Dolar AS Hampir Rp17.800, Purbaya Nilai Pelemahan Rupiah Tak Masuk Akal

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 27 Mei 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: CNBC Indonesia/Robertus Andrianto)

(Foto: CNBC Indonesia/Robertus Andrianto)

Jakarta, trendsberita.com – Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan dan hampir menyentuh level Rp17.800 per dolar Amerika Serikat (AS). Pada penutupan perdagangan sebelumnya, dolar AS tercatat berada di sekitar Rp17.795 atau menguat sekitar 0,29%.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi fundamental ekonomi domestik.

Purbaya Nilai Kondisi Rupiah Tidak Sejalan dengan Fundamental

Menurut Purbaya, pelemahan rupiah saat ini terjadi ketika sejumlah indikator ekonomi masih berada dalam kondisi yang relatif baik.

Ia menyampaikan bahwa secara historis tekanan besar pada nilai tukar biasanya muncul saat terdapat gangguan pada faktor fundamental ekonomi.

Baca Juga :  Jepang Sebut Indonesia Punya “Selat Hormuz” Sendiri, Jalur Ini Jadi Kunci Energi Dunia

Dalam keterangannya kepada media, Purbaya menyebut kondisi saat ini “tidak masuk akal” jika hanya dilihat dari kondisi ekonomi domestik.

Pemerintah Tidak Ulang Simulasi APBN

Meski rupiah melemah, pemerintah belum berencana melakukan penghitungan ulang terhadap ketahanan APBN.

Purbaya menjelaskan pemerintah sebelumnya sudah memasukkan berbagai skenario risiko dalam simulasi fiskal, termasuk asumsi tekanan eksternal dan perubahan harga energi global.

Karena itu, pemerintah menilai APBN saat ini masih berada dalam jalur yang dapat dikelola.

Pemerintah Jaga Pasar Obligasi dan Arus Modal

Selain menjaga fiskal, pemerintah juga berupaya menjaga stabilitas pasar keuangan.

Baca Juga :  Dinas Pendidikan Kerinci Latih ASN Hadapi Administrasi Digital, Ini Langkah Percepatan Transformasi

Purbaya menjelaskan bahwa pengendalian pasar obligasi menjadi salah satu fokus karena kondisi yield yang stabil dapat membantu menjaga minat investor.

Menurutnya, pemerintah mulai melihat masuknya kembali aliran modal asing ke pasar obligasi Indonesia.

Apa Arti Pelemahan Rupiah bagi Masyarakat?

Pelemahan rupiah umumnya dapat memengaruhi beberapa sektor, antara lain:

  • harga barang impor
  • biaya perjalanan luar negeri
  • biaya bahan baku industri
  • tekanan inflasi pada beberapa komoditas

Namun, dampaknya tidak selalu muncul secara langsung karena juga bergantung pada kebijakan pemerintah dan kondisi pasar.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Update Harga Oppo dan Realme Mei 2026, Mulai Rp1 Jutaan hingga Flagship Premium
RI Makin Kurangi Ketergantungan Dolar AS, Transaksi Mata Uang Lokal Tembus Rp 400 Triliun
ChatGPT Dikabarkan Bisa Bikin PowerPoint Lewat Suara di Masa Depan
Harga Minyak Anjlok Usai Trump Klaim Negosiasi Iran Masuk Tahap Akhir
Dinas Pendidikan Kerinci Latih ASN Hadapi Administrasi Digital, Ini Langkah Percepatan Transformasi
ANTM Tersingkir dari MSCI Small Cap Index, Antam Tegaskan Fundamental Bisnis Tetap Solid
iPhone 17e Jadi Pilihan Baru untuk Gaming dan Fotografi, Ini Keunggulannya
MacBook Neo Resmi Bisa Dipesan 15 Mei 2026, Apple Siapkan Laptop “Murah” Paling Laris Tahun Ini
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:00 WIB

Update Harga Oppo dan Realme Mei 2026, Mulai Rp1 Jutaan hingga Flagship Premium

Rabu, 27 Mei 2026 - 23:00 WIB

Dolar AS Hampir Rp17.800, Purbaya Nilai Pelemahan Rupiah Tak Masuk Akal

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:00 WIB

RI Makin Kurangi Ketergantungan Dolar AS, Transaksi Mata Uang Lokal Tembus Rp 400 Triliun

Jumat, 22 Mei 2026 - 18:00 WIB

ChatGPT Dikabarkan Bisa Bikin PowerPoint Lewat Suara di Masa Depan

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:00 WIB

Harga Minyak Anjlok Usai Trump Klaim Negosiasi Iran Masuk Tahap Akhir

Berita Terbaru