JAMBI, trendsberita.com – Universitas Jambi (UNJA) menggandeng Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jambi untuk mempersiapkan pelaksanaan Pemira serentak UNJA tahun 2026. Kegiatan tersebut menjadi langkah penting karena untuk pertama kalinya UNJA akan menggelar Pemilihan Raya Mahasiswa secara serentak di tingkat universitas dan seluruh fakultas.
UNJA mengawali persiapan melalui pelatihan bimbingan teknis yang berlangsung di Ruang Rapat Senat Lantai 8 Kampus Mendalo. Panitia Pemilihan Raya (Panra), Panitia Pengawas (Panwas), dan perwakilan fakultas mengikuti kegiatan tersebut bersama jajaran KPU Provinsi Jambi.
Pemira Serentak UNJA Jadi Yang Pertama
UNJA akan mencatat sejarah baru melalui pelaksanaan Pemira serentak pertama yang melibatkan seluruh fakultas.
Pihak kampus memperkirakan jumlah daftar pemilih tetap sementara mencapai sekitar 25 ribu mahasiswa. Angka tersebut menjadikan Pemira 2026 sebagai salah satu agenda kemahasiswaan terbesar yang pernah dilaksanakan di lingkungan UNJA.
Selain itu, pelaksanaan serentak juga bertujuan menciptakan sistem pemilihan mahasiswa yang lebih terstruktur dan terkoordinasi.
KPU Jambi Beri Pendampingan Teknis
KPU Provinsi Jambi ikut memberikan pembekalan kepada panitia penyelenggara.
Tiga anggota KPU hadir langsung dalam kegiatan tersebut, yaitu Edison dari Divisi Sosialisasi dan SDM, Suparmin dari Divisi Hukum dan Pengawasan, serta Yatno dari Divisi Teknis Penyelenggaraan. Mereka memberikan materi terkait tata kelola pemilihan, pengawasan, hingga penyelesaian sengketa.
Melalui kerja sama tersebut, UNJA ingin memastikan seluruh proses Pemira berjalan sesuai prinsip demokrasi, transparansi, dan akuntabilitas.
UNJA Bentuk Tiga Organ Penyelenggara
Pelaksanaan Pemira 2026 berpedoman pada Peraturan Rektor Universitas Jambi Nomor 5 Tahun 2026 tentang Organisasi Kemahasiswaan.
Regulasi tersebut mengatur tiga organ utama yang menjalankan proses Pemira.
Panra bertugas sebagai pelaksana kegiatan, Panwas menjalankan fungsi pengawasan, sedangkan Mahkamah Penyelesaian Sengketa Pemira (MPSP) menangani berbagai persoalan sengketa yang mungkin muncul selama proses pemilihan berlangsung.
Dengan struktur tersebut, UNJA ingin menciptakan mekanisme pemilihan yang lebih profesional dan tertib.
Kampus Dorong Demokrasi Mahasiswa
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNJA, Prof. Fauzi Syam, menegaskan bahwa kampus terus mendukung penguatan organisasi mahasiswa.
Menurutnya, Pemira serentak menjadi bagian dari implementasi penataan organisasi kemahasiswaan yang saat ini sudah tersusun lebih rapi mulai dari tingkat universitas hingga fakultas.
Selain itu, pihak kampus juga ingin memberikan ruang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk belajar berdemokrasi melalui proses pemilihan yang terbuka dan terukur.
UNJA Target Jadi Pelopor Pemira Serentak
Pimpinan kampus berharap UNJA dapat menjadi universitas pertama di Indonesia yang menggelar Pemira serentak dengan melibatkan tiga organ penyelenggara secara penuh.
Karena itu, kampus terus memperkuat koordinasi antara panitia, pengawas, mahasiswa, dan KPU Provinsi Jambi agar seluruh tahapan berjalan aman dan lancar.
Di sisi lain, mahasiswa menyambut positif langkah tersebut karena Pemira serentak dinilai dapat meningkatkan partisipasi dan memperkuat tata kelola organisasi kemahasiswaan.









