaingan AI kini semakin ketat.

“Perusahaan teknologi sekarang berlomba menguasai ekosistem pengguna,” ujarnya.

Menurut dia, akses ke jutaan perangkat menjadi faktor penting dalam persaingan AI generatif saat ini.

Persaingan AI Tidak Lagi Sekadar Soal Chatbot

Persaingan industri AI global kini bergerak semakin agresif. Google, Microsoft, Anthropic, hingga xAI terus mengembangkan model kecerdasan buatan terbaru untuk memperluas pasar mereka.

Apple sendiri selama ini tertinggal dibanding beberapa kompetitor dalam pengembangan AI generatif. Karena itu, kerja sama dengan OpenAI sempat dianggap sebagai strategi cepat untuk mengejar ketertinggalan.

Namun, hubungan bisnis yang mulai retak membuat strategi tersebut kembali dipertanyakan. Banyak analis menilai Apple ingin mengurangi ketergantungan terhadap satu penyedia AI.

Di sisi lain, OpenAI juga mulai memperluas bisnis mereka ke sektor perangkat keras. Perusahaan itu bahkan menggandeng mantan desainer Apple, Jony Ive, untuk mengembangkan perangkat AI baru.

Baca Juga :  Huawei Nova 16 Pro Tampil Perdana, Desain Baru Bikin Penasaran

Langkah tersebut membuat persaingan antara kedua perusahaan semakin menarik untuk diperhatikan.

Pengguna iPhone Mulai Bertanya soal Masa Depan ChatGPT

Kabar retaknya hubungan OpenAI dan Apple membuat banyak pengguna iPhone mulai bertanya soal masa depan integrasi ChatGPT di perangkat mereka.

Jika konflik terus berlanjut, Apple kemungkinan akan mempercepat pengembangan AI internal atau memperluas dukungan terhadap model AI lain.

Meski begitu, fitur berbasis ChatGPT di perangkat Apple sampai saat ini masih berjalan normal. Pengguna tetap dapat memakai layanan tersebut melalui Siri maupun aplikasi resmi ChatGPT.

Analis industri teknologi memperkirakan Apple masih membutuhkan dukungan AI eksternal dalam jangka pendek. Pengembangan model AI generatif membutuhkan investasi besar dan infrastruktur yang sangat kompleks.

Karena itu, banyak pihak memprediksi Apple akan memakai pendekatan multi-mitra dengan menghadirkan beberapa model AI sekaligus di sistem operasi mereka.

Hubungan Apple dan OpenAI Masih Jadi Sorotan

Perselisihan antara Apple dan OpenAI menjadi salah satu isu paling panas di industri teknologi saat ini. Konflik tersebut memperlihatkan bahwa persaingan AI tidak lagi hanya soal teknologi chatbot, tetapi juga perebutan ekosistem pengguna digital.

Apple memiliki miliaran pengguna aktif di seluruh dunia. Sementara itu, OpenAI memegang salah satu teknologi AI paling populer saat ini. Karena itu, hubungan kedua perusahaan akan terus menjadi perhatian pasar global.

Sampai sekarang, belum ada kepastian apakah OpenAI benar-benar membawa persoalan tersebut ke jalur hukum. Namun, kabar retaknya hubungan dua raksasa teknologi itu sudah memicu spekulasi besar di industri AI internasional.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

9 Gadget Wajib 2026 untuk Penunjang Produktivitas Kerja Modern
Spesifikasi dan Harga Motorola Edge 70 Fusion di Indonesia
Google Perbarui Android Auto, Pengendara Kini Lebih Mudah Ganti Aplikasi Media
Intel Arc G3 Resmi Meluncur, Intel Masuk Pasar Handheld Gaming
YouTube Punya Fitur AI Baru, Feed Video Kini Bisa Lebih Personal
FBI Peringatkan Pengguna Microsoft 365, Serangan AI Pencuri Akun Makin Canggih
WhatsApp Business Error, Telepon dan Suara Panggilan Bermasalah
Google Fitbit Air Resmi Hadir, Smartband Tanpa Layar yang Jadi Andalan Atlet
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:00 WIB

9 Gadget Wajib 2026 untuk Penunjang Produktivitas Kerja Modern

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:00 WIB

Spesifikasi dan Harga Motorola Edge 70 Fusion di Indonesia

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:00 WIB

Google Perbarui Android Auto, Pengendara Kini Lebih Mudah Ganti Aplikasi Media

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:00 WIB

Intel Arc G3 Resmi Meluncur, Intel Masuk Pasar Handheld Gaming

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:00 WIB

YouTube Punya Fitur AI Baru, Feed Video Kini Bisa Lebih Personal

Berita Terbaru