Harga Emas Melemah Dua Hari Beruntun, Harapan Pemangkasan Suku Bunga The Fed Memudar

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: investor.id

Foto: investor.id

trendsberita.com – Harga emas dunia kembali melemah pada perdagangan terbaru dan mencatat penurunan selama dua hari berturut-turut. Tekanan muncul setelah pasar mengurangi ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed) dalam waktu dekat.

Sentimen negatif ini membuat investor beralih dari aset safe haven seperti emas ke aset berbasis dolar AS yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi.

Pada perdagangan Rabu (13/5/2026), harga emas tercatat turun sekitar 0,57% menjadi US$ 4.688,68 per ons troi. Sementara itu, kontrak berjangka emas justru bergerak terbatas dengan kenaikan tipis di pasar AS.

Inflasi AS Jadi Pendorong Utama Tekanan Emas

Pasar mencermati data inflasi Amerika Serikat yang kembali menunjukkan kenaikan. Data Producer Price Index (PPI) pada April mencatat kenaikan lebih tinggi dari perkiraan dan menjadi lonjakan terbesar sejak awal 2022.

Kondisi tersebut memperkuat pandangan bahwa inflasi masih sulit turun dalam waktu dekat. Investor kemudian menilai The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist Zaner Metals, Peter Grant, menjelaskan bahwa inflasi yang tetap tinggi langsung menekan harga emas.

“Inflasi masih cukup lengket, sehingga ekspektasi suku bunga tinggi dalam waktu lama kembali menguat. Situasi ini menekan harga emas dalam dua hari terakhir,” ujar Grant.

Baca Juga :  Harga Emas Dunia Naik Rp11.982

Harapan Pemangkasan Suku Bunga Semakin Tipis

Ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed terus menyusut. Berdasarkan data pasar berjangka, pelaku pasar kini menilai peluang penurunan suku bunga tahun ini semakin kecil.

Kondisi ini membuat imbal hasil obligasi AS tetap tinggi dan memperkuat dolar AS. Akibatnya, emas menjadi kurang menarik karena tidak memberikan imbal hasil seperti aset keuangan lain.

Secara historis, kenaikan suku bunga selalu memberikan tekanan pada emas karena investor lebih memilih instrumen yang memberikan bunga.

Ketegangan Global Masih Bayangi Pasar

Selain faktor moneter, pasar juga masih memantau perkembangan geopolitik global. Konflik di Timur Tengah dan hubungan Amerika Serikat dengan China kembali menjadi perhatian utama pelaku pasar.

Meski ketegangan tersebut biasanya mendorong permintaan emas sebagai aset aman, efeknya kali ini tidak cukup kuat untuk mengangkat harga.

Investor justru lebih fokus pada data ekonomi AS dan arah kebijakan The Fed dibandingkan risiko geopolitik.

Harga Minyak dan Inflasi Tambah Tekanan

Kenaikan harga minyak dunia turut memperkuat tekanan inflasi global. Situasi ini membuat bank sentral di berbagai negara, terutama The Fed, cenderung mempertahankan kebijakan ketat lebih lama.

Baca Juga :  Harga Emas Antam (ANTM) Jatuh Tajam pada Senin 11 Mei 2026, Investor Panik Ambil Posisi

Ketika inflasi naik, peluang pemangkasan suku bunga otomatis berkurang. Hal ini kembali menekan harga emas karena pasar membaca arah kebijakan moneter yang lebih hawkish.

Analis: Emas Masih Rentan dalam Jangka Pendek

Sejumlah analis menilai harga emas masih berada dalam tekanan jangka pendek. Mereka melihat dolar AS yang kuat dan imbal hasil obligasi tinggi sebagai faktor utama yang menahan kenaikan harga.

Namun, sebagian analis tetap membuka peluang rebound jika data ekonomi AS melemah atau The Fed mengubah arah kebijakan.

Meski begitu, pasar saat ini masih bergerak dalam fase hati-hati karena ketidakpastian inflasi belum sepenuhnya mereda.

Dampak ke Investor Emas

Penurunan harga emas dua hari berturut-turut memberi sinyal bahwa pasar masih sensitif terhadap data ekonomi Amerika Serikat.

Investor ritel yang menyimpan emas sebagai aset lindung nilai mulai menahan keputusan pembelian baru. Di sisi lain, investor jangka panjang masih melihat emas sebagai aset aman dalam kondisi geopolitik yang tidak stabil.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Kopi Dunia Berfluktuasi, Brasil dan Vietnam Jadi Sorotan
Harga Emas Naik Rp57.392, Tembus US$4.340,56 per Ounce pada 8 Agustus 2026
Redmi Turbo 6 Max Dikabarkan Bawa Baterai 10.000 mAh
HP iQOO Terbaru 2026, Performa Gaming Kencang
Harga Emas Hari Ini 27 Juli 2026 Melonjak, Naik Rp14.772 per Gram
IHSG Turun 4,52 Persen ke Level 5.342, Mayoritas Saham Merah
Rekomendasi Kripto Hari Ini: Render, Dogecoin, dan Chiliz Jadi Sorotan di Tengah Gejolak Pasar
BEI Kembali Dibuka, Ini Daftar Saham Cum Dividen Hari Ini dengan Potensi Dividen hingga Rp18.000 per Lot
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 05:48 WIB

Harga Kopi Dunia Berfluktuasi, Brasil dan Vietnam Jadi Sorotan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 16:24 WIB

Harga Emas Naik Rp57.392, Tembus US$4.340,56 per Ounce pada 8 Agustus 2026

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:12 WIB

Redmi Turbo 6 Max Dikabarkan Bawa Baterai 10.000 mAh

Senin, 27 Juli 2026 - 23:05 WIB

HP iQOO Terbaru 2026, Performa Gaming Kencang

Senin, 27 Juli 2026 - 22:41 WIB

Harga Emas Hari Ini 27 Juli 2026 Melonjak, Naik Rp14.772 per Gram

Berita Terbaru

Oplus_131072

Daerah

Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal

Jumat, 28 Agu 2026 - 08:26 WIB

Oplus_131072

Internasional

Energi Monyet Air Bawa Keberanian Menghadapi Perubahan

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:25 WIB